Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Tip Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tip Wisata. Tampilkan semua postingan

Menangani Sakit di Tengah Liburan


Sakit memang tidak dapat ditolak. Bisa jadi, sebelum memulai liburan, tubuh terasa sehat. Namun, begitu sampai di tujuan atau di tengah-tengah perjalanan, Anda mengalami mual, pusing, muntah, atau diare. Jika sudah begini, liburan bisa runyam. Berwisata yang seharusnya menjadi pelepas penat justru terganti menjelma waktu istirahat di tempat menginap.

Penyakit dan Pemicu

Ada beberapa pemicu timbulnya penyakit saat perjalanan. Sebagai contoh, sakit kepala atau pusing dan perut mual. Gejala ini bisa terjadi ketika Anda kelelahan dalam perjalanan. Perjalanan hingga lebih dari 4 jam memang bisa membuat tubuh menjadi kelelahan. Siasatnya, Anda perlu memastikan kondisi tubuh benar-benar fit sebelum dan selama dalam perjalanan.

Diare dan muntah-muntah yang disertai lemas juga bisa dialami banyak orang yang tengah berlibur. Penyebabnya beragam, misalnya bumbu makanan yang kurang cocok atau sanitasi yang buruk. Inilah pentingnya selektif dalam memilih makanan saat berlibur. Sebaiknya Anda siapkan tisu basah saat perjalanan. Ini akan berguna untuk membersihkan peralatan makan atau pemakaian lainnya untuk menjaga sanitasi.

Gangguan pernapasan seperti flu atau bahkan asma juga bisa terjadi ketika berlibur. Hal ini bisa dipicu perbedaan suhu dan daya tahan fisik yang menurun. Sementara itu, asma bisa dipicu faktor-faktor tertentu, di antaranya debu, suhu udara, dan faktor-faktor pemicu lainnya.

Gangguan pernapasan seperti sesak napas disertai sakit kepala juga bisa muncul akibat Anda melakukan pendakian ke tempat yang tinggi seperti gunung atau perbukitan. Ini terjadi akibat udara yang kering atau kadar oksigen yang rendah. Antisipasinya, Anda perlu membiasakan diri dengan menempuh lokasi yang lebih tinggi dari biasanya.

Saat melakukan perjalanan panjang dengan pesawat terbang, Anda mungkin saja mengalami jet lag. Perbedaan zona waktu membuat jam biologis tubuh termasuk waktu istirahat yang berubah. Anda pun bisa mengalami kelelahan atau kesulitan istirahat. Siasatnya, alokasikan waktu untuk tidur yang cukup.

Cara Penanganan

Jika Anda kerap mengalami gejala-gejala gangguan kesehatan seperti di atas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Istirahat cukup dan tubuh sehat sebelum berlibur saja belum cukup. Anda perlu memenuhi kecukupan asupan air putih.

Melakukan perjalanan panjang misalnya hingga 15 jam di pesawat terbang rentan terkena risiko dehidrasi. Anda pun perlu mengonsumsi air putih yang cukup. Tidak masalah jika Anda terpaksa harus rajin ke kamar kecil, yang penting dehidrasi dapat dihindari.

Perbedaan zona waktu selama perjalanan memang membuat jam biologis berubah. Meskipun demikian, Anda perlu tetap menjaga pola makan dan istirahat. Bila saatnya harus makan, Anda jangan menunda-nunda. Manfaatkan waktu yang tersedia untuk beristirahat. Meskipun tidak lama, istirahat 1–2 jam penting untuk membantu mengisi “energi” ulang dalam tubuh.

Jika benar-benar jatuh sakit hingga demam dan lemas saat berada di lokasi, sebaiknya Anda jangan memaksakan diri beraktivitas. Istirahatkanlah diri, konsumsi makanan yang cukup, dan Anda asup vitamin. Dengan demikian, Anda bisa lebih cepat pulih.

Bila demam tidak kunjung sembuh, sebaiknya Anda periksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat. Gunakan asuransi Anda jika tidak membawa dana yang cukup untuk berobat. Alternatif lainnya, Anda bisa menggunakan kartu kredit untuk membiayai pengobatan, terutama jika sakit saat berwisata di luar negeri.

Sumber: Nationalgeographic

Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular


Jangan bikin ular terkejut atau kaget, karena bisa memberikan respon yang membahayakan manusia.

Tak jarang ular yang lapar atau terkejut oleh ulah manusia maka akan berusaha menyerang dan menggigitnya.

Jika orang terkena gigitan ular sebaiknya jangan panik, harus tenang dan mengenali apakah itu gigitan ular berbisa atau tidak.

Ular berbisa biasanya memiliki bekas luka gigitan dua titik, sedangkan ular tidak berbisa biasanya meninggalkan bekas gigitan berbentuk huruf U dan jumlah luka cenderung banyak.

Warna kulit ular berbisa biasanya terang dan mengkilap, gigitan ular berbisa pun disertai rasa nyeri dan terjadi perubahan warna pada lokasi gigitan dalam waktu singkat setelah digigit.

Berikut beberapa tips pertolongan pertama jika digigit ular:

  • Tetap tenang
  • Diamkan lengan atau kaki yang digigit ular, dan jangan banyak bergerak agar racun ular tidak menyebar.
  • Lepaskan semua perhiasan yang menempel di badan seperti, cincin, gelang, kalung, dsb. sebelum terjadi pembengkakan, karena kalau sudah terlanjur bengkak akan sulit melepaskannya.
  • Posisikan diri sebisa mungkin dan usahakan daerah gigitan lebih rendah dari jantung. 
  • Bersihkan luka, tapi jangan siram air, dan tutup dengan kain bersih dan kering. 
  • Gunakan spalk atau bidai untuk mengurangi pergerakan daerah yang terkena, tapi usahakan tetap cukup longgar sehingga tidak membatasi aliran darah. 
  • Jangan gunakan turniket atau apapun untuk membendung daerah yang terkena gigitan. 
  • Jangan menggunakan es untuk meng-kompres area gigitan ular. Jangan memotong luka atau mencoba membuang racun. Jangan minum kafein ataupun alkohol. 
  • Jangan mencoba untuk menangkap ular itu, tetapi cobalah untuk mengingat warna dan bentuknya sehingga dapat menggambarkannya sehingga akan membantu dalam perawatan nantinya.

Penggemar Kopi Pemula, Ini Tips Agar Lambung Tak Perih


Banyak yang menganggap tak lengkap rasanya bila sehari saja tanpa menyeruput secangkir kopi. Kopi menjadi salah satu minuman wajib setiap harinya bagi sebagian besar orang. Namun, ada juga orang yang merasa perih di lambung usai meminum secangkir kopi, terutama bagi mereka yang tidak terlalu rutin meminum kopi.

Coffee Specialist Divisi Coffee Department Yellow Truck, Muhammad Nizar mengatakan ada cara yang nyaman agar lambung tak perih setelah meminum kopi.

"Sebenarnya waktu yang tepat untuk meminum kopi ialah setelah makan, tapi makannya gak sembarangan juga. Kita bisa pilih makanan yang sifatnya netral, seperti pisang, oatmeal atau yang lainnya. setelah makan makanan tersebut, lalu minum kopi kita masih aman. asal jangan berlebihan juga minum kopinya," katanya.

Lanjutnya, selain itu ia menyarankan bagi peminum kopi pemula untuk memilih kopi jenis Arabika. Sebab, kandungan kafein dan kadar asamnya lebih rendah dibanding dengan kopi jenis Robusta.

"Arabika punya range rasa yang lebih besar, dan di berbagai daerah bisa menemukan rasa kopi yang beragam. Sementara kopi jenis robusta rasa kopinya lebih ngumpet, lalu lebih terasa rempah seperti cengkeh. Kadar kafein dan kadar keasamannya juga lebih tinggi dibanding jenis arabika," tuturnya.

Selain itu, ia juga memiliki trik khusus agar peminum kopi pemula bisa lebih tertarik untuk mengenal rasa kopi lebih dalam lagi. Caranya, dengan membuat orang penasaran dengan rasa kopi yang akan disajikan. 

"Kita coba bikin kopi rasanya gak sesuai dengan ekspektasi si pemesan, misal kalau ada yang gak suka kopi karena pahit, bisa kita buat kopi yang gak pahit. atau bisa juga kita buat dengan rasa yang disukai si pemesan kopi, karena semua kopi bisa diatur rasnya kalau baristanya mengerti," ujarnya.

Stop 4 Kebiasaan "Nge-charge" Smartphone Seperti Ini


Smartphone memiliki segudang "kepintaran" dibanding dengan ponsel dasar (feature phone) yang biasa hanya digunakan untuk menelepon dan SMS.

Berkat kepintaran tersebut, smartphone lebih rakus memakan daya dari baterai. Ponsel pintar paling banter hanya bertahan satu hari dan harus di-charge kembali. Berbeda dengan ponsel dasar yang cukup di-charge seminggu sekali.

Karena intensitas pemakaian dan sering di-charge membuat baterai smartphone bekerja lebih keras. Untuk itu, pengguna harus tepat dalam merawat baterainya agar lebih tahan lama.

Nah, berikut empat kebiasaan buruk yang biasa dilakukan pengguna dan harus dihenntikan agar baterai ponsel tidak cepat rusak.

1. Stop kebiasaan pakai powerbank

Perangkat baterai portabel (powerbank) sering kali menjadi penyelamat saat baterai smartphone "sekarat". Namun, banyak pengguna yang sering kali mengisi daya lewat powerbank meski tidak sedang darurat dan sebenarnya memungkinkan menggunakan perangkat charger.

Hentikan kebiasaan nge-charge smartphone seperti itu. Keseringan menggunakan powerbank bisa membuat daya tahan baterai smartphone berkurang.

Tak seperti charger via listrik, powerbank tidak sepenuhnya mengalirkan daya yang stabil dan sesuai spesifikasi smartphone. Ditambah lagi dengan banyak beredarnya powerbank dengan kualitas rendah.

Kebiasaan buruk lain yang perlu disetop adalah men-chargesmartphone menggunakan laptop atau PC melalui kabel data. Seperti powerbank, arus listrik dari komputer tidak dirancang untuk mengisi daya smartphone sesuai standar.

Jadi mulai sekarang, hanya gunakan powerbank dan komputer jika benar-benar dalam keadaan darurat.

2. Stop pakai sembarang charger

Perangkat charger smartphone dan tablet Android memiliki bentuk yang seragam sehingga sering dipakai bergantian untuk semua perangkat.

Padahal, tiap perangkat memiliki charger dengan spesifikasi khusus yang disesuaikan dengan jenis perangkat dan kapasitas baterainya. Charger perangkat tablet biasanya memiliki ukuran ampere yang lebih besar.

Charger yang tidak sesuai spesifikasi secara perlahan akan mengurangi kinerja baterai smartphone. Jadi, mulai sekarang jangan pakai charger tablet untuk mengisi baterai ponsel. Gunakan charger orisinal atau yang sesuai spesifikasi standar ponsel Anda.

3. Stop men-charge semalaman

Kondisi ekstrim berbahaya bagi kesehatan baterai smartphone. Men-charge terus smartphone yang sudah penuh dalam waktu lama tidaklah baik. Yang sering dilakukan adalah men-charge ponsel semalaman.

Smartphone terkini memang sudah dilengkapi dengan fitur overharge protection yang menjaga baterai berhenti diisi saat penuh. Namun, beberapa riset menyebutkan baterai bisa terjaga kualitasnya jika diisi tidak sampai penuh 100 persen, cukup sampai 80-90 persen.

Jadi, tak ada salahnya untuk menghentikan kebiasaan nge-chargesemalaman agar usia baterai bisa lebih panjang.

4. Stop kosong kelamaan

Membiarkan baterai benar-benar kosong lebih tak baik lagi. Jika sering seperti ini, maka ketahanan baterai akan perlahan menurun.

Alasannya, jika baterai benar-benar dalam keadaan kosong, sel baterai akan "tidur". Jika tak cepat-cepat "dibangunkan", kemungkinan terburuknya sel tersebut bakal kehilangan kemampuan untuk menyerap daya dari alat pengisian.

Pengisian daya terbaik, berdasarkan sejumlah riset, saat baterai berada di bawah angka 40 persen, pada kisaran 15 sampai 35 persen.

Stop berharap baterai bisa hidup selamanya.

Manusia saja hidup hanya sementara, apalagi baterai smartphone. Faktanya, setiap tahun ketahanan baterai bakal semakin menurun. Walau pengguna telah merawat baterai dengan benar, setiap baterai punya umur.

Untuk itu, jangan sedih. Bersedialah membeli baterai baru demi kesehatan smartphone. Tips yang telah dipaparkan hanya mampu memanjangkan umur baterai, bukan membuatnya abadi.

Memang banyak smartphone terkini yang tidak memberi opsi pengguna untuk mengganti baterai dengan mudah. Untuk itu, silakan hubungi teknisi atau pusat layanan terdekat.

Sumber: Nationalgeographic

7 Langkah Mudah Jadi Traveler Cerdas dan Bertanggungjawab


Travelling memang sangat menyenangkan dan memberikan banyak pengalaman di dalam hidup. Namun, perlu diingat bahwa sebagai traveler, kita memiliki tanggung jawab lingkungan dan sosial.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menjadi seorang traveler yang bertanggung jawab?

Berikut ini tujuh hal yang bisa dilakukan traveler untuk mengurangi dampak negatif travelling pada lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

1. Hindari naik pesawat, pilihlah kereta api

Jika menempuh jarak pendek yang masih mungkin dilakukan dengan kereta api, hindarilah naik pesawat. Jadilah bagian dari tren ‘slow travel’ yang sedang hangat saat ini dengan mengunjungi sedikit destinasi namun menghabiskan waktu lebih banyak di tiap-tiap tempat. Perjalanan dengan kereta api merupakan salah satu pilihan yang baik untuk melakukan ini. Tak hanya akan merasakan denyut kehidupan sebenarnya dari suatu tempat, Anda juga akan membantu mengurangi jejak karbon.

2. Memberi, dengan cara yang benar

Banyak traveler yang berniat baik dengan membawa permen, pakaian bekas, buku, pensil dan benda-benda lain untuk dibagikan kepada anak-anak dan penduduk desa di daerah-daerah pelosok. Sayangnya, memberi dengan cara ini dapat menimbulkan konflik di antara penduduk lokal dan mendorong budaya ketergantungan serta mengemis.

Jika Anda ingin memberi—baik dalam bentuk uang maupun barang—akan lebih baik jika melalui organisasi lokal dengan reputasi baik yang bekerja di program amal dan sosial, atau dengan organisasi internasional yang bermitra dengan mereka.

3. Memahami dua istilah berikut dan menjadi bagian dari era baru perjalanan cerdas

Ekowisata artinya perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat.

Wisata berkelanjutan. Apa itu wisata berkelanjutan? Secara sederhana, gerakan ini membawa prinsip-prinsip ekowisata dan menerapkannya ke seluruh elemen industri perjalanan dan wisata. Tiga pilar wisata berkelanjutan yaitu: melakukan praktek ramah lingkungan, melindungi warisan budaya dan alam, serta memberikan keuntungan ekonomi dan sosial yang nyata untuk komunitas lokal.

4. Katakan “Tidak” pada Plastik

Jadilah generasi traveler peduli lingkungan dan tak jadi “tukang nyampah”. Daripada membeli air minum dalam kemasan botol plastik, lebih baik membawa botol minum sendiri yang bisa dipakai berkali-kali. Jangan lupa selipkan tote bags di dalam ransel, sehingga tak harus menggunakan kantong plastik saat berbelanja di perjalanan.

Tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, kebiasaan ini juga bakal membantu mengurangi jejak karbon dari proses produksi botol dan kantong plastik.

5. Lakukan riset ketika memilih operator wisata

Ketika berencana menggunakan jasa operator wisata untuk mengatur dan merancang perjalanan, selalulah tanyakan tiga hal ini sebelum menandatangani kesepakatan:

Apakah perusahaan Anda menerapkan praktek wisata ramah lingkungan? Dapatkah Anda memberi saya contoh bagaimana perjalanan wisata perusahaan Anda membantu melindungi dan mendukung kehidupan satwa liar atau warisan budaya? Apakah perusahaan Anda mempekerjakan pemandu wisata lokal dalam perjalanan wisata?

Hari gini, perusahaan yang tidak bisa memberikan jawaban jelas dari tiga pertanyaan di atas berarti sudah ketinggalan zaman. Cari yang lain!

6. Dukung ekonomi lokal asli

Barang kerajinan dan cendera mata buatan lokal tak selalu murah, tetapi dengan membeli barang-barang tersebut berarti Anda telah berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat setempat dan memberikan dampak positif langsung.

Di Cancun, misalnya, beberapa toko cendera mata menjual sombrero tradisional Meksiko yang diimpor dari China karena biayanya lebih murah, sementara itu pengerajin lokal yang membuat topi dengan tangan mematok harga lebih tinggi.

Tapi perbedaannya bukan hanya masalah harga. Membeli sombrero asli buatan lokal dapat mendukung warisan budaya otentik dan membuka peluang kerja bagi penduduk setempat.

7. Jangan pernah beli produk satwa liar langka dan terancam punah

Ingat, semenarik apa pun barang-barang itu, jangan pernah membelinya jika berasal dari satwa liar. Jika membelinya, itu berarti Anda mendukung perburuan dan perdagangan satwa liar langka dan terancam punah.

Bagaimana? Tidak sulit 'kan? Tetap menjelajah dan jadilah traveler cedas yang bertanggung jawab!

Sumber: Nationalgeographic

Ini Alasan Kenapa Penutup Jendela Pesawat Harus Terbuka


Saat naik pesawat terbang, biasanya ada instruksi-instruksi yang disampaikan awak kabin ke penumpang yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah saat pesawat akan lepas landas dan mendarat, penumpang akan diminta untuk membuka penutup jendela.

Apakah alasan di balik instruksi tersebut? Pengamat penerbangan, Chappy Hakim, mengatakan, instruksi tersebut berkaitan dengan faktor keamanan dalam penerbangan.

Menurut dia, ketika pesawat akan lepas landas atau mendarat, hal itu adalah fase kritis dalam sebuah penerbangan.

"Fase kritis itu adalah kemungkinan pesawat akan mengalami kecelakaan. Instruksi itu untuk membantu penumpang jika dalam keadaan emergency," kata Chappy saat dihubungi KompasTravel, Senin (11/4/2016).

Instruksi membuka penutup jendela pesawat akan memudahkan pencahayaan masuk ke dalam pesawat. Selain itu, dengan membuka penutup jendela, penumpang juga bisa melihat keadaan di luar pesawat jika mengalami keadaan darurat seperti kecelakaan.

"Itu dalam rangka safety. Kalau kaca jendela tertutup, bagaimana kita mau melihat keluar jika terjadi kecelakaan," ujar Chappy.

Menurut dia, pengaplikasian instruksi membuka penutup kaca jendela itu penting, terutama jika terjadi masa kritis, seperti terjadi ban pesawat tergelincir, pendaratan tidak sempurna, dan berbagai macam skenario terburuk lain dalam penerbangan.

Sumber: Kompas

Mengapa Lampu Pesawat Diredupkan Sebelum Terbang dan Mendarat?


Apakah alasan di balik meredupnya lampu kabin pesawat sebelum terbang atau mendarat? Seorang pilot mengungkapkan alasan pentingnya lampu kabin pesawat diredupkan sebelum terbang atau mendarat.

"Membuat kabin gelap sebelum pendaratan adalah ukuran keamanan penting yang bisa berpotensi menyelamatkan nyawa penumpang," kata Pilot Chris Cooke menjawab pertanyaan pembaca majalah Travel + Leisure, seperti dikutip dari News.com.au, Minggu (28/2/2016).

Chris Cooke, yang bekerja untuk sebuah perusahaan penerbangan domestik meminta pembaca Travel + Leisure untuk membayangkan tengah berada di ruang yang sangat terang dan penuh dengan rintangan.

Namun ketika terjadi sesuatu dan ruangan menjadi gelap, apakah Anda bisa dengan cepat keluar menuju pintu keluar?

Artinya, keredupan cahaya dapat diartikan sebagai antisipasi jika sesuatu terjadi agar penumpang secara mudah menemukan pintu keluar.

Ia menuturkan dalam keadaan terang akan lebih sulit bagi mata untuk menyesuaikan saat kegelapan terjadi akibat keadaan darurat.

Dia jelaskan, peredupan lampu kabin sebelum pendaratan lebih pada mempersiapkan penumpang untuk menemukan jalan ke pintu keluar darurat.

Selain itu, aturan lainnya adalah awak kabin biasanya akan meminta penumpang untuk membuka penutup jendela pesawat sebelum mendarat.

Hal ini tujuannya untuk membiarkan cahaya alami masuk ke pesawat. Jadi jika lampu kabin terputus saat kondisi kritis, akan lebih mudah bagi penumpang untuk melihat jalur menuju pintu keluar darurat.

Sumber: Kompas

Siapa yang Boleh Duduk di Kursi Dekat Pintu Darurat Pesawat?


Setiap pesawat terbang memiliki pintu-pintu darurat yang hanya digunakan saat kondisi darurat. Salah satunya adalah pintu darurat di area tengah pesawat.

Umumnya di area tersebut, ruang antar kursi lebih luas untuk memudahkan proses evakuasi. Kursi dengan ruang lebih lega ini kerap kali diminati calon penumpang, terutama jika naik pesawat berbiaya rendah.

Namun, siapakah yang boleh duduk di dekat pintu darurat pesawat tersebut? Humas Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Benny Siga Butarbutar menyebutkan, penumpang yang bisa duduk di dekat pintu darurat pesawat adalah orang yang dianggap mampu dan sehat.

Selain itu, penumpang tersebut dianggap mampu membantu awak kabin jika pesawat mengalami keadaan darurat. Oleh karena itu, penting bagi penumpang yang duduk dekat kursi darurat mendengarkan instruksi awak kabin.

“Laki-laki atau perempuan bisa duduk di sana. Yang penting sehat dan jelas bisa bantu pramugari. Juga lebih baik jangan lansia, ibu hamil, anak-anak yang duduk dekat pintu darurat,” jelasnya saat dihubungi KompasTravel, Senin (11/4/2016).

Umumnya, aturan penerbangan menyebutkan anak-anak berumur di bawah 15 tahun tidak diperbolehkan duduk di kursi deretan pintu darurat. Menurut Benny, di saat-saat darurat diperlukan tindakan yang cepat dari penumpang untuk membantu awak kabin saat membuka pintu darurat.

“Itu kan tempat khusus di pesawat. Jadi tanggung jawabnya selain menjadi penumpang juga untuk membantu pramugari. Nanti ada instruksi khusus dari pramugari,” ujar Benny.

Penentuan untuk mendapatkan bangku dekat pintu darurat tersebut, menurut Benny, akan ditentukan saat proses check-in di bandara. Biasanya penumpang akan ditanyakan oleh petugas check-in terkait tempat duduk di dekat pintu darurat.

Sumber: Kompas

Tips Free Diving untuk Pemula

Keindahan bawah laut Pulau Balabalagan

Berbeda dengan scuba diving, saat menyelam dengan cara free diving penyelam hanya menggunakan alat selam dasar tanpa menggunakan bantuan tabung oksigen.

Kegiatan menyelam menggunakan peralatan seperti tabung oksigen dikenal dengan Scuba (Self Contained Underwater Breathing Apparatus) Diving. Namun, ada satu cara lain untuk bisa menikmati pemandangan bawah laut yakni dikenal dengan istilah free diving.

Saat menyelam dengan cara free diving, penyelam hanya menggunakan alat selam dasar seperti masker dan kaki katak (fins) tanpa menggunakan bantuan oksigen. Dengan begitu penyelam hanya mengandalkan kemampuan bernafas sebelum menyelam dengan paru-paru.

Instruktur free dive dari Apnea Bali Free Diving, Galih Jatnika, menyebut kegiatan free dive tergolong kegiatan berbahaya jika tak memiliki pengalaman sebelumnya. Ia menekankan, seseorang yang ingin mencoba free dive harus terlebih dahulu memiliki pengalaman dan informasi sebelum mencoba kegiatan tersebut.

Laki-laki yang telah melakukan kegiatan free dive sejak tahun 2011 tersebut kepada KompasTravel memberikan beberapa tips untuk wisatawan pemula yang ingin mencoba free dive. Simak tips berikut.

Cari tahu tentang free dive

Dalam kegiatan apapun, meriset terlebih dahulu sebelum melakukan adalah hal yang penting. Wisatawan pemula yang ingin mencoba free dive sebaiknya mencari tahu tentang olahraga selam yang tak menggunakan peralatan udara ini.

Selain itu, ada berbagai referensi tentang free dive dalam bentuk buku yang bisa dibaca seperti dengan judul "Manual of Free Dive" karangan Umberto Pelizzari.

Tenang saat berenang

Sebelum mencoba free dive, pastikan telah menguasai teknik-teknik dan terbiasa tenang saat berenang. Ketenangan saat berenang akan membuat rileks saat mencoba free dive.

Kepanikan hanya akan menyebabkan hal berbahaya. Hal tersebut tak akan terjadi saat rileks di dalam air.

Ambil sertifikasi

Tak hanya scuba diving, free dive juga memiliki sertifikasi. Sertifikasi tersebut bisa didapatkan di sekolah-sekolah free dive yang ada di Indonesia seperti di Tulamben, Bali.

Saat mengambil sertifikasi, wisatawan akan diajarkan teknik-teknik free dive yang baik dan benar.

Jangan pernah menyelam sendiri

Sama seperti dalam scuba diving, free dive juga ditekankan untuk tidak menyelam sendiri. Mintalah ditemani oleh teman penyelam atau juga dikenal dengan istilah dive buddy saat melakukan free dive.

Pastikan dive buddy yang menemani free dive juga memiliki sertifikasi agar bisa mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.

Perlengkapan

Dalam free dive, wisatawan harus menyesuaikan kondisi menyelam karena tak menggunakan peralatan untuk bernafas seperti tabung oksigen. Salah satu perlengkapan yang berbeda adalah penggunaan masker dengan spesikasi low volume.

Dengan penggunaan masker low volume saat mulai menyelam dan mendapatkan perubahan tekanan karena perubahan kedalaman, wisatawan bisa efisien dalam menyesuaikan tekanan masker dengan udara yang terbatas di paru-paru.

Selain itu, kaki katak dengan spesifikasi long fins juga membantu untuk pergerakan di dalam air karena bisa mendorong lebih besar dengan sekali mengepakkan kaki.

Sumber:Nationalgeographic

Kiat Memilih Ransel untuk Mendaki Gunung


Salah satu wisata petualangan, yakni mendaki gunung, bisa menjadi pilihan berlibur yang menyenangkan. Namun, tentu saja, mendaki gunung membutuhkan perlengkapan pendakian yang baik, seperti ransel untuk membawa bawaan sebagai bekal kenyamanan selama pendakian.

Demi kenyamanan itu, ada beberapa hal mesti diperhatikan sebelum membeli ransel. Marketing Eiger Kategori Mountaineering, Hendra Wiguna, kepada KompasTravel memberikan beberapa tips untuk memilih pembawa beban mendaki gunung tersebut.

Berapa lama mendaki

Tentukan dulu lama pendakian gunung yang akan dilakukan. Lama pendakian akan menentukan kapasitas ransel yang dibutuhkan karena pengaruh barang-barang bekal pendakian yang akan dimasukkan ke dalam ransel.

Misalnya, lama pendakian tiga hari dan tujuh hari akan berbeda secara bekal pendakian. Selain itu, lama pendakian hingga tujuh hari akan membutuhkan kapasitas ransel lebih besar.

Kemana akan mendaki

Tujuan mendaki gunung juga sangat mempengaruhi pemilihan ransel. Misalnya, tujuan mendaki gunung ke wilayah tropis dan sub-tropis akan berbeda penggunaan ransel.

Ransel untuk di daerah tropis yang didominasi vegetasi hutan rapat akan membutuhkan bahan ransel kuat dan tak mudah sobek.

Pendaki tengah melewati medan di awal pendakian Pos Camp David Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Minggu (21/2/2016) pagi. Medan yang dilalui didominasi oleh batuan beku dan belerang.

Bahan

Pemilihan bahan ransel untuk naik gunung berpengaruh terhadap ketahanan saat digunakan mendaki gunung. Ada tiga bahan yang biasa digunakan untuk tas pendakian ini, yakni cordura, nylon, dan polyester.

Pendaki tengah melewati medan di awal pendakian Pos Camp David Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Minggu (21/2/2016) pagi. Medan yang dilalui didominasi oleh batuan beku dan belerang.

Bahan cordura adalah bahan yang tebal dan kuat. Bahan ransel ini juga diakui dunia karena telah berlisensi perusahaan tekstil dari Perancis.

Aktivitasnya

Memilih ransel juga bisa berdasarkan aktivitas yang akan dijalankan. Misalnya, kebutuhan ransel untuk mendaki gunung, panjat tebing, dan berkemah akan berbeda.

Fitur apa yang dimiliki

Ransel memiliki beragam fitur yang akan membantu wisatawan saat mendaki gunung. Bermacam fitur tersebut, misalnya trekking pole holder, matras holder, side pocket untuk menaruh tempat minum atau matras, kompartemen tambahan, dan fitur-fitur lainnya. Fitur-fitur tersebut dapat membantu untuk membawa perlengkapan naik gunung.

Bentuk tubuh

Pemilihan ransel juga berdasarkan bentuk tubuh. Salah satu unsur terpenting adalah panjang tulang belakang atau dikenal dengan sebutan torso.

Sesuaikanlah panjang tulang belakang dengan ukuran ransel. Pilih berdasarkan ukuran ransel yang tersedia misalnya small, medium, atau large. Jika tak tersedia, pilihlah ransel yang bisa disesuaikan untuk tinggi shoulder straps.

Back system

Pilih back system ransel yang berbentuk bantalan atau jaring. Back system tersebut membantu untuk menyesuaikan kenyamanan antara ransel dan punggung.

Pastikan juga back system ransel memiliki ventilasi untuk pertukaran udara. Jika pertukaran udara tak berjalan lancar, perjalanan mudah cepat lelah.

Bentuk ransel

Untuk memilih ransel, usahakan untuk mencari bentuk yang memanjang ke atas. Jika memilih yang bersifat melebar, ketika diisi bekal pendakian akan mempersulit gerakan tangan, terutama ketika mengayun saat berjalan mendaki. Satu hal penting, usahakan lebar ransel tak melebihi bahu.

Sumber: Kompas

5 Tips Memilih Durian


Bagi para pencinta durian, buah ini memiliki daya tarik tersendiri yang membuat kembali ingin mencicipi.

Di sudut jalan, pasar tradisional hingga di dalam pusat pertokoan modern menjual buah berduri ini. Perburuan untuk mencari kualitas buah yang legit di lidah menjadi satu tantangan sendiri.

Alan (31), pemilik Rumah Durian Harum, Jakarta Barat mengatakan bahwa penikmat durian dapat secara mudah untuk mendapatkan buah yang dianggap istimewa ini.

Pria asal Banyumas yang telah berbisnis durian selama 8 tahun ini membagikan tips untuk Anda bagaimana memilih durian. Simak tipsnya.

1. Jangan Lihat Fisik

Buah durian memiliki warna hijau, kuning, hingga kecokelatan. Setiap warna buah belum tentu merepresentasikan kualitas durian.

Warna hijau tak selalu belum matang. Begitu pun warna kuning juga belum tentu telah matang. Alan mengatakan durian lokal atau yang tumbuh di Indonesia yang berwarna hijau telah matang.

2. Bunyi Durian

Ternyata untuk memilih durian dapat ditentukan dari bunyi durian yang dipukul-pukul. Jika durian berbunyi “mendem” berarti itulah durian yang siap untuk Anda makan.

Sementara jika berbunyi kencang ketika dipukul, berarti durian masih belum matang.

3. Tangkai Buah

Perhatikan tangkai buah durian (https://sybro.wordpress.com)

Buah durian jatuh langsung dari pohon memiliki kualitas daging yang matang. Durian berkualitas baik diambil ketika jatuh bukan dipaksa dipetik dari pohon.

Jika buah dipetik dari pohon, terlihat tangkainya halus maka buah itu dipotong dengan menggunakan pisau. Sementara, tangkai yang tidak rata menunjukkan buah jatuh alami.

4. Perhatikan Musim

Musim ketika tumbuh juga mempengaruhi kualitas daging. Jika durian yang dihasilkan ketika musim hujan biasanya daging durian akan gagal mencapai kualitas terbaik. Musim yang disarankan untuk melahap kelegitan buah ini adalah ketika musim kemarau.

5. Aroma Durian

Mencium aroma durian (https://lifestyle.okezone.com)

Sambil melihat fisik durian, cobalah untuk mencium aroma wanginya. Buah durian yang matang, walaupun belum dibuka kulitnya, aromanya sudah menembus.

Dekatkan hidung dan hirup aromanya. Jika sudah tercium wanginya, berarti durian itu sudah matang.

Sumber: National Geographic Indonesia

5 Trik Cegah Kutu dalam Perjalanan Kita


Jika Anda sedang berpergian dan harus menginap di sebuah hotel, berhati-hati lah ketika Anda membuka pintu hotel. Anda tentu tidak ingin mendapatkan sebuah 'souvenir' tambahan di dalam tas saat liburan usai. Para wisatawan juga harus berhati-hati ketika sedang menginap di sebuah kamar hotel, dan American Academy of Dermatology berkonsultasi dengan dokter kulit Theodore Rosen,MD untuk mencari tahu dimana saja letak kutu-kutu, dan bagaimana memusnahkan hewan pengganggu itu untuk selamanya.

Di bawah ini ada kiat-kiat dari Rosen untuk mendapatkan perjalanan bebas dari serangga-serangga selama perjalanan.

1. Periksa seluruh ruang, terutama sudut

Menurut Rosen, kutu tempat tidur cenderung menetap di sudut dan daerah lain pada sudut 90 derajat. Dia juga menyarankan wisatawan memeriksa daerah, mulai dari tempat tidur dan di dalam meja. Apa yang harus kita cari? serangga-serangga kecil, tanda-tanda keberadaan mereka seperti noda darah, telur benih yang berukuran kecil serta kerang transparan atau eksoskeleton.

2. Cerdaslah saat membongkar seluruh tas

Rosen menyarankan untuk menggantung semua pakaian di lemari dan tidak melipatknya di dalam laci, karena kutu busuk bisa saja sudah menempati laci tersebut. Kemudian, jangan duduk di atas tempat tidur atau meletakkan apapun di tempat tidur, sampai kalian yakin tempat tersebut sudah benar-benar bebas dari kutu.

3. Setelah kembali ke rumah, mulailah mencuci

Jika kalian khawatir masih ada serangga yang terbawa pulang dengan anda, atau kalian ingin mendapatkan keamanan yang lebih, cuci dan keringkan pakaian kalian segera setelah kalian pulang dari berlibur.

4. Mengobati gigitan kutu dengan kortikosteroid topikal

Jika bangun di pagi hari dengan gigitan kutu biasanya menjadi gatal, merah, dan bengkak, Anda dapat mengobati gatal-gatal dengan krim dari dokter atau dokter kulit. Di sisi positif, Anda tidak akan menangkap penyakit dari tungau. "Efek terburuk dari infestasi kepinding biasanya psikologis daripada fisik," kata Rosen. "Orang tidak suka memiliki sesuatu yang menggigit mereka di rumah mereka."

5. Jika Anda memiliki kutu busuk, telfon sang ahli

Cara terbaik untuk benar-benar menghilangkan tungau dari rumah Anda adalah melalui pembasmi hama, yang menggunakan perangkap, insektisida, dan metode lain untuk membunuh hama.

Sumber: National Geographic Indonesia

8 Tips Hasilkan Foto Bagus Saat Liburan

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo 
Para wisatawan tengah membidik Gunung Kajang sambil menunggu matahari terbenam di Bukit Siti Hinggil yang termasuk ke dalam area wisata Pantai Tanjung Papuma, Jember, Jawa Timur, Jumat (11/9/2015). Pantai Tanjung Papuma berada di pantai selatan Jawa Timur. Pantai Tanjung Papuma terletak sekitar 45 kilometer dari Stasiun Jember.

Saat liburan, kita pasti ingin menghasilkan foto yang bagus sebagai kenang-kenangan. Untuk mendapatkannya memang tak mudah. Apalagi, jika kita tidak memiliki kemampuan fotografi. Avery Meyers, fotografer asal Amerika Serikat seperti dikutip dari Foxnews.com, memberikan 8 tips mengambil foto yang bagus saat liburan:

1. Tak perlu tas kamera

Menurut Avery, membawa tas kamera ke lokasi wisata seperti tanda bagi pencuri untuk mencuri kamera miliknya. Untuk membawa kameranya, Avery lebih memilih tas kanvas. Selain aman, tas kanvas itu juga memudahkan ia memasukkan dan mengeluarkan kamera. Di pesawat, Avery meletakan kameranya dicamera case yang mudah dibawa dan membawa tas neoprene untuk melindungi lensanya.

2. Bawa baterai cadangan

Jangan pernah meninggalkan penginapan tanpa membawa baterai cadangan dengan isi yang penuh. Rasanya sangat menyebalkan jika kita sudah bersiap-siap mengambil foto, lalu kamera kita mati. Kita pun jadi kehilangan momen yang bagus.

3. Sediakan beberapa memory card

Avery juga merekomendasikann untuk membawa memory card ekstra. Ia memindahkan foto-fotonya ke laptop sesaat setelah ia selesai memotret lalu memformat kartu memorinya.

Memformat memori merupakan hal yang penting karena kualitas kartu memori menurun jika sudah dipakai berkali-kali. Ada kemungkinan foto kita “terjebak” di sana dan tidak bisa terbaca. Jadi, sebaiknya selaluback-up foto yang sudah diambil.

4. Jika tidak memiliki aksesoris, improvisasi

Jika ada silau di obyek foto kita, maka gunakan tangan untuk melindungi bagian depan lensa kamera. Avery menyarankan kita untuk membawa karet, tas risleting, dan handuk untuk melindungi kamera jika kelembaban di lokasi liburan meningkat.

5. Nikmati waktu

Biasanya kita mengambil foto dengan cepat dan sebanyak mungkin, lalu memilih yang terbaik di rumah. Namun, menurut Avery, cara terbaik untuk menghasilkan foto bagus adalah dengan melakukan yang sebaliknya.

Ia biasanya memperhatikan dengan baik obyek yang akan difoto lalu menunggu sampai mendapat momen terbaik. Jika sudah mendapatkannya, barulah Avery mulai membidiknya.

6. Bangun lebih awal

Avery memaksa dirinya untuk bangun lebih pagi saat liburan. Hal itu ia lakukan untuk menghindari ramainya orang di tempat wisata yang ingin dipotretnya. Dengan begitu, Avery bisa mendapatkan foto pemandangan tanpa ada orang yang tertangkap di foto itu.

7. Ambil foto close-up

Namun, berbicara mengenai turis, kadang kita tidak bisa menghidari mereka di tempat liburan. Untuk itu, jika banyak turis di lokasi wisata dan kita tidak ingin ada mereka di foto kita, Avery menyarankan kita mengambil gambar close-up. Berada sedekat mungkin dengan obyek dan fokus terhadapnya.

8. Melihat gambar yang lebih besar

Begitu sampai di rumah, kita pasti ingin melihat hasil foto-foto kita. Beberapa ada yang bagus, tapi ada juga yang tidak. Menurut Avery, hal penting dari foto liburan adalah gambar tersebut nantinya bisa membangkitkan kenangan kita saat di sana. Untuk itu, jangan terlalu keras pada diri sendiri untuk mengambil foto yang sangat bagus ketika berwisata. Yang paling penting, jangan lupa berlatih terus.

Sumber: National Geographic Indonesia

5 Tips Merancang Rencana Perjalanan yang Baik


Kunci keberhasilan dalam melakukan perjalanan adalah merencanakan perjalanan dengan baik. Bukan hanya aplikasi pembuat rencana berbasis website hingga aplikasi telepon genggam, tapi kemampuan untuk menyusun rencana perjalanan atau itenerary juga sangat dibutuhkan.

Itenerary berisi tentang destinasi mana yang akan dikunjungi, berapa lama akan berada di sana, tempat-tempat apa yang akan dikunjungi, bagaimana dan berapa harga yang dibutuhkan untuk mencapai satu obyek wisata.

Setelah berhasil mendapatkan tiket pesawat, memesan kendaraan sewa, dan juga mengemas barang bawaan denga cepat, terdapat beberapa hal yang kurang jelas tapi sama penting. Berikut cara menyusun itenerary dengan sempurna.

Berpikir realistis

Dalam melakukan perjalanan, tentunya Anda akan tergiur dengan mengunjungi banyak obyek wisata. Namun cobalah untuk membuat daftar tempat-tempat yang akan dikunjungi kemudian diurutkan berdasarkan skala prioritas. Hal itu berguna untuk menentukan berapa lama waktu untuk berlibur di satu tempat atau berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk ke sana.

Buku panduan perjalanan, peta dan juga pendapat dari wisatawan lain yang telah melakukan perjalanan yang ingin Anda tempuh dapat menjadi bahan pembelajaran jika ingin menyusun itenerary. Pertimbangkan juga hari libur lokal di destinasi wisata tujuan Anda yang bisa mempengaruhi jadwal penerbangan, jam buka obyek wisata, dan hal-hal yang lainnya.

Setelah hal-hal tersebut dilakukan, Anda bisa berpikir secara realistis berdasarkan gambaran waktu transit, kemungkinan untuk mengunjungi obyek wisata, dan juga skala prioritas obyek wisata yang akan dikunjungi.

Tentukan dengan tepat setiap langkah

Dalam setiap perjalanan menuju tempat-tempat yang akan dikunjungi, tentukanlah estimasi waktu tempuh yang tepat dan terperinci. Misalnya, waktu tempuh menuju bandara. Coba lihat kemungkinan hal yang bisa dilakukan seperti makan sebelum penerbangan Anda tiba. Estimasi tersebut dapat diketahui dengan mengetahui jadwal keberangkatan bus, tingkat kemacetan dalam perjalanan, atau memilih menuju bandara dengan kendaraan sewa.

Penerbangan lanjutan adalah kunci

Penerbangan lanjutan atau transit dalam jadwal liburan Anda bisa menjadi titik rawan. Pergantian pesawat akan memperbesar kemungkinan menunggu pesawat atau penundaan jadwal terbang. Selain itu, penerbangan lanjutan juga akan berpotensi mengganggu waktu istirahat Anda di bandara.

Jika Anda tak bisa menghindari penerbangan transit, pastikan tak memilih jadwal yang terlalu dekat. Ambilah jadwal penerbangan dengan selang waktu beberapa jam untuk berganti pesawat dan memberikan antisipasi dalam kasus penundaan pesawat.

Gunakan website dan aplikasi

Di era teknologi informasi saat ini tersaji situs dan aplikasi yang membantu dalam membuat itenerary dan juga berbagi cerita perjalanan. Misalnya situs Triplt.com yang memungkinkan pengguna membuat itenerary secara online dan mengirimkan secara otomatis ke diri sendiri dan juga untuk teman maupun keluarga. Situs ini secara otomatis memasukkan informasi yang terkait dengan perjalanan Anda seperti peta, arah, dan cuaca ke dalam rencana perjalanan.

Tripcase.com juga serupa dengan Triplt.com yang menyediakan layanan serupa yang membantu dalam mengatur perjalanan Anda. Situs ini akan mengirimkan jadwal penerbangan, kendaraan, daftar hotel, dan konfirmasi lain.

Situs lain adalah TripHobo.com yang bekerja untuk mengorganisiritenerary dan membantu Anda mengumpulkan informasi. Cukup masukkan titik awal dan akhir perjalanan Anda, kemudian situs tersebut akan memberikan rekomendasi bagaimana cara mencapai tempat tersebut, kegiatan apa yang dapat dilakukan, info obyek wisata seperti jam buka, harga tiket, dan estimasi waktu jika ingin mengunjungi tempat wisata tersebut.

Tetapkan rencana terbaik

Itenerary yang Anda susun tidak mengikat secara hukum karena hal itu adalah sebuah konsep kasar. Semua yang telah direncanakan bisa meleset. Masukkan hari bebas ke dalam perencanaan perjalanan Anda untuk kemungkinan menemukan hal-hal menarik yang Anda temukan selama perjalanan yang tidak diketahui sebelumnya.

Itenerary terbaik seringkali adalah yang bersifat fleksibel. Hal-hal yang dapat dilakukan lainnya adalah merinci setiap detail perjalanan misalnya waktu-waktu yang digunakan untuk beristirahat maupun ke kamar mandi.

Sumber: National Geographic Indonesia

Travelling, Membuat Kita menjadi Pribadi yang Lebih Pintar


Ketika kami mengatakan bahwa dengan travel dapat membuat kalian menjadi lebih pintar, kami tidak mengartikan bahwa kalian tiba-tiba menjadi seorang yang jenius. Tapi dengan travelling tentu saja akan membuat kalian lebih menyatu dengan dunia, memaksa kalian untuk berpikir dengan cara yang berbeda dan membantu kalian untuk merangkul praktik budaya yang unik.

Semua hal yang akhirnya akan menciptakan lebih banyak koneksi neurologis di otak kalian, membuat kalian lebih cepat bereaksi, memikirkan hal-hal melalui logika dan memecahkan masalah dengan cara yang lebih efisien.

Bertemu dengan Orang-orang Baru

Ketika kalian berkeliling atau travelling, kalian akan bertemu dengan orang-orang hebar, orang-orang yang menginspirasi, orang baik dan orang aneh. Kalian juga pasti akan bertemu dengan orang-orang yang tidak kalian sukai, namun hal tersebut tidak selalu berarti buruk. Setiap orang mempunyai alasan mengapa mereka dan siapa mereka.

Namun yang terpenting adalah interaksi kalian dengan semua orang tersebut yang akan memberikan pengetahuan dan berbagai macam pengalaman pada kalian.

Pengetahuan tersebut akan datang dalam berbagai bentuk, mulai dari mempelajari keterampilan baru dan meningkatkan kemampuan bercerita kalian, kemudian belajar bagaimana cara untuk mengambil keputusan di situasi yang sulit. Keterampilan sosial kalian juga akan meningkat, dan menyebabkan komunikasi masa depan kalian akan lebih baik dan memungkinkan kalian untuk mempelajari lebih lanjut tentang orang-orang yang berada di sekitar kalian. Pemahaman kalian terhadap seluruh jenis karakter orang disekitar kalian, menjadi seseorang yang open-minded dan menghargai seluruh perbedaan.

Memperlajari Bahasa Baru

Sebagian besar waktu travel kita ke sebuah negara yang bahasanya tidak kita kuasai, membuat kita bersusah payah untuk menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan. Mempelajari bahasa baru memang tidak mudah dan tidak mungkin kalian dapatkan hanya dalam perjalanan luar negeri kalian dengan waktu yang singkat. Namun bagaimanapun, para penduduk lokal umumnya sangat menghargai hal tersebut ketika para turis berkata jujur tidak menguasai bahasa mereka.

Bahkan ketika kalian adalah seorang yang pemalu, pelajari kata-kata dasar sebelum kalian melakukan perjalanan menuju negara dengan bahasa asing tersebut. Ketika kalian disana, jelaskan kepada mereka. Jika kalian bertemu dengan masyarakat lokal yang juga dapat berbicara dalam bahasa kalian, ajak mereka dalam sebuah percakapan, dan tanyakan kepada mereka beberapa kata dalam bahasanya untuk menambah kosa kata kalian. Pelajari bagaimana cara untuk menanyakan arah, gunakan kata 'tolong' dan tentu saja 'terima kasih', akan memberikan kesan yang baik dalam pertemuan pertama.

Kita semua juga sudah mengetahui bahwa menguasai dua bahasa akan membuat kalian lebih pintar. Lebih banyak kata-kata dalam bahasa asing yang kalian miliki, hal tersebut semakin baik untuk pikiran kalian saat ini dan dalam waktu yang cukup panjang. Menjadi Lebih Mandiri Bepergian, terutama dalam perjalanan solo, akan menantang kalian secara ekstensif. Sering kali kita tidak pernah menyadari bagaimana kita menggunakan diri kita sendiri atau menantang kemampuan memecahkan masalah kita.

Pada akhirnya, jika kalian merasa mampu melewati itu semua sendirian, makan kalian akan merasa anda akan lebih baik melakukan semuanya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Melihat Hal unik

Setiap negara memiliki sesuatu yang unik untuk ditawarkan. Mulai dari pemandangan yang menakjubkan, hewan menakjubkan atau arsitektur yang sungguh luar biasa. Hal tersebut kemungkinan besar dapat menginspirasi kalian untuk membuat sesuatu yang lebih luar biasa dari hal yang sudah kalian lihat sebelumnya.

Terinspirasi

Hal yang paling penting untuk kalian ingat ketika kalian sedang travelling ialah untuk hidup pada saat ini. Jika Kalian melihat sesuatu yang membuat kalian jatuh, ambillah kembali dan pikirkan dalam beberapa menit, sebelum kalian menyerah. Pada akhirnya, hal-hal yang sudah kalian lalui ketika travelling memungkinkan kalian untuk merasa terinspirasi. Apakah itu berasal dari beberapa orang-orang yang kalian temui ketika berada di luar negeri, atau sesuatu yang sudah kalian lihat. Inspirasi tersebut yang dapat membuat kalian lebih bahagia, dan menjadi seseorang yang lebih cerdas.

Sumber: National Geographic Indonesia

Merencanakan Liburan Tahun Depan, Butuh Persiapan Apa?


Memasuki bulan Desember, saatnya merencanakan liburan untuk tahun 2016. Butuh beberapa persiapan agar liburan Anda nantinya berjalan lancar. Tak ada salahnya merancang itinerary dari sekarang!

Sedikitnya ada 6 tips penting untuk merencanakan liburan tahun depan. Dihimpun detikTravel, Kamis (3/11/2015), berikut daftarnya:

1. Cek hari libur dan jadwal cuti

Pertama, Anda harus tahu jadwal libur nasional sepanjang tahun 2016. Pastikan juga Anda punya hari libur dan jatah cuti yang bisa digunakan untuk liburan. Jangan lupa cek hari libur kejepit, sehingga Anda bisa menggunakan jatah cuti dengan jumlah yang minim.

2. Cari destinasi

Jika sudah menemukan tanggal-tanggal yang pas, saatnya mencari destinasi. Carilah destinasi tujuan sesuai musim dan tanggal Anda berangkat. Jangan lupa cek hari libur nasional di tanggal tersebut. Jangan sampai Anda menyesali liburan ke Bali karena berangkat saat Nyepi.

3. Menabung

Mumpung belum masuk 2016, saatnya mulai menabung. Jadi di awal tahun, Anda sudah punya bujet untuk traveling meski tak seberapa. Inilah saat yang tepat untuk menggalakkan aturan menabung dengan jumlah tertentu setiap bulan. Percayalah, sangat berguna di masa depan!

4. Cek promo pesawat

Banyak maskapai, baik bujet maupun full service, yang menawarkan promo tiket dengan masa berlaku sampai tahun depan. Biasanya tiket tersedia dengan harga yang sangat murah. Jika sudah fix menentukan tanggal dan destinasi, tak ada salahnya memesan tiket dari sekarang!

5. Merancang itinerary kasar

Usai menentukan tanggal dan destinasi, cobalah rancang itinerary kasar. Mulailah browsing penginapan, transportasi, dan hal-hal lainnya. Jika traveling ke luar negeri, coba cek apakah butuh visa. Anda bisa menyiapkan segala keperluan visa jauh-jauh hari.

6. Membeli perlengkapan yang dibutuhkan

Jika sudah menentukan tanggal dan destinasi, buat daftar perlengkapan apa saja yang Anda butuhkan. Misal, Anda akan menyambangi Eropa di bulan Desember 2016. Dengan begitu Anda bisa mencicil barang-barang yang dibutuhkan, misal baju hangat, sarung tangan, dan lain-lain.

Sumber: Travel Detik

5 Tips Mencicip Makanan Saat Wisata Kuliner


Salah satu alasan orang pergi traveling adalah untuk mencicip makanan khasnya. Nah, jika tujuan liburan kamu adalah untuk wisata kuliner, ini 5 cara agar bisa puas menjajal makanan.

Siapa yang tak tergoda melihat aneka makanan yang lezat. Mulai dari makanan asin, manis, atau minuman segar. Rasanya ingin mencicip semua. Sayangnya kadang perut tidak sanggup menampung.

Maka dari itu, perlu ada cara dan siasat agar bisa puas mencicip makanan. Disusun detikTravel, Kamis (29/10), inilah 5 tips puas menjajal makanan saat wisata kuliner:

1. Jangan kalap

Saat mendatangi kawasan wisata kuliner, pasti mata berbinar senang melihat aneka jajanan yang ada. Satu hal yang harus diingat agar wisata kuliner berjalan lancar adalah jangan kalap!

Karena kalau kamu kalap, pasti langsung makan terlalu banyak dan berujung tak bisa menjajal makanan yang lain. Jadi meski semua terlihat menarik, tahan diri agar tidak kalap ya.

2. Saling mencicip

Jika kebetulan kamu liburan bersama teman atau keluarga, cobalah masing-masing membeli makanan yang berbeda. Lebih banyak orang berarti lebih banyak jenis makanan yang bisa dibeli.

Setelah menjajal banyak makanan, kamu bisa memilih mana yang lebih disuka. Misal ternyata bukan punyamu, tentu masih bisa beli lagi karena perut belum terlalu penuh.

3. Beri jeda antar waktu makan

Tetap saja perut ada batas isinya. Jangan memaksakan perut dengan makan terus-terusan. Misal ingin menjajal camilan, berilah jeda sekitar 5-10 menit. Setelah beristirahat mengunyah, barulah boleh menjajal camilan lain.

Kalau ingin makan besar, berilah jeda sekitar 2-3 jam. Jadi selagi wisata kuliner, datangi juga objek wisata lain yang kira-kira masih terjangkau.

Seperti contoh saat wisata kuliner di Yogyakarta. Kamu bisa mendatangi Candi Prambanan atau Keraton saat jeda makan.

4. Perbanyak jalan kaki

Salah satu kunci perut tetap ada ruang saat wisata kuliner adalah perbanyak gerak. Salah satu cara paling asyik adalah perbanyak jalan kaki.

Misal sedang mendatangi pasar malam yang banyak kuliner khasnya. Jangan sungkan untuk mengelilingi pasar malam, mendatangi sampai sudut-sudutnya, sambil menikmati camilan.

Ada energi yang masuk, ada tenaga yang dikeluarkan. Secara tak langsung, makanan pun lebih cepat diproses dan perut lebih cepat kosong dibanding hanya duduk saja.

5. Ingat, masih ada hari esok

Jika begitu banyak makanan menarik dan mulut sudah tak sanggup mengunyah, jangan dulu menyerah. Karena masih ada hari esok di mana kamu bisa kembali menjajal makanan yang lain.

Kalau ternyata itu adalah malam terakhirmu dan besok sudah pulang, bungkus makanan yang paling kamu inginkan. Nah, menjelang tengah malam biasanya perut sudah kembali lapar. Itulah saat menjajal kuliner yang bikin kamu penasaran.

Sumber: Travel Detik

5 Hal yang Jangan Dilakukan Saat Berenang di Laut

Ilustrasi (https://frozzaholic.com)

Banyak yang mengaku cinta laut dan senang liburan ke laut. Tapi, sudah tahukah hal-hal yang boleh dan tak boleh dilakukan saat berenang di sana? Ini 5 hal yang haram dilakukan saat berenang di laut.

Snorkeling, berenang atau diving. Begitu banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan alam laut. Namun, bukan berarti bisa melakukan semaunya. Disusun detikTravel, Senin (24/8) inilah 5 hal yang haram dilakukan saat berenang di laut:

1. Memegang terumbu karang

Karang memang indah. Apalagi yang letaknya tak terlalu dalam. Semakin banyak terkena matahari akan semakin warna terumbu karang. Saking cantiknya, jadi penasaran ingin memegang.

Padahal, hal ini bisa merusak karang. Memegangnya meningkatkan potensi karang yang mati. Jika sudah mati, warnanya takkan lagi warna-warni melainkan cokelat. Serta, takkan lagi tumbuh. Jadi terlihatnya jelek. Tak mau kan merusak alam bawah laut Indonesia?

2. Menabrak karang

Selanjutnya adalah menabrak karang. Bisa dibilang, ini hal yang paling banyak dilakukan traveler dengan atau tanpa sadar. Menabrak atau menginjak karang, sama saja dengan membunuh terumbu karang tersebut.

Tabrakan bisa dilakukan dengan kayuhan dari fin atau sepatu katak. Saat snorkeling, mungkin kamu tak terlalu sadar dengan gerakan fin. Bisa saja menabrak karang atau malah dengan sengaja kamu menginjak karang untuk berhenti sejenak.

Sungguh, dua hal ini sangat haram dilakukan selama berada di laut. Usahakan tidak menyentuh karang baik dengan tangan atau dengan fin. Jagalah gerakan selama diving atau snorkeling ya!

3. Memegang biota laut

Memang, lucu rasanya bisa merasakan tekstur ikan atau bintang laut. Padahal, ini sangatlah tidak dianjurkan. Karena memegang hewan laut bisa membahayakan mereka.

Tak perlu memegang apalagi menangkap untuk dijadikan objek foto. Meski setelah itu dilepas, tetap saja hal itu tidak baik. Lebih baik mendekati mereka sampai jarak aman jika ingin memotretnya. Jaga tangan jangan asal pegang.

Banyak cerita tentang biota laut yang mati karena menjadi bahan permainan para wisatawan. Hewan ini dipegang-pegang atau bahkan diangkat ke luar dari air.

4. Memberi makan ikan

Di area snorkeling yang banyak ikan warna-warni, biasanya wisatawan senang memberi makan ikan. Ada yang dengan roti, bahkan ada juga yang dengan mie instan seduh.

Sungguh berbahaya! Makanan yang tidak biasa dimakan oleh mereka bisa membuat keracunan. Lebih parah lagi, jadi merubah keinginan makan mereka. Jika sudah tidak suka dengan makanan natural mereka, bisa-bisa mereka kelaparan.

5. Buang sampah

Setelah memberi makan yang biasanya di plastik atau botol, pasti sampahnya dibuang begitu saja. Terlalu malas memegang karena sedang asyik berenang. Atau memang malas saja untuk membawanya sampai ke tepian pantai.

Inilah yang membuat laut rusak. Sampah yang dibuang dengan sengaja. Masih banyak sampah lain yang bisa dibuang ke laut, baik sengaja ataupun tidak sengaja. Jangan sampai melakukan hal itu ya!

Sumber: Travel Detik

5 Barang Wajib Bawa Saat Island Hopping


Indonesia dianugerahi ribuan pulau eksotis yang asyik dijelajahi. Beberapa di antaranya membentuk kepulauan yang letaknya berdekatan. Hopping island pun jadi agenda seru, tapi jangan lupa bawa 5 barang ini.

Kepulauan Seribu, Kepulauan Derawan, Karimunjawa dan banyak lagi. Begitu banyak kepulauan cantik di Indonesia. Hopping island atau keliling antar pulau pun jadi kegiatan wajib dilakukan saat liburan ke sana.

Nah, agar liburan hopping island makin seru, harus bawa barang-barang pendukungnya. Disusun detikTravel, Jumat (21/8) inilah5 benda yang wajib dibawa saat liburan ala hopping island:

1. Handuk kecil

Yang namanya hopping island pasti ada bagian di atas kapal. Nah, jika badan belum basah, terkena angin selama naik perahu atau kapal tak masalah. Tapi beda ceritanya jika sudah basah.

Terlalu lama kena angin saat basah bisa bikin kamu masuk angin. Daripada liburan kacau, lebih baik siapkan handuk kecil untuk mengeringkan sebagian tubuh saat di perjalanan ke pulau selanjutnya.

2. Tas anti air

Antar pulau berarti banyak lompat ke pantai. Saat pindah pulau, pasti tubuh sudah basah. Mau tak mau bagian dalam perahu pun ikut basah. Membawa tas biasa sudah pasti bunuh diri namanya.

Segala gadget dan alat elektronik bisa rusak seketika saat terkena air laut. Jadi tak ada salahnya untuk menggunakan tas yang anti air selama hopping island.

3. Kacamata hitam

Paling pas hopping island adalah saat musim panas. Karena saat itu mentari bersinar cerah dan laut pun terlihat lebih indah. Nah, agar tidak pusing terkena sinar mentari seharian, siapkan kacamata hitam.

Pilihlah kacamata hitam yang ringan dan dengan lensa yang tahan baret. Karena bermain di pantai sudah pasti akan bertemu dengan pasir. Jika kacamata jatuh ke pasir dan terkena lensanya, sudah pasti liburan jadi muram. Jadi, jangan lupa gunakan lensa yang anti baret ya!

4. Topi

Setelah kacamata hitam, jangan lupa bawa topi. Saat di perjalanan, bisa melindungi dari angin dan matahari. Saat di pantai, bisa menambah eksistensi saat difoto.

Pilih topi favorit yang selaras dengan kostum yang digunakan hari itu. Ciamik!

5. Baju ganti

Ini berguna saat perjalanan pulang hopping island. Biasanya, rute pulang yang paling jauh karena tak lagi mengunjungi pulau-pulau yang dilewati. Setelah seharian bermain air, tak mau kan lama terkena angin dengan baju yang basah.

Tak perlu mandi dulu, ganti baju yang kering untuk sementara pun tak apa. Asal tubuh lebih hangat, kemungkinan sakit atau masuk angin pun bisa lebih kecil.

Sumber: Travel Detik

Tips Liburan Saat Galau


Galau atau patah hati? Traveling ke sebuah tempat memang jadi obat yang mujarab. Tapi, ada beberapa tips yang perlu diingat agar pulang dalam kondisi move on!

Dihimpun detikTravel, Rabu (2/12), setidaknya ada 5 tips penting bagi kamu yang 'kabur' liburan saat galau. Sebisa mungkin, jadikan traveling momen introspeksi sehingga kamu kembali dalam kondisi move on.

1. Pilih destinasi sesuai keinginan

Merencanakan liburan saat sedang galau, mungkin banyak destinasi yang ingin didatangi. Tapi cobalah sesuaikan destinasi dengan jadwal libur yang paling dekat. Kecuali, kamu punya uang cukup banyak dan waktu tak terbatas sehingga bisa menyambangi belahan dunia lainnya.

Ada baiknya kalau memiliki ketertarikan dengan destinasi tersebut. Misal, kamu sudah lama ingin mengunjungi Labuan Bajo atau Bukittinggi. Jadikan tempat-tempat itu destinasi liburan untuk melupakan rasa galau dan patah hati.

2. Jangan melakukan hal yang disesali di kemudian hari

Galau bisa bikin kita melakukan hal-hal aneh, yang terkadang tak masuk akal. Nah, jangan sampai kamu melakukan hal-hal yang akan disesali nantinya.

Contoh paling mudah, nekat bikin tato di tubuh dengan tulisan 'I Hate You (nama mantan)'. Jangan gegabah, kamu bakal malu nantinya!

3. Jangan bengong

Nah, ini hal paling penting kalau liburan saat galau. Jangan bengong! Galau memang bikin kamu memikirkan banyak hal, mengawang-awang dan berkhayal. Tapi jangan sampai kamu bengong sehingga menjadi 'magnet' bagi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dijambret misalnya. Dicopet, bahkan diculik. Jika traveling bersama teman, coba minta dia mengingatkan agar menepuk kamu saat bengong.

4. Cari teman baru di tempat tujuan

Traveling adalah cara asyik berkenalan dengan orang baru. Caranya banyak. Misal, kamu bisa menginap di dormitori hostel sehingga bertemu beberapa teman baru. Bisa juga dengan berkenalan langsung dengan traveler lainnya yang sedang berada di lokasi yang sama.

Pasti ada satu kesamaan kamu dan traveler-traveler lainnya mengunjungi tempat tersebut. Mulailah percakapan dengan pendapatnya soal destinasi tersebut. Siapa tahu dapat gebetan atau jodoh di sana!

5. Cari kegiatan seru yang bikin lupa diri

Nah, ini juga penting kalau liburan saat galau. Saat liburan ke pantai ada baiknya Anda main flying fish, berenang atau bahkan surfing, dibanding duduk melamun di tepi pantai. Lakukan hal-hal seru yang bikin kamu lupa galau. Seru-seruan dan tertawalah!

Sumber: Travel Detik