Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan

Kuliner Khas Lampung


Kekayaan kuliner di Indonesia memang tidak terbantahkan lagi. Setiap daerah tentu memiliki kuliner menggoyang lidah yang lezat dan sehat. Kali ini kuliner lezat itu akan berasal dari Lampung. Sebagai salah satu provinsi dengan penduduk Melayu yang cukup besar di Indonesia maka kuliner Lampung tidak dapat terpisahkan dari campuran rempah-rempah yang kental dan sangat beraroma.

Seruit

Seruit (https://malahayati.ac.id)

Seruit sendiri merupakan makanan yang terbuat dari ikan bakar yang dicampur dengan sambar tempoyak terasi khas Lampung, atau ada yang memberi mangga. Jenis ikan yang digunakan hanya saja yang digunakan adalah ikan-ikan dari sungai besar, seperti ikan balide, ikan baung, ikan layis dan berbagai ikan lainya. Untuk menyantap seruit biasnya di tambah dengan lalapan akan lebih nikmat.

Tempoyak

Tempoyak Lampung (https://www.wisatatiga.com)

Tempoyak sudah dikenal di berbagai wilayah baik di Indonesia maupun di negeri tentangga seperti Malaysia.

Untuk pembuatanya, menyiapkan daging durian yang tidak banyak mengandung air. Durian yang dipilih diusahakan dari durian yang memiliki kualitas super dan benar-benar sudah matang agar kualitas rasa dari Tempoyak lebih nikmat. Setelah itu, memisahkan daging durian dengan bijinya dan diberikan sedikit garam. Kemudian tambahkan cabe rawit secukupnya, hal ini untuk mempercepat fermentasi dan simpanlah di tempat yang tertutup rapat dan mempunyai suhu udara yang dingin, jika perlu masukan kedalam kulkas.

Setelah 2 hingga 5 hari, untuk mengolahnya ditambah dengan ikan seperti Teri, Mujair, ikan mas dan ikan lainya. Jika dibuat sambal, kamu harus mencampurkan bawang putih dan merah, cabe halus atau yang telah dipotong-potong kecil, tambahkan sedikit gula untuk pengganti sedikit gula. Kemudian goreng sekitar 3 menit, setelah dirasa cukup, sambal Tempoyak siap dihidangkan dengan makanan lainnya.

Gulai Taboh

Gulai Taboh (https://www.wisatatiga.com)

Makanan ini mempunyai cita rasa yang cukup unik dan terbuat dari kacang-kacangan serta umbi-umbian. Santan yang diolah dengan campuran kacang hijau dan tanah, dan jenis kacang lainnya, kentang dan rebung. Selain itu, terdapat bahan yang akan membuatmu berasa berbeda dilidah karena terdapat juga campuran seperti daun sirih atau bahkan terasi. Perpaduan rasa manis pada ubi-ubian seperti labu dengan paduan rasa khas terasi akan menambah rasa yang beragam pada lidah kita.

Gabing

Gabing (https://www.wisatatiga.com)

Gabing merupakan masakan berkuah, berbahan baku yang cukup unik karena terbuat dari batang kelapa yang masih muda. Batang kelapa muda diiris hingga menyerupai lempengan kecil memanjang berukuran 3 sampai 4 cm. Kemudian direbus hingga lunak dan dimasukan bumbu rempah sampai tercium aroma yang kuat dengan rasa yang nikmat.

Gulai Pindang

Gulai Pindang (https://www.wisatatiga.com)

Pindang merupakan masakan berkuah berwarna kuning, biasanya sajikan pada mangkuk. Uniknya, Pindang khas Lampung ini mempunyai cita rasa seperti asam gurih, tidak jauh berbeda dengan Tom Yam dari Thailand. Aroma pindang tercium lebih kuat dikarenakan terdapat daun kemangi yang menjadi campuran pada kuah.

Kuliner Khas Bangka Belitung (Babel)


Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khusus dalam budaya kuliner mereka. Misalnya, Surabaya dengan Rujak Cingur, Yogyakarta dengan Gudeg, Madura dengan Sate, Jawa Barat dengan Ayam dan Ikan goreng beserta lalapannya, dan lain sebagainya.

Bangka Belitung pun tidak kalah dengan daerah-daerah lain. Ada sejumlah makanan khas dari daerah ini, yang pantas untuk Anda nikmati kelezatnya.

Lempah

Merupakan masakan berkuah yang biasanya berbahan dasar makanan laut atau daging sapi yang dibumbui rempah-rempah yang beraroma kuat. Dalam bahasa Belitung lempah disebut gangan. Mengenai kuliner Lempah, biasanya masyarakat Bangka Belitung menyajikanya dengan beragam jenis dan bahan. Lempah ada beberapa macam yaitu:

a. Lempah Darat

Lempah Darat

Masakan ini merupakan campuran dari bahan dasar talas atau  sayuran dengan kacang-kacangan seperti kacang kedelai dan beberapa bumbu-bumbu yang dihaluskan seperti cabai rawit, cabai merah, terasi dan garam secukupnya.

b. Lempah Kedondong

Lempah Kedondong

Lempah ini menggunakan daun Kedondong sebagai bumbu utama. Walaupun Iga Sapi juga menjadi bahan utama.

c. Lempah Kuning

Lempah Kuning 

Lempah Kuning atau Lempah Nanas merupakan masakan yang umum di pulau Bangka. Masakan ini menggunakan bahan dasar ikan atau ayam. Rasanya yang asam dan pedas lezat.

d. Lempah Tumis

Lempah Tumis

Tidak ada bedanya dengan lempah tumis dengan lempah lainnya, dengan bahan dasar lempah tumis juga ikan atau ayam. Perbedaannya ada pada cara memasaknya, yaitu bumbu terlebih dulu ditumis.

e. Lempah Kulat 


Bagi masyarakat Bangka, makanan ini sudah menjadi daftar menu makanan terfavorit. Bahan-bahan yang digunakan untuk memasak lempah kulat antara lain adalah jamur pelawan, daun keladi sayur, nanas, pucuk labu dan rempah-rempah lainnya. Tentu saja makanan kuliner Bangka lempah kulat mengandung kadar gizi yang lebih dari cukup. Di samping bahannya juga terdapat bumbu dapur yang alami membuat yang mencicipi semakin membuat lidah bergoyang. Berikut adalah resep lempah kulat yang patut anda coba sebagai daftar menu sehat di keluarga anda.Rusip

Rusip

Rusip (https://www.enjoybabelisland.com)

Rusip di Bangka biasanya banyak diproduksi oleh masyarakat sekitar daerah pesisir, seperti Belinyu dan Toboali. Pembuatannya masih menggunakan resep tradisional. Bahan utamanya berasal dari ikan teri yang memang ukurannya kecil-kecil. Pembuatannya pun melalui proses yang cukup sederhana. Setelah ikan dibersihkan, kemudian dicampur dengan garam dan gula merah (gula Jawa), lalu difermentasi. Lamanya proses pengawetan biasanya berlangsung selama seminggu.

Ketika olahan tadi sudah mulai mengeluarkan aroma khas dimana agak sedikit asam artinya rusip sudah siap untuk dikeluarkan. Penyajiannya bervariasi, dapat dimasak ataupun langsung dimakan. Tambahkan irisan bawang, cabe rawit untuk menambah cita rasa. Jangan lupa juga perasan jeruk kunci untuk menetralisir aroma ikan dan memberi sentuhan kesegaran di lidah.

Kecalo

Kecalo (https://wisatatempat.com)

Makanan yang satu ini mungkin hampir sama dengan rebon abon. Dengan berbahan dasar udang yang difermentasikan dengan ditambahkan garam, membuat kuliner yang satu ini berasa asin gurih. Kecalo biasanya ditambahkan sebagai bumbu saat membuat telur kocok dan juga bisa digunakan sebagai pelengkap berbagai kuliner.

Balacan

Sambal Belacan (https://www.membosankan.com)

Merupakan sejenis pasta ikan atau udang fermentasi yang dipadatkan dan memiliki bau khas yang agak menusuk hidung. Belacan dijadikan bumbu untuk banyak masakan lain. Sambal ini dibuat dengan cara memanggang terasi tersebut terlebih dahulu. Kemudian terasi yang sudah dipanggang dimasukkan ke lumpang atau ulekan dan dimasukkan beberapa cabe kecil dan cabe besar, bawang, gula, dan garam secukupnya. Kemudian bahan-bahan tersebut diulek atau dilumatkan menjadi satu hingga halus dan tercampur rata.

Yang membuat khas-nya disini, selain terasinya adalah dengan dicampurkannya dengan perasan jeruk kunci, yaitu jeruk yang sangat asam atau biasa disebut juga dengan jeruk sambal atau jeruk calong. Sensasi asam dari jeruk kunci yang beda, manis, pedes, asin, dan gurih akan terasa ketika mencocolkan lalapan atau kemplang ke sambel belacan ini.

Pantiaw (Kwetiau)

Pantiaw atau Kwetiau (https://avidaendriani.it.student.pens.ac.id)

Pantiau merupakan salah satu makanan berkuah khas Bangka Belitung yang sayang jika dilewatkan. Dengan suwiran daging ayam, makanan ini terasa sangat nikmat, dipadu dengan kuah ragam rasa dari bawang, seledri dan bumbu-bumbu lainnya, membuat makanan ini terasa akrab di lidah masyarakat dan bagi yang telah pernah mencoba akan merasa kangen untuk mencoba lagi.

Rasa yang tergambar di Pantiau adalah pedas gurih manis. Masakan yang satu ini bisa juga ditambah bakso maupun mie sebagai pelengkap yang mempernikmat dan semakin menambah sensasinya. Secara keseluruhan makanan ini hampir sama dengan sup ikan, cap cay, soto, dan kuliner berkuah lainnya. Bagi anda yang suka makanan-makanan tersebut, maka anda wajib juga mencoba Pantiaw jika anda mampir ke Bangka Belitung.

Lakso

Lakso (https://avidaendriani.it.student.pens.ac.id)

Kuliner yang satu ini sangat cocok bagi anda yang ingin bersantai di rumah menikmati sajian televisi. Makanan ini hampir sama dengan mie bakso dengan tekstur kenyal dan dibentuk seperti mie berwarna putih ditambahi kuah santan yang guris yang akan sangat memanjakan lidah anda. Bahan utamanya merupakan tepung beras dengan kekenyalannya, dan rasa kuah yang gurih membuat makanan ini juga bisa ditambahi abon udang, kerupuk, sosis dan teman makan lainnya.

Kericu

Kericu merupakan salah satu kuliner sea food yang cukup enak. Tidak hanya enak, kericu juga merupakan makanan dengan gizi tinggi. Makanan ini berbentuk lonjong kering sebagai camilan seperti kerupuk. Makanan ini berbahan utama telur cumi-cumi dan sagu. Cara pembuatan kuliner ini adalah telur cumi-cumi dihaluskan sampai lembut. Adonan telur cumi-cumi yang sudah lembut kemudian ditambah tepung sagu (tapioka). Setelah itu, adonan ditambahi bumbu lainnya seperti lengkuas, bawang merah, bawang putih, garam, serta bumbu-bumbu lainnya. Setelah adonan dibentuk lonjong-lonjong dengan masing-masing ujung runcing, maka adonan pun siap di masak.

Kuliner Khas Palembang


Selain terkenal akan jembatan ampera dan pulau kemaro nya. ternyata palembang memiliki berbagai macam makanan khas yang bisa memanjakan lidah para penikmatnya. sebagian dari makanan ini mungkin sudah dijual di kota-Kota lain tetapi lebih mantap lagi kalo kita langsung makan di tempat asalnya....:)

Pempek

Pempek (https://www.klikhotel.com)

Pempek terbuat dari ikan giling, tepung sagu, air, dan garam. Ikan yang digunakan sejatinya adalah ikan belida yang hidup di Sungai Musi. Namun, kini banyak juga pempek yang dibuat dari ikan tenggiri atau ikan gabus. Pempek disantap dengan kuah cuka yang berwarna hitam (cuko). Cuko ini terbuat dari gula merah, cabe, dan udang kering. Pempek juga kerap disajikan dengan pelengkap berupa sedikit mie basah dan ketimun. Beberapa varian pempek antara lain: pempek kapal selam, lenggang, adaan, dan panggang.

Tekwan

Tekwan (https://www.klikhotel.com)

Tekwan, makanan khas Palembang dengan tampilan mirip sup ikan berbahan dasar daging ikan dan sagu yang dibentuk kecil - kecil mirip bakso ikan yang kemudian ditambahkan kaldu udang sebagai kuah, serta soun dan jamur kuping sebagai pelengkap.

Model

Model (https://www.klikhotel.com)

Model, mirip tekwan tetapi bahan dasar daging ikan dan sagu dibentuk menyerupai pempek tahu kemudian dipotong kecil kecil dan ditambah kaldu udang sebagai kuah serta soun sebagai pelengkap. Ada 2 jenis model, yakni Model Ikan (Model Iwak) dan Model Gandum (Model Gendum).

Mie Celor

Mie Celor (https://www.klikhotel.com)

Mie celor merupakan kuliner khas Palembang yang cara memasaknya cukup unik. Mie dimasak bukan dengan cara direbus, melainkan diseduh dengan air panas. karena diseduh, maka mie memiliki tekstur kenyal. Mie celor ini disajikan dalam kuah santan yang dicampurkan dengan kaldu ebi, dicampur toge, dan disajikan dengan irisan telor rebus. Mie celor juga biasanya dihidangkan dengan pelengkap berupa seledri, daun bawang dan bawang goreng. Citarasa gurih dari udang dan santan dalam kuah yang kental sungguh menggugah selera.

Pindang Patin

Pindang Patin

Bahan utama ikan patin, ikan tersebut akan direbus dengan aneka bumbu seperti cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, bawang putih, nanas, dan lain-lain. Selain menggunakan ikan patin, bahan utama bisa diganti dengan ikan gabus, tulang sapi, dan sebagainya.

Makanan ini merupakan teman sejati sepiring nasi hangat. Agar lebih mantap, disajikan sepiring kecil sambal seperti sambal mangga muda, sambal nanas, atau sambal tempoyak.

Laksan

Laksan (https://www.klikhotel.com)

Laksan pada dasarnya dibuat dengan adonan yang sama dengan pempek, yaitu ikan giling dan tepung sagu. Adonan ikan yang berbentuk bulat lalu dipotong tebal melintang berbentuk oval. Laksan ini rasanya pun mirip dengan pempek. Laksan disajikan dengan kuah santan yang gurih. Salah satu kuliner khas Palembang lainnya yang mirip dengan Laksan adalah celimpungan. Hanya, berbeda dengan laksan, celimpungan berbentuk bulat pipih.

Celimpungan

Celimpungan (https://www.bello.id)

Celimpungan sekilas mirip dengan laksan, hanya saja yang membedakannya adalah bentuknya bulat pipih lebih besar dari tekwan. Disajikan dengan kuah santan yang dicampur dengan bawang putih, kunyit, bawang merah, garam, daun salam, dan lada, sehingga kuah santan yang berwarna kekuningan terasa nikmat.

Tempoyak

Tempoyak (https://www.telusurindonesia.com)

Tempoyak, makanan khas Palembang yang berbahan dasar daging durian yang ditumis beserta irisan cabai dan bawang, bentuknya seperti saus dan biasa disantap sebagai pelengkap makanan, rasanya unik dan gurih.

Pindang Tulang Meranjat (Pindang Tulang Iga)

Pindang Tulang Meranjat atau Pindang Tulang Iga (https://www.klikhotel.com)

Pindang Tulang Meranjat atau Pindang Tulang Iga Sapi, berbahan dasar tulang iga sapi dengan sedikit daging yang masih menempel dan sumsum di dalam tulang, direbus dengan bumbu pedas, sama halnya dengan pindang patin, makanan ini nikmat disantap sebagai lauk dengan nasi putih hangat.

Burgo

Burgo

Burgo terbuat dari tepung beras, sagu, air kapur sirih, dan aneka bumbu lainnya. Untuk kuahnya akan memakai santan, daging ikan, serta berbagai bumbu lainnya. Burgo sangat nikmat untuk disantap pada pagi dan sore hari.

Lakso


Lakso hampir sama seperti burgo dimana bahan utama menggunakan tepung beras dan tepung tapioka atau sagu. Untuk kuahnya terbuat dari santan, susu cair, kaldu ayam, dan berbagai bumbu rempah lainnya.

Perbedaan antara burgo dan lakso terlihat pada bentuknya, dimana lakso tampak seperti mie. Selain itu, rasa dari kuah lakso juga berbeda dengan burgo karena tidak memakai daging ikan. Saat ini, cukup sulit untuk mencari pedagang Lakso.

Kuliner Khas Bengkulu

Gulai Kemba'ang

Berbicara tentang kuliner, Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai banyak kuliner khas disetiap daerahnya. Salah satunya adalah Bengkulu. Bengkulu merupakan suatu daerah dengan keberagaman kuliner khasnya. Yuk, kita mencicipinya bersama.... :)

Pendap

Pendap (https://www.flickr.com)

Pendap merupakan salah satu makanan khas yang dikenal hampir sebagian besar masyarakat tiap kabupaten di Provinsi Bengkulu, apalagi jenis makanan ini pernah menjadi tema salah satu lagu yang dirilis dalam album lagu daerah Bengkulu sekitar tahun 1990-an. Pendap terbuat dari bumbu-bumbu yang beraneka ragam, seperti bawang putih, kencur, dan cabai giling. Kemudian, bahan-bahan itu dicampur merata dengan parutan kelapa muda. Bumbu yang bercampur dengan parutan kelapa muda selanjutnya dibungkus daun talas, dimasukkan sepotong ikan, lalu direbus selama 8 jam. Dengan racikan bumbu dan bahan tersebut akhirnya pendap memiliki rasa pedas dan gurih, sehingga sangat pas untuk lauk makan nasi yang bisa meningkatkan selera makan seseorang.

Gulai Kemba’ang

Gulai Kemba'ang (https://kinerjaaktif.com)

Masakan tradisional khas daerah Bengkulu lainnya yakni gulai kemba’ang. Hanya saja masakan ini lebih dikenal masyarakat di wilayah Kabupaten Mukomuko, karena banyak versi mengatakan bahwa gulai kemba’ang berasal dari daerah itu. Gulai kemba’ang ini terbuat dari iga sapi dan racikan beberapa jenis bumbu dan memiliki rasa yang gurih. Gulai Kemba’ang merupakan salah satu menu spesial yang kerap dibuat pada bulan puasa ataupun lebaran. Masakan itu sangat cocok disantap sehabis buka puasa ataupun sahur dan dapat membangkitkan nafsu makan yang menyantapnya.

Tempoyak

Tempoyak Bengkulu (https://www.bukucatatan.net)

Meskipun banyak pendapat yang mengatakan Tempoyak bukan berasal dari Provinsi Bengkulu, tapi tempoyak sudah menjadi salah satu makanan khas seluruh etnis masyarakat Bengkulu. Hanya saja tempoyak yang terbuat dari fermentasi durian (Durio zibethinus) memiliki keasaman dan aroma yang terkadang menyengat, sehingga aroma itu tidak terlalui disukai konsumsen. Maka dari itu tempoyak kerap dijadikan bumbu masakan.

Lema

Lema Bengkulu (https://wisata.detakriaunews.com)

Jenis makanan ini memiliki beberapa kesamaan dengan tempoyak, yang mana Lema dibuat dengan proses fermentasi, tak ayal proses itu juga menyebabkan lema memiliki keasaman dan aroma yang cukup menyengat indra penciuman. Di Provinsi Bengkulu, lema sebagian besar hanya dikenal oleh masyarakat suku Rejang dan menjadi makanan khas masyarakat tersebut. Lema terbuat dari adonan rebung (bambu muda) yang kemudian dicincang dan dicampur ikan yang hidup di air tawar. Selanjutnya adonan itu disimpan ke dalam wadah yang dilapisi dengan daun pisang dan ditutup rapat minimal tiga hari sebagai bentuk proses fermentasi. Lema merupakan salah satu komoditi ekspor ke Jepang dengan kemasan kornet, meskipun banyak juga suku bangsa Rejang yang tidak mengetahui hal itu. Saat ini lema telah dijadikan makanan pengganti dan merupakan makanan favorit yang dikenal secara internasional di Jepang.

Tempoyak Ikan Patin

Tempoyak Ikan Patin (https://kinerjaaktif.com)

Nama dari makanan khas Bengkulu yang satu ini sangat unik. Masakan ini merupakan hasil dari buah duarian yang sudah di fermentasi. Tempoyak ini bisa dimakan langsung, akan tetapi jarang sekali dilakukan, karena banyak yang tidak tahan dengan aroma dari makanan ini. Sebenarnya kuliner yang satu ini merupakan makanan khas dari tiga derah sekaligus yaitu Bengkulu, Jambi dan Palembang.

Gulai Bagar Hiu

Gulai Bagar Hiu (https://bkpmd.bengkuluprov.go.id)

Selanjutnya, resep makanan khas Bengkulu adalah Bagar Hiu. Seperti namanya makanan ini berbahan ikan Hiu, biasanya masyarakat menggunakan Hiu jenis punai ataupun Hiu tanduk karena aroma dari ikan Hiu jenis tersebut tidak terlalu amis dan kulitnya terbilang lembut ketimbang Hiu jenis lainnya. Bagar Hiu ini terbuat dari bahan daging ikan Hiu, ketumbar bulat, pala, cengkeh, kayu manis, asam jawa, lengkuas, cabai, bawang putih dan merah serta kelapa goreng yang bergungsi untuk mengentalkan masakan Bagar Hiu. Ikan Hiu dipotong sesuai selera kemudian disiram jeruk nipis agar bau amisnya benar-benar hilang. Setelah itu bawang merah dan putih ditumis sampai harum, lalu bumbu lainnya dan tambahkan sedikit air. Ketika mendidih tambahkan asam, tunggu hingga masak dan siap dihidangkan.

Konon, Presiden pertama kita, Ir. Soekarno sangat menyukai makanan ini saat menjalani pengasingan di Bengkulu. karena tekstur dagingnya yang empuk dan lembut serta rasa gurih dan pedas yang diberikan oleh bumbu rempah, tercampur dengan baik dan meresap kedalam daging hiu. Selain itu daging hiu juga di percaya dapat meningkatkan stamina karena bernilai gizi yang cukup tinggi.

Gulai Ikan Mungkus

Gulai Ikan Mungkus (https://wargakaur.blogspot.co.id)

Dari sekian macam hidangan yang disajikan, yang paling menarik adalah Gulai ikan Mungkus yaitu ikan air tawar yang biasa hidup di sungai dangkal yang dasarnya berbatu dan airnya jernih, ikan ini dimasak dengan santan kelapa,rasanya sungguh lezat.

Rebung Asam Undak Liling

Rebung Asam Undak Liling (https://www.dalawisata.com)

Jika melihat seuntai bambu, mungkin tidak pernah terbayang oleh kita untuk sekedar mencicipinya. Namun di Bengkulu, masakan bambu menjadi salah satu kuliner yang sedap untuk dinikmati. Rebung adalah tunas bambu. Karena teksturnya yang masih lunak, rebung bisa diiris-iris tipis seperti sayuran mentimun dan pepaya muda.

Proses pengolahannya diawali dengan merendam rebung. Proses perendaman ini dilakukan selama berhari-hari untuk mendapatkan rasa keasaman dan kelembutan yang pas. Wah, butuh kesabaran ekstra memang ya. Setelah itu rebung digulai dan ditambah liling. Liling merupakan sejenis siput sawah yang berwarna hitam. Rasa gurih didapat setelah rebung dan liling dilumuri kuah asam, bawang, santan, cabai, tomat dan serai. Perpaduan bumbu-bumbu ini dimasak dengan air hingga mendidih dan kenikmatan rebung asam undak liling siap mengguncang lidahmu.

Kuliner Khas Jambi

Kuliner khas Jambi (https://citizen6.liputan6.com)

Di Indonesia, makanan khas daerah memiliki beragam karakter rasa yang berbeda-beda dengan cara pembuatan yang berbeda-beda pula. Dari Sabang sampai Merauke anda akan menemukan banyak sekali kuliner yang tak ada habisnya, mulai dari masakan pedas, berkuah, panggang, hingga masakan mentahan yang unik. Salah satu daerah yang juga memiliki kuliner khas yang tidak boleh anda lewatkan adalah Jambi.

Jambi merupakan sebuah provinsi yang berada di pesisir timur bagian tengah Pulau Sumatera. Provinsi seluas 50.058 KM2 ini memang tidak terlalu banyak dieksplor oleh wisatawan, namun tetap menyimpan berbagai keunikan wisata terutama dalam hal wisata kuliner.

Nah, kali ini, GWI akan mengajak Anda untuk mencicipi makanan khas Jambi. Ada banyak kuliner lezat khas Jambi yang wajib untuk dicoba dan dapat dijadikan referensi ketika berkunjung kesana.

Gulai Tepek Ikan

Gulai Tepek Ikan (https://food.detik.com)

Jika Tempoyak dan Kue Srikaya dapat ditemukan dengan mudah di Jambi, Gulai Tepek Ikan hanya disajikan pada saat momen-momen penting saja. Maklum, makanan ini dianggap bersejarah bagi sebagian besar masyarakat Jambi. Bahan utama untuk membuat hidangan ini adalah ikan gabus.

Sekilas tampilan dari Gulai Tepek Ikan ini hampir sama dengan gulai ikan lainnya. Namun, tetap saja hidangan ini memiliki rasa yang khas dan berbeda. Pada umumnya, masyarakat Jambi hanya menyajikan Gulai Tepek Ikan pada saat pernikahan, kenduri, dan acara adat lainnya.

Sup Tulang

Sup Tulang (https://ardyutomo25.blogspot.co.id)

Pernahkah Anda menyantap sup iga? Jika pernah, maka Anda tentu sudah bisa membayangkan rasa dari sup tulang ini. Sup tulang memiliki rasa yang hampir sama dengan sup iga. Akan tetapi, sup tulang khas Jambi ini memiliki rasa gurih dan unik tersendiri.

Meskipun namanya sup tulang, Anda tetap dapat menyantap daging yang masih melekat pada tulang yang disajikan tersebut. Aroma kaldu sapi yang menggoda akan langsung tercium ketika sup tulang ini disajikan. Di musim hujan, sup tulang menjadi menu makanan yang selalu diburu oleh banyak orang.

Nasi Gemuk

Nasi Gemuk (https://food.detik.com)

Rasa dan tampilan dari Nasi Gemuk ini sekilas hampir mirip dengan nasi uduk khas Betawi atau nasi lemak khas Melayu. Bahan dasar pembuatan nasi gemuk ini adalah beras, daun pandan, santan, daun jeruk, dan daun salam. Makanan ini umumnya disajikan bersama lauk, seperti telur atau ayam goreng. Bila sedang berada di Jambi, cobalah untuk sarapan dengan menu Nasi Gemuk ini.

Daging Masak Hitam

Daging Masak Hitam (https://resepmasakanmu.com/)

Satu lagi kuliner khas Jambi yang wajib untuk dicicipi ketika berkunjung ke provinsi yang jumlah penduduknya sekitar 3,412 juta orang tersebut. Tampilan dari Daging Masak Itam ini agak mirip dengan Semur Betawi. Soal rasa tentu saja berbeda, karena setiap hidangan memiliki cita rasanya masing-masing.

Daging Masak Hitam terbuat dari daging sapi has dalam yang diolah dengan kelapa, adas manis, kecap, kayu manis, jintan, dan pala bubuk. Rasa dari Daging Masak Hitam ini sangat khas dan lezat. Makanan ini sangat cocok disantap dengan nasi putih hangat.

Gulai Patin khas jambi

Gulai Patin khas Jambi (https://jogjacitydiah98.blogspot.co.id)

Ketika berkunjug ke kota Jambi ini, ingat untuk mencicipinya. Gulai patin ini berbeda dnegan gulai biasanya. Gulai Patin khas Jambi ini dimasak dengan menggunakan tempoyak sebagai bumbu utamanya.

Cumi Cah Kangkung

Cumi Cah Kangkung (https://www.resepmasakanindonesiaku.com)

Makanan ini tentunya cukup memiliki gizi tinggi, perpaduan sayuran dan daging cumi-cumi membuat makanan ini komplit. Enak plus sehat merupakan dua kata yang menggambarkan karakter masakan ini. Minyak wijen juga turut menambah cita rasa khas, dipadukan dengan kecap dan bumbu rempah, serta dimantapkan oleh sedapnya bawang putih yang sudah dihaluskan.

Camilan Khas Jepara Jawa Tengah


Kota Jepara adalah salah satu kabupaten nan ada di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Jepara masih memiliki budaya Jawa nan kuat. Terletak di bagian utara Jawa Tengah, Jepara cukup banyak memiliki pantai-pantai Bahari Jawa nan menarik.

Kota Jepara juga dikenal sebagai kota ukiran, berbagai produk ukiran yang telah menghiasi setiap rumah tangga baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Horog-horog


Horog horog camilan khas jepara, terbuat dari tepung pohon aren. Makanan ini tergolong langka, dikarenakan Horok-horok umumnya sangat sulit kita temui kalau di luar Jepara, camilan ini sudah populer semenjak masa Revolusi Indonesia. Horok-horok umumnya dimakan dengan sate kikil, soto, bakso, gulai, dan sayur pecel. Selain itu dapat juga dimakan dengan diberi santan dan sedikit gula pasir, seperti bubur. Bagi masyarakat Jepara Horok-horok merupakan sumber karbohidrat masyarakat Jepara sebagai pengganti nasi atau lontong.

Yang unik adalah metode ketika mengambil bubuk dari pohon arennya, biasanya para pembuat horok-horok akan menggunakan sisir. Sehingga horok-horok mempunyai bentuk butiran-butiran kecil menyerupai busa styrofoam yang kenyal dengan rasa sedikit asin.

Untuk memperoleh pohon aren yang akan digunakan untuk membuat Horok-horok, para perajin asal Jepara akan berburu sampai ke luar daerah, seperti ke Rembang, Pati dan Blora. Tepung aren ini, setelah dibersihkan, kemudian dikukus hingga matang. Dan setelah didinginkan, horok-horok akan bertekstur kenyal.

Moto Belong


Moto Belong atau yang bisa disebut juga Moto Blong merupakan salah satu jajan pasar asli khas Jepara. Moto Belong mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Jepara.

Asal usul makanan tersebut dinamakan Moto Belong adalah diambil dari bahasa Jawa, yaitu Moto artinya mata, sedangkan Belong artinya melotot. Makanan tersebut dinamai Moto Belong karena bentuk makanan tersebut menyerupai bentuk mata yang melotot.

Apabila anda ingin membuat jajanan ini di rumah, cukup siapkan pisang dan singkong. Apabila sudah siap, maka parut singkong tadi lalu peras. Kemudian isi pisang yang sudah matang lalu buat seperti kapsul, jika perlu, bisa juga diberi pewarna makanan agar lebih menarik. Untuk penyajiannya, biasanya dengan cara dipotong/diiris tipis-tipis (sehingga berbentuk menyerupai bola mata) dan dicampur dengan parutan kelapa yang ditambah sedikit gula & garam.

Adon-Adon Coro


Adon-Adon Coro atau sering disebut Jamu Adon-Adon Coro merupakan minuman tradisional khas kota Jepara. Minuman ini berupa jamu yang dicampur dengan rempah-rempah, antara lain pandan, merica bubuk, kayu manis, cengkeh, lengkuas yang disiram dengan santan, jahe gula merah dan air. Minuman ini berasa pedas dan hangat, mirip dengan wedang jahe.

Adon-adon coro bisa ditemui di pelataran sekitar Shopping Centre Jepara, di sebelah utara Alun-Alun Kota Jepara.

Rondho Royal


Monyos atau yang memiliki nama keren Rondho Royal adalah salah satu camilan tradisional dari kota Jepara. Makanan ringan ini terbuat dari tepung beras yang diisi dengan tape lalu digoreng sehingga ia mempunyai cita rasa yang unik. Asin, asam dan manis dapat anda rasakan sekaligus.

Mak Nyus, lebih nikmat apabila disajikan dalam keadaan panas. Anda bisa menjumpai penjual-penjual Rondho Royal di pasar-pasar tradisional Jepara.

Bahan bacaan: Nettik