Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Landmark atau Ikon Setiap Provinsi di Indonesia (Bagian 2)



17. Provinsi Bali, Pura Besakih
Bali adalah salah satu Provinsi yang masih sangat kental akan budayanya, banyak sekali tempat-tempat menjadi sentra objek wisata, salah satunya pun bahkan menjadi landmarknya Provinsi Bali. Dalam Logo provinsi Bali terdapat sebuah pura yang melambangkan keagungan. dan salah satu Pura yang paling terkenal di Bali bahkan Indonesia adalah Pura Besakih. Pura Besakih adalah sebuah komplek pura yang merupakan pusat kegiatan bagi umat Hindu di Bali. Pura yang berada di lereng selatan Gunung Agung ini memiliki 1 pusat Pura (Pura Besakih) dan 17 pura pendamping yang tersebar di sekeliling Pura pusat. Didalam komplek Pura Besakih terdapat 3 arca atau candi utama, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa. Menurut menurut kepercayaan umat Hindu arca tersebut menjadi symbol sifat Tuhan Tri Murti, yang melambangkan Dewa Pecipta, Dewa Pemelihara, dan Dewa Pelebur. Pura Besakih masih di usulkan sebagai Warisan dunia UNESCO sejak tahun 1995. Landmark lainnya dari Provinsi Bali adalah Patung Garuda Wisnu Kencara, Pantai Kuta, Tari Kecak, dan masih banyak lagi.
18. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Gunung Rinjani
Sama halnya seperti Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Nusa Tenggara Barat pun menjadikan wisata alamnya yaitu Gunung Rinjani sebagai landmark daerahnya. Gunung Rinjani adalah gunung berapi tertinggi di Indonesia yang memiliki ketinggian 3.728 mdpl. Gunung yang berada di Pulau Lombok ini merupakan menjadi salah satu Gunung favorit bagi para pendakian. Ditambah lagi, Gunung Rinjani memiliki sebuah Danau yang bernama Danau Segara Anak yang berada di ketinggian kurang lebih 2.010 mdpl dengan kedalaman danau sekitar 230 meter dan memiliki luas sekitar 1.100 Ha. Karena keindahannya, Bank Indonesia pada tahun 1998 mengeluarkan uang pecahan 10.000 an  yang bergambarkan Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak. Tidak hanya Gunung Rinjani, Istana Bima, Tugu Giri Town Square, Hewan Menjangan dan Islamic Centre Lombok pun menjadi Landmarknya Provinsi Nusa Tenggara Barat.
19. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Komodo
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, landmark tidak hanya menggambarkan sebuah bangunan atau Monument saja, yang terpenting sebuah landmark bisa menjadi ciri sebagai wilayah tertentu dari wilayah lainnya. Begitu juga Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadikan Hewan Komodo menjadikan landmark provinsinya. Seperti yang kita tahu Komodo adalah hewan sejenis Kadal terbesar di Dunia yang hanya ada di Pulau Komodo dan sekitarnya. Hewan yang pertama kali ditemukan oleh peneliti barat pada tahun 1910 ini memiliki panjang 2–3 meter dan berat sekitar 70 kg. Komodo adalah hewan karnivora, mereka kebanyakan memakan daging bangkai. Penciumannya sangatlah tajam, mereka dapat menemukan binatang mati dengan jarak hingga 9,5 km. Pada tahun 2013, Komodo menjadi salah satu dari 7 Keajaiban Alam yang ada di Dunia. Landmark lainnya yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Patung Sonbai, serta Monumen Pancasila.
20. Provinsi Kalimantan Barat, Tugu Khatulistiwa
Secara geografi Indonesia adalah salah satu Negara yang dilintadi oleh garis khatulistiwa, garis khatulistiwa sendiri adalah sebuah garis imajinasi yang menggambarkan atau sebagai penanda garis tengah antara kutub utara dengan kutub selatan. Di Indonesia, kota Pontianak Kalimantan Barat menjadi salah satu kota yang dilintasi oleh garis khatulistiwa tersebut. Sebagai penanda, dibuatlah sebuah tugu dan menjadi landmarnya provinsi Kalimantan Barat, tugu tersebut bernama Tugu Khatulistiwa. Tugu ini pertama kali dibangun pada tahun 1928. Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu besi dengan ketinggian tonggak bagian depan 3,05 meter dan bagian belakang 4,40 meter, serta masing-masing berdiameter 0,30 meter. Pada bagian atas terdapat sebuah lingkaran yang berdiameter 2,11meter bertuliskan EVENAAR (dalam bahasa Indonesia berarti khatulistiwa) serta panah penunjuk arah lingkaran yang memiliki panjang 2,15 meter. Selain Tugu Khatulistiwa, Landmard lain yang berada di Kalimantan Barat yaitu Istana kadariyah, Masjid Raya Mujahidin, Jembatan Kapuas, Patung Naga Emas, Tugu Terigas, dan Burung Enggang Gading.
21. Provinsi Kalimantan Tengah, Burung Enggang
Jika Provinsi Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Barat menggunakan Wisata alam, maka Provinsi Kalimantan Tengah menggunakan hewan sebagai Landmark daerahnya. Hewan tersebut adalah Burung Enggang. Burung Enggang Adalah salah satu Burung andemik Pulau Kalimantan, burung ini bisa dikatakan sebagai lambang kehidupan bagi masyarakat Suku dayak. Hampir seluruh bagian tubuh burung Enggang menjadi lambang dan symbol kebesaran suku terbesar di Pulau Kalimantan ini. Burung yang mempunyai paruh berbentuk tanduk sapi tetapi tanpa melingkar dan biasanya berwarna terang sekarang ini menjadi burung yang hampir punah karena kerusakan habitatnya. Selain Burung Enggang, Provinsi Kalimantan tengah mempunyai landmark seperti Tugu Soekarno,Tugu Batang Garing, dan Jembatan Merdeka.
22. Provinsi Kalimantan Selatan, Jembatan Barito
Sungai Barito adalah Sungat terbesar yang ada di Indonesia, yang yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah ini mempunyai pengaruh penting bagi masyarakat Kalimantan selatan khususnya. Di sungai ini terdapat sebuah jembatan yang menjadi Landmarknya di Provinsi Kalimantan Selatan, jembatan tersebut adalah Jembatan Barito. Jembatan yang pertama kali di bangun pada tahun 1993 memiliki panjang keseluruhan 1.082 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter dan jembatan pendekat 180 meter, serta memiliki lebar 10,37 meter. Jembatan Barito  menjadi jalan penghubung Trans Kalimantan dan menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan serta jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Landmark lain yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Tugu Bekatan, Tugu Pancasila, Pasar Terapung, Tugu Simpang Empat, dan lainnya.
23. Provinsi Kalimantan Timur, Masjid Islamic Center Samarinda
Provinsi Kalimantan Timur merupakan Provinsi terkaya di Indonesia. Dengan sumber daya alam dan manusianya yang baik, Provinsi Kalimantan Timur terus berbenah membangun bangunan-bangunan megah sebagai symbol kekayaan alam Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu bangunan megah dan menjadi landmarknya Provinsi Kalimantan Timur sekarang ini adalah Masjid Islamic Center Samarinda. Masjid yang berada ditepian sungai Mahakam ini merupakan masjid terbesar ke tiga di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta, dan Masjid AL-Akbar di Surabaya. Masjid Islamic Center Samarinda memiliki luas bagunan utama 43.500 m2, serta luas bangunan adalah 7.115 m2 dan luas lantai basement 10.235 m2. Bangunan Masjid ini juga memiliki menara sebanyak 7 menara, dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermaknakan asmaul husna, 4 di masing-masing sudut masjid setinggi 70 meter, dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. 6 manara ini bermakna rukun iman. Landmark lainnya yang berada di Provinsi Kalimantan Timur adalah Patung Lembu Swana,  Taman Bekapai, Monument Tambangan, dan Kepulauan Derawan.
24. Provinsi Kalimantan Utara, Tugu Perdamaian
Provinsi Kalimantan Utara adalah Provinsi termuda yang ada di Indonesia, Provinsi ini dari Provinsi Kalimantan Timur. Meski tergolong baru, namun provinsi ini mempunyai Landmark yang menjadi kebanggan bagi rakyatnya, landmark tersebut adalah Tugu Perdamaian. Tugu yang berada di pusat kota Tanjung Selor ini memiliki ketinggian kurang lebih 20 meter dan lebar 5 meter. Pada bagian badan tugu terdapat ukiran-ukiran indah khas Kalimantan yang melambangkan keragaman suku yang ada di Kalimantan Utara. Serta bagian atas terdapat Burung Enggang yang merupakan burung kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan Utara. Selain Tugu perdamaian, Taman Lansia, juga berada di Provinsi Kalimantan Utara menjadikan landmarknya.
25. Provinsi Sulawesi Utara, Patung Yesus Memberkati
Patung yesus memberkati adalah Monumen Yesus Kristus yang berada di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Monumen yang diresmikan pada tahun 2007 ini memiliki tinggo 50 meter dari permukaan tanah, dimana patungnya sendiri memiliki tinggi 30 meter dan 20 meter sebagai tinggi penompangnya, serta memiliki kemiringan sekitar 20 derajat. Bagi masyarakat Sulawesi Utara, Monument Yesus Memberkati menjadi symbol kebangkitan Yesus Kristus sesaat setelah kematian dan memberkati kaumnya sesaat sebelum naik ke surga. Monument Patung Memberkati merupakan Patung Yesus tertinggi kedua di Dunia. Selain Monument Patung Memberkati, Provinsi Sulawesi Utara mempunyai Landmark lainnya seperti Laman Laut Bunaken, Tugu Dotu Lorong Lasut, Jembatan Soekarno, Tugu Sam Ratulangi. Dan lainnya.
26. Provinsi Gorontalo, Menara Keagungan Limboto
Menara Keangunang Limboto adalah sebuah menara kebanggaan dan Landmarknya Provinsi Gorontalo, menara yang pertama kali dibangun ini memiliki ketinggian 65 meter dan lebar 21 meter, serta memiliki 5 lantai. Dari kelima lantai tersebut, terdapat ruangan-ruang yang mempunyai fungsi masing-masing. Pada Lantai I terdapat Auditorium atau ruangan untuk rapat yang berkapasitas 200 orang. Di lantai kedua dirancang sebagai restaurant dan tempat bersantai, kapasitas di lantai ini 120 orang. Di lantai ketiga dirancang sebagai tempat berjualan Suvenir khas gorontalo dan dan berkapasitas hanya 40 orang. Lantai keempat berkapasitas 20 orang, dan lantai keatas atau puncak menara berkapasitas 10 orang, kedua lantai ini berfungsi untuk menikmati pemandangan kota Gorontalo. Menara Keangunang Limboto berdekatan dengan sebuah Masjid megah dengan daya tampung 3000 jamah, Masjid tersebut adalah Masjid Agung Bairurrahman. Karena ini juga Menara Keangunang Limboto dianggap sebagai menara masjid tersebut. Landmark lain yang dimiliki Provinsi Gorontalo yaitu Monumen Pahlawan Nani Wartabone, Tugu Adipura Gorontalo, dan Benteng Otahana.
27. Provinsi Sulawesi Tengah, Jembatan Palu IV atau Jembatan Ponulele
            Jembatan Palu IV atau Jembatan Ponulele adalah sebuah jembatan yang menjadi landmarknya Provinsi Sulawesi Tengah. Nama Ponulele diambil dari Gubernur Sulawesi Tengah Aminuddin Ponulele. Bahkan masyarakat lokal meyebutkan jembatan ini dengansebutan Jembatan Palu IV karena jembatan ini merupakan jembatan ke empat di kota Palu. Jembatan yang baru diresmikan pada tahun 2006 ini berada di  Teluk Talise menghubungkan Palu Timur dan Palu Barat. Jembatan Ponulele memiliki panjang utama 250 m, dan lebar 7,5 m, dengan titik tertinggi lengkungan jembatan 20,2 m. jembatan yang berwarna kuning ini merupakan jembatan dengan lengkungan pertama di Indonesia serta ketiga di Dunia setelah Jepang dan Prancis. Landmark lain yangberada di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Tugu Nosarara Nosabatutu, Taman Nasional Lore Lindu, dan Danau Poso.
28. Provinsi Sulawesi Tenggara, Tugu Persatuan
Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi yang terdapat beberapa suku seperti Bugis, Buton, bahkan Jawa. Untuk menunjukan symbol persatuan dan kesatua dari berbagai suku tersebut, pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara membuat sebuah tugu dengan nama Tugu Persatuan. Tugu yang memiliki luas sekitar 1 hektar mempunyai tinggi sekitar 99 meter ini berada dipusat kota Kendari ini adalah landmarknya bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara. Namun karena kurang terawat, Tugu Pahlawan sekarang ini sangat kotor dan tidak terawat meskipun berdekatan dengan Kantor Walikota dan Kantor Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara. Landmark lainnya yang bedara di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu Masjid Raya Kendari, Istana Malige, Benteng Keraton Botton, dan Taman Nasional Wakatobi.
29. Provinsi Sulawesi Barat, Masjid Agung Mamuju
Sama halnya dengan Provinsi lain yang menggunakan masjid agung sebagai landmark daerahnya, begitu pun dengan Masjid Agung Mamuju yang merupakan masjid kebanggaan masyarakat dan landmarknya Provinsi Sulawesi Barat. Masjid Agung Mamuju atau Masjid Syuhada mampu menampung 3.000 jamaah ini memiliki 4 menara yang masing-masing setinggi 75 meter serta memiliki 7 kubah yang mereprentasikan tujuh lapis bumi dan tujuh lapis bumi. Untuk menuju ruang ibadah utama, pengunjung akan menaiki tangga sebanyak 33 anak tangga dari tiga penjurunya. Jadi jumlah keseluruhan yaitu 99 anak yangga yang bermakna jumlah tasbih. Masjid ini menjadi pusat keagamaan umat islam bagi masyarakat mamuju dan Sulawesi Barat. Selain masjid Syuhada, landmark yang berada di Provinsi Sulawesi selatan yaitu Mamuju Citty, Tugu Pahlawan Majene, dan Pantai Manakarra.
30. Provinsi Sulawesi Selatan, Benteng Ujung Pandang
Benteng Ujung Pandang adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang pertama kali dibangun pada tahun 1545. Namun setelah benteng ini diserahkan kepada belanda karena suatu perjanjian, benteng ini berubah nama menjadi Fort Rotterdam. Bentuk bangunan keseluruhan Benteng Ujung Pandang ini seperti seekor penyu yang henda merangkak turun ke lautan. Hal ini mempunyai filosofi jika penyu dapat hidup di darat maupun di Laut. Begitu juga dengan Kerajaan Gowa-Tallo yang Berjaya di daratan maupun di lautan. Luas Benteng Ujung pandang adalah 28.595 meter bujur sangkar ini di dalamnya terdapat sebuah Museum La Galigo yang menyimpan mengenai sejarah kebesaran Kerajaan Gowa-Tallo dan daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Landmark lainnya yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Pantai Losari, Monumen Mandala, Menara Phinisi UMN, Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, dan lainnya.
31. Provinsi Maluku, Monumen Martha Christina Tiahahu
 Martha Christina Tiahahu merupakan salah satu pahlawan perempuan yang ada di Indonesia. Pahlawan yang berasal dari Maluku ini merupakan salah satu pahlawan yang sangat berani meskipun usianya masih sangat muda yaitu 17 tahun. Konon dulu dalam pertempuran melawan Belanda, Martha Christina Tiahahu yang masih muda melemparkan batu kepada tentara Belanda ketika pasukannya kehabisan Amunisi. Karena keberanian besarnya dalam melawan senjata api hanya dengan batu, masyarakat Maluku menyebutnya seorang wanita Kabaressi (Berani). Untuk mengenang keberanian dan jasanya tersebut, pemerintahan Provinsi Maluku membuatkan sebuah monumen. Monumen Martha Christina Tiahahu berada di depan kantor DPRD Provinsi Maluku, posisinya yang berada diatas bukit membuat monument ini bisa dilihat di Kota Ambon Maluku. Selain Monumen Martha Christina Tiahahu, landmark yang berada di Provinsi Maluku Utara lainnya adalah Patung Kapitan Pattimura, Pantai Ora, dan Gong Perdamaian,
32. Provinsi Maluku Utara, Masjid Al Munawwaroh

Kota Ternate adalah salah satu Kota terpadat di Provinsi Maluku Utara. Kota yang berada di kaki gunung Gamalama ini mempunyai sebuah masjid yang begitu menawan di pandang dari laut karena letaknya berada di sisi pantai. Masjid tersebut bernama Masjid Al Munawwaroh. Masjid yang petrama kali dibangun pada tahun 2003 ini memiliki luas lahan 6 hektar, dengan luas masjidnya sendiri mencapai 9.523 m2 dan mampu menampung 15.000 jamaah. Masjid Al Munawwaroh memiliki 4 buah menara yang masing-masing setinggi 44 meter. Yang menjadinya unik  adalah dua dari manara Masjid Al Munawwaroh dibangun di atas laut dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Ternate dan masyarakat Maluku utara pastinya. Landmark lainnya yang berada di Provinsi Maluku utara yaitu Benteng Tolukko, Istana KesultananTernate, Istana Kesultana Tidore.
33. Provinsi Papua Barat, Kepulauan Raja Ampat
Kepulauan Raja Ampat merupakan sebuah gugusan pulau yang sangat indah. Kepualauan ini memiliki empat pulau besar yang berdekatan, Pulau-pulau tersebut yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta. Kepulauan Raja Ampat menjadi landmarknya Provinsi Papua Barat karena memiliki pemandangan bawah laut yang sangat cantik. Di kepulauan ini terdapat 75% spesies karang yang ada di dunia, sekitar lebih dari 540 karang keras, lebih dari 1.000 jenis ikan karang, dan 700 jenis moluska. Tidak hanya keindahan bawah lautnya saja, di Kepulauan Raja Ampat menjadi tempat bagi para flora dan fauna endemic papua berkumpul seperti burung Cendawarsih merah, Cendrawarsi Wilson, Aneka Bunga Anggrek dan masih banyak lainnya. Selain Kepulauan Raja Ampat, Landmark lainnya yang berada di Provinsi Papua Barat yaitu Burung Kasuari, Tugu Bahari, dan Patung Yesus Mansinam.
34. Provinsi Papua, Taman Nasional Lorentz
Pulau Papua adalah  pulau terbesar kedua di dunia, di pulau ini terdapat sebuah Taman nasional yang sangat luas, tidak hanya terbesar di Indonesia bahkan taman nasional ini merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Taman nasional tersebut adalah Taman Nasional Lorentz. Nama taman nasional yang mempunyai luas wilayah sebesar 2,4 juta Ha ini diambil dari seorang penjelasah asal belanda, yaitu Hendrikus Albertus Lorentz. Taman Nasional Lorentz terdapat 630 jenis burung, dan 123 jenis mamalia. Tidak hanya itu, di Taman Nasional Lorentz terdapat salju atau gletser di Puncak Jaya yang merupakan satu-satunya gletser tropika di Indonesia. Pada tahun 1999, Taman Nasional Lorentz ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Landmark lainnya yang berada di provinsi Papua adalah Tugu Selamat Datang, Burung Cendrawarsih, Tugu Sabang Merauke, dan Tugu Roket Nabire. 

Dan berikut adalah landmat-landmark atau ikon-ikon yang ada di 34 Provinsi di Indonesia. Landmark atau ikon tersebut menandakan sebuah suatu peristiwa atau suatu keindahan alam yang ada di daerah-daerahnya masing-masing. Dengan banyaknya landmark atau ikon tersebut juga sebagai penanda begitu banyaknya sejarah, tempat, dan budaya yang Negara kita miliki yang di Aplikasikan dalam bentuk Tugu, Monument atau pun bangunan lainnya. Mohon maaf jika ada kesalahan nama atau kekurang tepatan informasi. Semoga artikel ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi para pembaca. 

Tegs : Ikon Kota di Indonesia, Landmark Kota Di Indonesia

Landmark atau Ikon Setiap Provinsi di Indonesia (Bagian 1)



Landmark atau Ikon Provinsi di Indonesia - Landmark atau dalam bahasa Indonesia Markah tanah, atau mercu tanda, atau juga ikon adalah suatu unsur karakter penunjang setiap lingkungan atau kota tertentu yang dapat menimbulkan kesan tersendiri dari lingkungan atau kota tersebut bila dipandang atau di lihat oleh seseorang. Fungsi landmark sendiri salah satunya adalah sebagai tanda atau ciri suatu lingkungan atau kota tertentu dan sebegai pengenal kota tersebut dari kota-kota lainnya.
Di Indonesia sendiri, banyak sekali landmark-landmark yang menjadi ke khasan setiap daerah atau kota tertentu. Landmark ini berupa bangunan, monument, tempat, bahkan hewan atau tumbuhan yang hanya ada di lingkungan atau kota tersebut saja. Dan berikut adalah landmark-landmark atau ikon-ikon di 34 provinsi yang ada di Indonesia.
          1.  Provinsi Aceh, Masjid Raya Baiturrahman
             Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah mesjid yang menjadi landmark atau ikonnya provinsi aceh dan menjadi masjid kebanggaan bagi masyarakat aceh. Masjid ini merupakan mesjid Kesultanan Aceh yang dibangun pada tahun 1022 H. Dalam perjalannannya, mesjid ini pernah dibumihanguskan oleh belanda pada tahun 1873, namun dengan dibangun kembali dan beberapa kali mengalami renovasi dan perluasan. Luas area Masjid Raya Baiturrahman kurang lebih 4 Ha, yang mencakup 7 kubah, 4 menara, 1 menara induk, dibagian halaman di tumbuhi rumput yang ditata rapi dan tanaman / pohon hias dan dapat menampung 9.000 jamaah. Masjid Raya Baiturrahman adalah satu-satunya bangunan yang berdiri kokoh saat terjadinya Tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu. Selain Masjid Raya Baiturrahman, landmark yang berada di Provinsi Aceh lainnya adalah Rumoh Aceh Escepe Building Hill (Museum Tsunami), Monumen Tsunami, dan Monumen Kilometer Nol Indonesia.
          2. Provinsi Sumatera Utara, Istana Maimun
             Istana Maimun adalah Istana Kesultanan Deli yang dibangun tepat dipusat kota Medan dan sekarang ini menjadi ikon kota Medan. Istana ini dibangun oleh Sultan Makmud Al-Rasyid Perkasa Alamsyah, putra pendiri Kota Medan yaitu Sultan Mahmud Perkara Alam. Istana Mainum dibangun pada tahun 1888 hingga 1891. Istana yang di donimasi warna kuning ini memiliki luas 2.227 m2 dan memiliki 30 ruangan. Istana Mainum terdiri dari 2 lantai dan tiga bagian, yaitu bagian induk, bagian sayap kanan, dan sayap kiri. Di bagian depan terdapat bangunan Mesjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mesjid Raya Medan. Istana ini dibuka utuk umum setiap harinya dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB kecuali ada perayaan upacara adat khusus kesultanan. Tempat lainnya yang menjadi Landmark dari Provinsi Sumatera Utara adalah Masjid Raya Medan, Kantor Lonsum, Menara Air Tirtanadi, dan Danau Toba (Danau Terbesar se-Asia Tenggara).
          3. Provinsi Sumatera Barat, Jam Gadang
Jam Gadang adalah sebuah menara jam besar yang memiliki ketinggian 26 m, dan memiliki denah dasar seluas 13 x 4 m. Jam gadang ini merupakan landmarknya kota bukittinggi dan provinsi Sumatera barat. Jam Gadang di bangun pada tahun 1926 ini merupakan sebagai hadiah dari Ratu belanda kepada Sekretaris kota pada colonial belanda saat irtu bernama Rook Maker. Sesuai dengan sejarahnya, pada ornament Jam Gadang mengalami 3 kali perombakan. Dari mulai ornament patung ayam jantan pada kolonial Belanda, ornament klenteng pada komonial jepang, dan yang terakhir ornament rumah adat Minang pada pemerintahan Indonesia. Pada bagian jam, memiliki 4 jam masing-masing berdiameter 80 cm, jam tersebut di datangkan langsung dari Belanda. Jam besar ini hanya ada dua di dunia, Jam Gadang di Bukitinggi dan Big Ben di London Inggis. Selain jam gadang, Sumatera Barat juga mempunyai Benteng Vastenburg Jembatan Siti Nurbaya, dan Rendang pun menjadi sebagai landmark daerahnya.
          4.  Provinsi Riau, Situs Candi Muara Takus
Situs Candi merupakan komplek situs candi Budha yang merupakan candi tertua di Sumatera. Komplek candi yang berjarak kurang lebih 135 Km dari kota Pekanbaru atau lebih tepatnya terletak di Desa Muara takus, Kecamatan XIII koto, kabupaten Kampar ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter. Di dalam komplek situs Candi Muara Takus terdapat bangunan candi, diantaranya candi terbesar yaitu Candi Mahligai merupakan bangunan paling utuh diantara bangunan lainnya. Yang kedua yaitu Candi Tua, Candi Tua atau Candi Sulung merupakan bangunan terbesar diantara bangunan lainnya. Yang ketiga adalah candi Bungsu, candi ini hampir sama dengan candi tua hanya memiliki ukuran yang lebih kecil. Dan yang terakhir adalah candi Palangka, candi ini merupakan bangunan paling kecil diantara bangunan lainnya yang berada di Komplek Situs Candi Muara Takus. Selain komplek Situs Candi Muara Takus, Jembatan Siak, Masjid An-Nur, Perpustakaan Soeman Hs, Menara Lancang Kuning, dan Stadion Utama Riau pun menjadi landmaknya Provinsi Riau.
          5. Provinsi Kepulauan Riau, Masjid Sultan Riau
Masjid Raya Sultan Riau adalah sebuah salah satu masjid tua dan bersejarah di Indonesia. Masjid yang berada di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau ini adalah masjid bekas peninggalan kerajaan Riau-Linggau. Keunikan masjid ini adalah pada salah satu bahan bangunannya yang menggunakan putih telur. Konon pada jaman dulu, masjid ini dibangun secara gotong royong rakyat Kerajaan Riau-Linggau sebagai kecintaan mereka kepada Sang pecipta dan Sultan. Setiap harinya para pekerja diberi makan sayur dan telur, karena bosan memakan telur sehingga yang dimakan hanya kuning telurnya saja, dan karena sayang akan banyaknya putih telur yang dibuang, maka sang arsitektur memanfaatkan putih telur tersebut sebagai bahan bangunan yang dicampurkan dengan pasir dan kapur, hingga membuat bangunan masjid ini dapat berdiri kokoh hingga sekarang. Masjid yang memiliki luas keseluruhan sekitar 54,4 x 32,2 meter dan luas bangunan induk berukuran 29,3 x 19,5 meter ini dibangun dari tahun 1761 sampai 1812. Selain Masjid Raya Sultan Riau, landmark lain yang berada  Provinsi Kepulauan Riau adalah Jembatan Barelang (Batam, Rempang, dan Galang), dan Tugu/ Monumen Raja Haji Fisabilillah.
          6. Provinsi Jambi, Jembatan Gentala Arasy
Jembatan Gantala arasy adalah sebuah ikon atau landmark baru bagi masyarakat Provinsi Jambi,  hal ini karena Jembatan Gantala Arasy baru diresmikan pada tahun pada maret 2015. Sebenarnya Jembatan Gentala Arasy adalah dua objek yang berbeda, yaitu Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy, karena saling berhubungan maka namanya pun disatukan. Untuk jembatan Pedestrian, jembatan yang berbentuk huruf S ini merupakan Jembatan yang di khususkan untuk para pejalan kaki dan merupakan jembatan pejalan kaki terpanjang di Indonesia. Jembatan Pedestrian memiliki panjang sekitar 503 Meter. Sedangkan untuk menara Gentala Arasy, menara yang memiliki ketinggian 32 meter ini adalah sebuah Museum yang didalamnya banyak menceritakan tentang perjalanan agama Islam di Kota Jambi. Landmark lainnya yang berada di Provinsi Jambi adalan Masjid Agung Jambi (Masjid 1000 tiang), Komplek Candi Muaro Jambi, Tugu Monas Jambi, dan Gunung Kerinci.
          7. Provinsi Sumatera Selatan, Jembatan Ampera
             Jembatan Ampera adalah jembatan kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Selatan, bahkan Indonesia. Jembatan yang dibangun pertama kali pada pemerintahan Presiden Soekarno tahun 1962 ini merupakan jembatan penghubung seberang Ulu dengan Seberang Ilir yang dibelah oleh sungai Musi. Jembatan yang sempat menjadi Jembatan Terpanjang di Indonesia ini memiliki panjang 1.117 meter, Lebar 22 meter, tinggi menara 63 meter, jarak antara menara 75 meter, dan beratnya diperkirakan 944 ton. Pada awalnya, pada bagian tengah jembatan ini bisa di angkat agar Kapal bisa melawat dibawahnya. Namun, karena dianggap mengganggu lalu lintas diatasnya, penganggakatan bagian tengah jembatan itu tidak dilakukan lagi. Landmark lain Provinsi Sumatera Selatan adalah Benteng Kuto Besak, dan Masjid Agung Sultan Mahmud Baharuddin II. 
          8. Provinsi Bangka Belitung, Pantai Tanjung Tinggi
Provinsi Bangka Belitung adalah sebuah provinsi yang terdiri dari beberapa pulau, Pulau Bangka dan Pulang Belitung menjadi pulau terbesarnya. Dengan kondisi tersebut pastinya Provinsi Bangka Belitung memiliki Pantai-pantai cantik yang menjadikan Landmark Provinsi tersebut, salah satunya adalah Pantai Tanjung Tinggi. Pantai yang terletak di utara Pulau Belitung ini memiliki keunikan yaitu terdapat ratusan batu granit besar berdiameter puluhan bahkan sampai ratusan meter yang tersebar di bagian pantai. Luas area pantai ini adalah 80 hektar. Pantai ini dijadikan Shuting Film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, jadi tak jarang banyak wisatawan yang menyebut pantai tersebut dengan sebutan Pantai Laskar Pelangi. Landmark Provinsi Bengkulu lainnya adalah Mercusuar Tanjung Kalian.
          9. Provinsi Bengkulu, Bunga Rafflesia Arnoldii

            Mungkin biasanya Landmark adalah sebuah tempat atau bangunan yang bersejarah, namun berbeda dengan Provinsi Bengkulu yang menjadikan Bunga Raffressia Arnoldii menjadikan Landmark daerahnya. Bunga Padma Raksasa yang pertama kali di temukan pada tahun 1818 di Bengkulu selatan ini adalah sebuah tumbuhan parasit yang tidak berakar, tidak berdaun, tidak bertangkai, dan hanya memiliki bunga, bahkan bunga tersebut menjadi bunga terbesar di dunia karena berdiameter 1 meter dan memiliki berat sekitar 11 kilogram. Bunga ini hanya berumur 1 minggu (5–7 hari) setelah itu layu dan mati. Landmark lain Provinsi Bengkulu yaitu Benteng Fort Marlborough, dan Tugu Simpang Limo Bengkulu. 
          10. Provinsi Lampung, Menara Siger
 Menara Siger adalah sebuah menara kebanggaan bagi masyarakat Lampung karena Lampung merupakan pintu gerbang di Pulau Sumatera dari Pulau Jawa. Seperti yang sudah kita ketahui, Siger adalah sebuah symbol bagi masyarakat Lampung, siger ini biasanya digunakan sebagai mahkota perempuan suku lampung untuk acara pernikahan dan acara adat lainnya. Menara yang juga menjadi titik nol Sumatera di selatan berada di bukit Gamping yang memiliki ketinggian 110 diatas permukaan bumi dan langsung menghadap ke Pelabuhan Bakauheni. Menara Siger terdiri atas enam lantai yang menjadi area stan bagi seluruh Kabupaten/Kota se-Lampung. Menara ini baru diresmikan pada tahun 2008. Landmark lainnya dari provinsi Lampung yaitu Monumen Gajah Adipura, Tugu Siger, Kain Tapis, dan Gajah.
11. Provinsi Banten, Masjid Agung Banten
Provinsi Banten adalah salah satu daerah pusat penyebaran agama islam pada jaman dulu, karena ini lah banyak bangunan-bangunan bekas peninggalan kerajaan-kerajaan islam khususnya Kerajaan Banten masih berdiri kokoh hingga sekarang, salah satunya adalah Masjid Agung Banten. Masjid Agung Banten adalah landmarknya Provinsi Banten sekarang ini, bahkan menara mesjid tersebut menjadi Lambang dari Provinsi Banten. Sesuai namanya, Masjid Agung Banten didirikan pada masa Kerajaan Banten oleh Sultan Maulana Hasanudin pada tahun 1527 M. Masjid ini berarsitekturkan tiga bangsa yaitu Cina pada bagian atap bangunan utama yang bertumpuk lima, belanda kuno pada bagian vaviliun dua lantai, dan Indonesia pada bagian menaranya yang memiliki ketinggian 24 Meter. Masjid Agung Banten juga menjadi komplek pemakaman Sultan-Sultan Banten serta keluarganya. Selain Masjid Agung Banten, Hewan yang hampir punah yakni Badak bercula satu pun menjadi landmark dari Provinsi Banten.

12. Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Monumen Nasional


 Mungkin sebagian orang sudah tahu Landmarknya Kota Jakarta, Bahkan Landmark ini bukan hanya Landmarknya Kota jakarta sata tapi juga menjadi Landmark bagi Negara Indonesia, Landmark tersebut yaitu Monumen Nasional atau biasa kita menyebutnya dnegan nama Monas. Monas adalah sebuah Monumen atau Tugu sebagai pengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonoial Belanda. Monumen yang berbentuk menyerupai Alu dan Lumpang ini memiliki ketinggian 132 meter dan memiliki luas keseluruhan hektar. Dibagian bagah tugu Monas terdapat Ruang Museum sejarah sejak jaman kehidupan nenek moyang Bangsa Indonesia, hingga masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Bangsa Indonesia yang di aplikasikan dalam sebuah Diaroma sebanyak 51 buah. Pada bagian luar terdapat dinding yang terdapat Relief-relief yang menggambarkan sejarah Indonesia. Selain Monas, DKI Jakarta semenarnya memiliki Landmark-landmark lainnya, seperti Tugu Selamat Datang, Kota Tua, Tugu Proklamasi, Patung Dirgantara, dan Ondel-ondel.

13. Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate


Bandung tersebut adalah Gedung Sate. Gedung Sate dibangun pada tahun 1920 pada awalnya dibangun untuk pusat Pos, Telepon, dan Telegraf serta perpustakaan. Namun pada tahun 1980, Gedung Sate dialih fungsikan menjadi kantor Pusat Pemerintahan Gubernur Provinsi Jawa barat. Gedung yang berada di Kota bandung ini memiliki luas keseluruhan 27.990,859 m2, dan luas bangunannya seluas 10.877,734 m2 yang meliputi Basement, Lantai I, Lantai II, Lantai III, dan menara. Bangunan yang dibangun oleh Ir. J, Gerber dengan gaya arsituktur menggabungkan gaya arsitektur Indonesia dan Eropa. Dinamakan Gedung Sate karena pada bagian manara sentranya menyerupai ornament tusuk sate. Selain Gedung Sate, Jawa Barat memiliki Landmark lainnya seperti Istana Bogor, Gedung Merdeka, Monumen Bandung Lautan Api, Keraton Kasepuhan, Kujang, dan lainnya.

14. Provinsi Jawa Tengah, Candi Borobudur

Sama halnya seperti di Jakarta, di Jawa Tengah pun memiliki sebuah bangunan yang sudah lama menjadi Landmarkny, bahkan Bangunan yang berbentuk candi ini pernah tercatat menjadi 7 Keajaiban Dunia. Bangunan tersebut adalah Candi Borrobudur. Candi yang berada di Magelang ini didirikan sekitar tahun 800-an masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra dan merupakan Candi Buddha terbesar di Dunia. Candi borobudur memiliki luas dasar 123 x 123 meter, dan tinggi 42 meter ini pada dinding di hiasi 2.672 panel relief dan terdapat 504 buah acra Buddha. Candi Borobudur pertama kali ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles (Gubernur inggris atas jawa saat itu) pada  tahun 1814 Dan pada tahun 1991 Candi Borrobudur ditetapkan menjadi warisan dunia UNESCO. Landmark lainnya yang berada di Jawa Tengah yaitu, Lawang Sewu, Tugu kartini (Jepara), Masjid Menara Kudus, Monumen Palagan Ambarawa, Keraton Surakarta, Benteng Vastenburg, dan masih banyak lagi.
15. Provinsi Daerah Istimewa (DI)Yogyakarya, Keraton Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah wilayah yang memiliki banyak sekali bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh bekas peninggalan Kesultanan Yogyakarta yang memang juga masih bertahan hingga saat ini. Keraton yang dibangun pertama kali Oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1775 ini berada dipusat Kota Yogyakarta. Luas keseluruhan Kraton Yogyakarya adalah 14.000 m2, yang di dalamnya terdapat bangunan-bangunan seperti Komplek Pagelaran, Siti Hinggir Ler, Kamandhungan Lor, Sri Manganti, dan masih banyak lagi bangunan-bangunan lainnya. Komplek Kraton ini dikelilingi oleh sebuah tembok besar dengan panjang 1km berbentuk persegi empat, tingginya 3,5 m serta lebarnya 3 sampai 4 meter. Karena kemegahannya, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menjadikan Kraton Yogyakarta sebagai Landmark daerahnya. Namun selain Kraton Yogyakarta, landmark lain yang dimiliki Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Tugu Yogyakarta, Monumen Yogya Kembali, Benteng Vredeburg dan Komplek Candi Prambanan.
16. Provinsi Jawa Timur, Tugu Pahlawan
Sesuai dengan namanya Tugu ini berasal dari Kota Pahlawan, Surabaya. Tugu yang dibangun untuk memperingati pertempuran 10 Nopember 1945 dimana arek-arek Suroboyo berjuangan melawan Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia. Tugu atau Monumen yang berdiri di tanah lapang seluas 1,3 hektar ini memiliki tinggi 41,45 meter yang berbentuk lingga atau paku terbalik. Monument Pahlawan juga mempunyai ruang bawah tanah sedalam 7 meter sebagai museum untuk menyenang jasa-jasa para arek-arek Suroboyo dan pahlawan yang gugur untuk memperjuangkan Indonesia. Selain Tugu Pahlawan, Jawa Timur menmpunyai Landmark lainnya seperti Jembatan Suramadu, Tugu Sura dan baya, Monumen Jalesveva Jayanuhe, Tugu Gandrung (Banyuwangi), Patung H.R.M Mangaendiprodjo, Taman Nasional Gunung Bromo, dan masih banyak lagi lainnya.
17. Provinsi Bali, Pura Besakih
Selanjutnya Landmark atau Ikon Setiap Provinsi di Indonesia (Bagian 2)