Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Peta Taman Nasional di Indonesia


Indonesia merupakan negara yang menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati (biodiversitas) yang sangat besar. Beragam tumbuhan, hewan, jamur, bakteri, dan jasad renik lain banyak terdapat di Indonesia. Bahkan banyak jenis makhluk hidup yang merupakan makhluk hidup endemik atau hanya ditemukan di suatu daerah saja. Supaya keanekaragaman hayati ini tetap terjaga dengan baik, diperlukan suatu upaya pelestarian terhadap keanekaragaman hayati tersebut. Salah satu upaya untuk pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia yaitu dengan melakukan perlindungan alam seperti pembuatan taman nasional.

Taman nasional yaitu kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya pariwisata, dan rekreasi. Pemerintah Indonesia telah mengembangkan berbagai taman nasional yang tersebar di beberapa daerah di seluruh kawasan di Indonesia.

Menurut UU No. 5 Tahun 1990

Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi (pasal 1 butir 14 UU No. 5 Tahun 1990).

Kawasan Pelestarian Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya (Pasal 1 butir 13 UU No. 5 Tahun 1990).

Berikut ini daftar Taman Nasional yang ada di Indonesia (anda dapat klik tulisan berwarna biru setiap kawasan berdasarkan pulau pada peta diatas) :
Taman Nasional di Pulau Sumatera Taman Nasional di P. Jawa Taman Nasional di Bali dan Nusa Tenggara
1. Gunung Leuser *) **) 1. Ujung Kulon **) 1. Bali Barat
2. Siberut *) 2. Kepulauan Seribu 2. Gunung Rinjani
3. Kerinci Seblat **) 3. Gunung Halimun 3. Komodo *) **)
4. Bukit Tigapuluh 4. Gunung Gede Pangrango *) 4. Manupeu Tanah Daru
5. Bukit Duabelas 5. Karimunjawa 5. Laiwangi Wanggameti
6. Berbak ***) 6. Bromo Tengger Semeru 6. Kelimutu
7. Sembilang 7. Meru Betiri
8. Bukit Barisan Selatan **) 8. Baluran
9. Way Kambas 9. Alas Purwo
10. Batang Gadis 10. Gunung Merapi
11. Tesso Nilo 11. Gunung Merbabu
12. Gunung Ciremai
   
Taman Nasional di Pulau Kalimantan Taman Nasional di P. Sulawesi Taman Nasional di Maluku dan Papua
1. Gunung Palung 1. Bunaken 1. Manusela
2. Danau Sentarum ***) 2. Bogani Nani Wartabone 2. Aketajawe – Lolobata
3. Betung Kerihun   3. Lore Lindu *) 3. Teluk Cendrawasih
4. Bukit Baka-Bukit Raya   4. Taka Bonerate  4. Lorentz **)
5. Tanjung Puting *) 5. Rawa Aopa Watumohai 5. Wasur
6. Kutai  6. Wakatobi
7. Kayan Mentarang  7. Kepulauan Togean
8. Sebangau 8. Bantimurung – Bulusaraung


 *) Cagar BiosferKeterangan:
**) World Heritage Sites
 ***) Ramsar Sites

Asal Usul Nama kota Banyuwangi



Asal Usul Nama kota Banyuwangi - Mendengar nama Banyuwangi, pasti yang terlintas oleh pikiran kita adalah sosok Danang, pemenang juara ke 2 pancarian bakat lagu-lagu Dangdut di salah satu stasiun televisi swasta terkenal di Indonesia. Dengan hadirnya beliau di ajang tersebut, tidak hanya namanya yang melambung tinggi,  namun juga mengangkat kota asalnya menjadi semakin dikenali keseluruh negri.


Namun dibalik itu semua, ternyata nama Banguwangi sendiri sudah menjadi buah bibir bagi seluruh rakyat indonesia, khususnya rakyat Jawa Timur. Buah bibir tersebut mengenai Asal Usul di balik nama Kabupaten yang paling ujung sebelah timur pulau jawa ini. Bagaimana cerita selengkapnya?? Dan berikut adalah cerita Asal Usul Nama Banguwangi.
*****
Kisah diawali dengan menceritakan tentang seorang ksatria yang tampan dan gagah perkasa, bernama Raden Sidopekso yang merupakan keturunan keluarga Pandawa. Ia mengabdi kepada seorang Raja yang bekuasa di Negeri Sindurejo bernama Raja Sulakromo. Suatu saat Sidopekso diutus oleh sang raja untuk mencari obat kepada kakeknya Bhagawan Tamba Petra yang bertapa di pegunungan. Disana ia bertemu dengan seorang gadis yang sangat ayu bernama Sri Tanjung. Sri Tanjung bukanlah gadis biasa, karena ibunya adalah sorang bidadari yang turun ke bumi dan diperistri seorang manusia. Karena itu lah Sri Tajung meiliki paras yang luar biasa cantik jelita. Raden Sidopekso jatuh hati dan menjalin cinta dengan Sri Tanjung yang kemudian dinikahinya.
Setelah menjadi istrinya, Sri Tanjung diboyong ke Kerajaan Sindurejo. Diam-diam Raja Sulakromo terpesona dan tergila-gila akan kecantikan Sri Tanjung. Sang Raja menyimpan hastar untuk merebut Sri Tanjung dari tangan Sidopekso, sehingga ia mencari siasat agar dapat memisahkan Sri Tanjung dari suaminya tersebut.
Lantas Sidopekso diutus oleh Raja Sulakromo pergi ke Swargaloka dengan membawa surat yang isinya kalau pembawa surat ini akan menyerang Swargaloka. Namun, atas bantian Sri Tanjung yang menerima warisan selendang ajaib peninggalan ibunya dari ayahnya, Raden Sudamala, Sidopekso dapat terbang ke Swargaloka. Setibaknya disana, Sidopekso yang tidak mengetahui apa isi surat tersebut menyerahkan kepada para dewa. Akibatnya dia dihajar dan dipukuli oleh para dewa. Namun pada akhirnya, dengan menyebutkan leluhurnya adalah Pandawa, maka jelaslah kesalahpahaman itu. Raden Sidopekso kemudian dibebaskan dan diberi berkah oleh para dewa.
Sementara itu dibumi, sepeninggal Sidopekso, Sri Tanjung digoda oleh Raja Sulakromo. Sri Tanjung menolak, namun Sulakromo tetap memaksa, memeluk Sri Tanjung, dan hendak memperkosanya. Mendadak datanglah Sidopekso yang menyaksikan istrinya berpelukan dengan sang Raja. Raja Sulakromo yang jahat dan licik, malah balik memfitnah Sri Tanjung dengan menuduhnya sebagai wanita sundal penggoda yang menganjaknya untuk berbuat zina. Sidopekso termakan hasutan sang Raja dan mengira istrinya selah berselingkuh, sehingga ia terbakar amarah dan kecemburuan. Sri Tanjung memohon kepada suaminya agar percaya bahwa ia tidak berdosa dan selalu setia. Akhirnya dengan garang Sidopekso yang sudah gelap mata menikam Sri Tanjung dengan keris hingga tewas. Dan membuang jasad istrinya tersebut ke sungai. Namun keajaiban pun terjadi, sungai yang tadinya keruh berubah menjadi jernih seperti kaca dan menyebarkan wangi harum semerbak. Tanpa sengaja Sidopekso mengucap wangi...wangi... banyu.. bangi... Dan nama tersebut menjadi anama daerah tersebut yang kita kenal sekarang dengan Banyuwangi. Nama Banyuwangi tersendiri berasal dari kata Banyu dan Wangi. Banyu yang artinya Air, sedangkan Wangi berarti harum.

Taman Nasional Berbak Jambi Sumatera


Taman Nasional Berbak terletak di 2 (dua) Wilayah Kabupaten yakni: Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dipesisir timur Provinsi Jambi disekitar bagian kanan Sungai Batanghari yang dapat diakses melalui jalan darat maupun melalui Sungai Batanghari.

Taman Nasional Berbak merupakan kawasan pelestarian alam untuk konservasi hutan rawa terluas di Asia Tenggara yang belum terjamah oleh eksploitasi manusia. Keunikannya berupa gabungan yang menarik antara hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar yang terbentang luas di pesisir Timur Sumatera.

Kawasan ini diakui sebagai kawasan hutan rawa gambut yang ekstensif dikawasan Asia Pasifik (Mijn dan Rahman 1992), meskipun terjadi pembukaan lahan diperbatasan bagian utaranya (disepanjang Sungai Batanghari).

Pintu masuk Taman Nasional Berbak (https://muherda.blogspot.co.id)

Taman Nasional Berbak tidak saja dilindungi secara Nasional, tetapi juga secara Internasional yaitu dengan ditetapkan sebagai Lahan Basah Internasional dalam Konvensi RAMSAR pada tahun 1992.

Pintu masuk bagian Barat taman nasional ini ditempuh dengan menyelusuri sungai Air Hitam Dalam. Dinamakan Air Hitam Dalam karena warna airnya hitam seperti kopi. Pada waktu air laut surut, kotoran satwa, serasah daun dan lain-lain dari dalam hutan bakau dibawa air sungai tersebut menuju Sungai Batanghari dan terus ke laut.

Taman Nasional Berbak (https://archive.kaskus.co.id)

Topologi

Taman Nasional Berbak yang terletak di pesisir pantai timur Jambi ini mempunyai kondisi topografi yang relatif datar dengan ketinggian hanya mencapai 12,5 meter diatas permukaan laut dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Ekosistem

Taman Nasional Berbak (https://archive.kaskus.co.id)

Taman Nasional Berbak merupakan satu dari dua kawasan Ramsar Site di Indonesia meliputi tipe ekosistem hutan rawa gambut yang tidak terganggu seluas 110.000 ha, hutan rawa air tawar seluas 60.000 ha dan dan sisanya merupakan hutan dataran rendah yang umumnya berada disekitar tepi sungai (Scoot 1989), dengan kedalaman gambut mencapai 10 Meter. Terdapat pengurangan kawasan seluas 1500 ha yang merupakan kawasan hutan mangrove ketika berubah status dari Suaka Marga satwa ke Taman Nasional (Colijn 1999). Kurang lebih 90 % kawasan ini merupakan daerah konservasi, sedangkan 10 % merupakan lahan pertanian (Sibeua 1998) dan (IBSAP 2003-2020).

Flora

Taman Nasional Berbak sebagai kawasan dengan ekosistem lahan basah rawa-rawa mempunyai ciri-ciri khusus yang ditandai dengan jenis-jenis vegetasi yang tahan dengan genangan air.

Perakaran dengan banir (akar papan) yang tinggi dan kokoh serta akar-akar nafas menjadi pemandangan tersendiri. Di kanan kiri sepanjang sungai akan banyak kita jumpai jenis vegetasi Rasau, Bakung dan Rumput-rumputan. Selain itu daerah yang dipengaruhi oleh air asin tegakkan awalnya selau dimuklai dengan pohon Nipah (Nypha).

Taman Nasional ini mempunyai 10 jenis pandan dari keluarga Pandanaceae. Bahkan lebih dari 27 jenis palem dari keluarga Aracaceae berada di kawasan ini, menjadikannya sebagai kawasan dengan jenis palem yang dikenal terbanyak di indonesia.

Beragam Palem (https://www.polairjambi.or.id)

Jenis palem yang termasuk kedalam tanaman hias langka adalah jenis palem berdaun payung (Johannesteijsmannia altifron) serta tumbuhan endemik Berbak yaitu Lepidonia kingii lorantaceae yang berbunga besar berwarna merah/ungu.

Jenis pepohonan besar diantaranya Ramin (Gonystilus bancanus), Jelutung (Dyera costulate), Durian (Durio carinatus), Pulai serta dari keluargaDipterocarpaceae.

Jenis-jenis anggrek hutan masih banyak yang belum terungkapkan diantaranya adalah anggrek harimau yang berbunga sepuluh tahun sekali. Jenis tumbuhan di taman nasional antara lain meranti (Shorea sp.), dan berbagai jenis palem. Taman Nasional Berbak terkenal memiliki paling banyak jenis palem tanaman hias di Indonesia. Jenis palem tanaman hias yang tergolong langka antara lain jenis daun payung (Johanesteijmannia altifrons) serta jenis yang baru ditemukan yaitu Lepidonia kingii (Lorantaceae) yang berbunga besar dengan warna merah/ungu.

Fauna

Harimau Sumatera (Panther Tigris Sumatrensis) - https://www.wapblog.in

Dengan menyusuri sungai-sungai utama maupun anak sungai dalam kawasan ini akan dapat kita temukan berbagai hidupan liar. Burung-burung seperti Bebek hutan (Cairina scutulata), semua jenis raja udang (Alcedenidae) serta 9 jenis Rangkong yang hidup di Sumatera.

Kawasan ini juga menyimpan Bangau Tontong (Leptotilus javanicus). Pantai Cemara merupakan daerah persinggahan burung-burung migran diantaranya Trulek, Trinil, dan lain-lain. Taman Nasional ini diperkirakan menyimpan lebih dari 300 jenis burung.

Beberapa jenis primata seperti Beruk (Macaca nemestrina), Kera ekor Panjang (Macaca Fasticularis), Surih (Presbitis cristata) dan Siamang (Symphalangus syndactylus).

Buaya Muara (Crocodilus porosus) - https://wikimapia.org

Kehidupan liar di air diantaranya dari jenis reptilia yaitu Buaya Muara (Crocodilus porosus). Buaya Air Tawar atau Sinyulong (Tomistoma schegelii), Kura-kura Gading (Orlita borneisnsis), Labi-labi serta Tutong (Batagur baska).

Dari jenis ikan terdapat Arwana dan Belida. Beberapa jenis mamalia yang terdapat di kawasan ini diantaranya Tapir (Tapirus indicus), Harimau Sumatera (Panther tigris sumatrensis), Beruang Madu (Helartos malayanus).

Ratusan bahkan ribuan burung migran dapat dilihat di taman nasional ini, yang dapat menimbulkan kekaguman apabila burung-burung tersebut terbang secara berkelompok.

Kura-kura Gading (Orlita borneisnsis) - https://archive.kaskus.co.id

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi

• Air Hitam Dalam. Menyelusuri sungai dan melihat menyaksikan kehidupan tumbuhan/satwa. Air Hitam Dalam merupakan habitat harimau Sumatera.

• Simpangkubu. Penelitian atau menjelajahi hutan, pengamatan satwa dan tumbuhan.

• Air Hitam Laut. Penelitian atau menjelajahi hutan, pengamatan satwa dan tumbuhan.

• Atraksi budaya di luar taman nasional: Parade Budaya pada bulan April di Sungai Batanghari-Muara Bulian, Jambi.

Musim kunjungan terbaik

Dari bulan Maret s/d November setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi

Dari Jambi menyelusuri sungai Batanghari dengan menggunakan speed boat berbelok ke kanan menyelusuri sungai Air Hitam Dalam selama 2,5 – 3 jam, atau langsung ke Nipah Panjang selama 4-5 jam. Dari Nipah Panjang dilanjutkan ke Desa Air Hitam Laut selama 5-8 jam melalui Laut Cina Selatan (perjalanan ke Air Hitam Laut harus melihat cuaca ombak Laut Cina Selatan yang terkenal ganas).

Informasi lebih lanjut hubungi


Balai Taman Nasional Berbak Jambi 
Jl. Yos Sudarso KM. 4, PO. BOX 122, Sejinjang, Kota Jambi
Telp.: (62) 741 31257

Taman Nasional Kerinci Seblat Jambi Sumatera

Orang Pendek (Uhang Pandak) masih Misterius

Pembentukan Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan hasil dari penyatuan beberapa kawasan Cagar Alam, seperti: Cagar Alam Inderapura dan Bukit Tapan, Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu embun dan Gedang Seblat. Di dalam cagar alam tersebut terdapat kawasan hutan lindung dan hutan produksi. Kawasan hutan berfungsi menghasilkan air guna memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang hidup disepanjang bantaran sungai seperti sungai Batanghari dan sungai Musi. Mengingat peran yang sangat vital dari hutan tersebut, maka pada tanggal 4 Oktober 1982 bertepatan dengan Kongres Taman Nasional Sedunia yang diadakan di Bali, pemerintah menjadikan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai kawasan hutan lindung.

Papan nama sudah usang (https://puteriputeri.com)

Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki luas 1.368.000 Ha, dengan perincian: seluas 353.780 Ha (25,86%) berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat, 422.190 Ha (30,86%) berada di wilayah Provinsi Jambi, 310.910 Ha (22,73%) terletak di Propinsi Bengkulu; dan seluas 281.120 Ha (20,55%) terletak di Propinsi Sumatera Selatan. Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat masuk dalam wilayah 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa di empat provinsi tersebut. Sebagian besar kawasan taman nasional ini merupakan rangkaian pegunungan Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera bagian tengah.

Larangan (https://puteriputeri.com)

Topografi

Topografi Taman Nasional Kerinci Seblat yang berada pada ketinggian antara 200 sampai dengan 3.805 meter dpl ini bergelombang, berlereng curam dan tajam. Sedangkan topografi taman yang relatif datar, terdapat pada ketinggian 800 meter dpl atau terdapat di daerah enclave yang berada di Kabupaten Kerinci.

Ekosistem

Taman Nasional Kerinci Seblat (https://hatakehafiz.wordpress.com) 

Di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat terdapat beberapa tipe ekosistem hutan. Mulai dari tipe ekosistem hutan dataran rendah, sampai ekosistem sub alpin dan beberapa ekosistem khas seperti rawa gambut, rawa air tawar dan danau. Taman Nasional Kerinci Seblat juga memiliki hutan primer dengan beberapa tipe vegetasi.

Tipe vegetasi utama didominasi formasi seperti: Vegetasi dataran rendah yang berada di atas 200 sampai 600m dari permukaan laut (dpl); hutan dengan Vegetasi pegunungan/bukit yang berada pada ketinggian 600 sampai 1.500m dpl; hutan Vegetasi montana yang berada pada ketinggian 1.500 sampai 2.500 m dpl; hutan Vegetasi belukar gleichenia/paku-pakuan yang tumbuh pada ketinggian 2.500 sampai 2.800m dpl dan terakhir hutan Vegetasi sub alpine yang tumbuh pada ketingian 2.300 sampai 3.200m dpl.

Flora

Flora Taman Nasional Kerinci Seblat (https://ronalsaputraa.blogspot.co.id)

Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki 4.000 jenis tumbuhan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae. Tumbuhan yang langka dan endemik seperti pinus kerinci (Pinus merkusii strain Kerinci), kayu pacat (Harpulia alborea), bunga raflesia (Rafflesia arnoldi dan R. hasseltii), dan bunga bangkai (Amorphophallus titanum dan A. decus-silvae).

Fauna

Harimau Loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrensis) - httpss://hatakehafiz.wordpress.com

Fauna di wilayah taman nasional terdiri antara lain Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis), Macan Dahan (Neopholis nebulosa), Harimau Loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), Kucing Emas (Felis termminnckii), Tapir Melayu (Tapirus indica), Beruang Madu, Kambing Hutan (Capricornis sumatrensis). Jenis amphibia antara lain: Katak Bertanduk (Mesophyrs nasuta); jenis primata: Siamang (Sympalagus syndactylus) Ungko (Hylobates agilis), Wau-wau Hitam (Hylobates lar), Simpai (Presbytis melalobates), Beruk (Macaca nemestrina) dan Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan jenis burung endemik seperti: Burung Tiung Sumatera (Cochoa becari), Burung Puyuh Gonggong (Arborophila rubirostris), Burung Celepuk (Otus stresemanni) dan Burung Abang Pipi (Laphora inornata), sekitar 370 spesies burung.

Potensi Pengamatan

Orang pendek (Uhang Pandak) masih misterius (https://mdprias.blogspot.co.id)

Potensi lainnya yang menarik perhatian pengunjung di taman nasional ini, seperti pengamatan suara burung rangkong (Buceros rhinoceros sumatranus) dan julang (Aceros undulatus undulatus) serta suara tawa histeri yang menakjubkan dari burung gading (Rhinoplax vigil); adanya kucing emas (Catopuma temminckii temminckii) yang sangat misterius; serta adanya misteri yang belum terpecahkan tentang sejenis satwa primata yang berjalan tegak dan cepat sekali menghilang diantara pohon, dimana masyarakat setempat menamakannya “orang pendek”.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi

• Gunung Kerinci. Mendaki gunung dan berkemah. Gunung Kerinci (3.805 m. dpl) merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan masih aktif. 

• Danau Gunung Tujuh. Melihat panorama danau, dan pengamatan satwa. Danau Gunung Tujuh merupakan danau vulkanik yang tertinggi di Sumatera (2.000 m. dpl) seluas 1.000 ha yang dikelilingi oleh tujuh buah gunung. 

• Goa Napal Licin dan Kasah. Melihat kompleks goa yang kaya akan stalaktit dan stalaknit 

• Grao Solar, Nguak dan Kunyit. Melihat semburan air panas (airnya sangat jernih) setinggi 15 meter dan pengamatan satwa. 

• Letter W. Melihat bunga raflesia dan bunga bangkai, serta kelinci Sumatera. • Rawa Ladeh Panjang. Penelitian dan pengamatan satwa.

Wisata budaya

Melihat budaya Suku Kubu yang masih tradisional, atraksi budaya di luar taman nasional berupa Parade Budaya pada bulan November di Sungai Penuh, Budaya Melayu pada bulan Januari di Jambi, dan Festival Tabot pada bulan Juni di Bengkulu.

Musim kunjungan terbaik

Dari bulan Januari s/d Oktober setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi

Dari Padang-Tapan-Sungai Penuh berjarak 278 km (7-8 jam) dengan mobil, Padang-Muaralabuh-Kersik Tuo, 211 km (5-6 jam) dengan mobil, Jambi-Sarko-Sungai Penuh, 500 km (9-10 jam) dengan mobil dan Bengkulu-Tapan-Sungai Penuh, 417 km (8-9 jam) dengan mobil.

Informasi lebih jauh hubungi

Lokasi Balai Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat 

Kantor UPT Taman Nasional Jambi 
Jl. Basuki Rahmat No. 11, Sungai Penuh 32112, Jambi 
Telp. (62) 748-22240, (62) 748 22250 
Fax. 0748-22300 

Kantor Pusat Pengurus Taman Nasional II (PTN II) Padang 
Jalan Khatib Sulaiman no. 46 Padang 
Telp./fax: (62) 751-447668 

Kantor Sub Balai KSDA Propinsi Bengkulu 
Jl. Mahoni No. 11 Bengkulu 
Telp. (62) 736 21697 

Kantor Sub Balai KSDA Sumatera Selatan 
Jl. Kol. H. Barlian Punti Kayu Km 6,5 Palembang 
Telp. (62) 711 410948.

Tradisi Masyarakat Aceh - Peusijuk



Tradisi Masyarakat Aceh - Peusijuk - Masyarakat Aceh khususnya suku Aceh merupakan suku bangsa di Indonesia yang pertama kali memeluk agama islam. Dengan identitas tersebut, pastinya banyak sekali tradisi-tradisi yang benuansa islami zaman dulu di Aceh masih dipertahankan dan terus diletarikan hingga sekarang. Salah satu tradisi masyarakat aceh yang masih dipertahankan hingga saat ini adalah Tradisi Peusijuk.

Peusijuk adalah prosesi adat yang dilakukan pada kegiatan-kegiatan tertentu dalam kehidupan masyarakat aceh. Dalam bahasa aceh, Peusijuk terdiri dari dua kata, yaitu kata Peu dan Sijeuk. Kata Peu disini bermakna sebagai awalan untuk kata Sijeuk, dan Sijeuk sendiri berarti dingin. Jadi jika digabungkan dengan awalan kata Peu menjadi arti pendingin atau membuat sesuatu menjadi dingin. Tujuan Peusijuk sebenarnya adalah untuk memberkati sesuatu, termasuk didalamnya mendoakan orang yang akan di Peusijuk.
Menurut beberapa pakar sejarah Aceh, sebenarnya tradisi Peusijuk merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Hindu. Namun dari sebagaian kebiasaan atau adat masyarakat Aceh, menurut para ulama pada zaman awal islam di Aceh menganggap tradisi Peusijuk tidak bertentangan dengan islam, namun ada beberapa yang diganti sehingga masih dilestarikan dan diperbolehkan hingga sekarang.
Dalam masyarakat aceh, tradisi Peusijuk ini dapat dilakukan pada kenduri perkawinan, kenduri sunatan, pada saat seseorang yang hendak berangkat haji, Peusijuk kurban, dan berbagai upacara lainnya. Ternyata, tradisi Peusijuk tidak hanya dilakukan pada saat upacara tertentu saja, ada juga Peusijuk dilakukan setelah terjadinya perdamian antara dua atau beberapa orang yang sebelumnya bertikai, Peusijuk pada perempuan yang baru saja bercerai, Peusijuk pada seseorang yang baru memperoleh keberuntungan seperti lulus dari perguruan tinggi, diterima pekerjaan disuatu tempat yang di inginkan, memperoleh kedudukan/jabatan, serta Peusijuk yang dilakukan bagi seseorang yang mendapatkan sesuatu yang baru, seperti rumah baru, atau kendaraan baru. Tujuan Peusijuk benda adalah agar benda baru tersebut berkah selama digunakan oleh pemiliknya.
Biasanya, tradisi Peusijuk dilakukan oleh orang yang sudah tua atau dipandang memiliki kelebihan dalam masyarakat, seperti seorang Teungku (ustadz) atau Umi Chik (ustadzah atau wanita yang menguasai ilmu agama). Orang yang melakukan Peusijuk tersebut biasanya yang memahami tujuan dan doa-doa yang dibacakan pada Peusijeuk. Ada beberapa unsur penting dari tradisi Peusijuk ini. Pertama, bahan yang digunakan dari dedaunan (biasanya daun Cocor bebek), rererumputan (rumput Manek mano dan naleungsambo), padi, tepung, air, dan nasi ketan. Semua bahan tersebut mengandung arti masing-masing, seperi dedaunan dan rerumputan mengandung arti keharmonisan, keindahan, dan kerukunan, semua dedaunan dan rerumputan tersebut diikat sebagai lambang kekuatan. Padi mengandung arti sebagai kesuburan dan kemakmuran, air dan tepung mengandung arti kesabaran dan ketenangan, dan nasi ketan sebagai pelekat mengandung arti persaudaraan.

Kedua, gerakan yang dilakukan pada saat di Peusijuk. Untuk menghilangkan gerakan dalam agama Hindu, gerakannya hanya mengikuti arah memercikan air dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri sesekali disilang. Ketiga, doa yang dibacakan menurut acara Peusijuk. Karena berasal dari peninggalan Hindu, jika dulu Peusijuk menggunakan jampi-jampi atau mantra, maka sekarang digantikan dengan bacaan doa dalam bahasa arab sesuai dengan momen dari Peusijuk tersebut. Dan yang terakhir adalah teumuteuk (pemberian Uang).
Meski ada dari beberapa dari kita baru mendengar tradisi tersebut, tapi bagi masyarakat Aceh Tradisi tersebut menjadi sebuah tradisi rutinitas adat sesuai dengan momen Peusijuknya. Dan inilah warisan budaya dari masyarakat Aceh yang turut memperkaya budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan keberadaannya agar tidak tergerus oleh semakin modernnya zaman.

Tegs : #Tradisi Aceh #Upacara Adat di Aceh #Tradisi Peusijuk #Adat Aceh