Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Motif Batik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motif Batik. Tampilkan semua postingan

Batik Baduy



Batik Baduy - Seperti yang sudah kita ketahui, Suku Baduy merupakan salah satu suku di Indonesia yang masih mempertahankan kebudayaan dan adat istiadat nenek moyangnya hingga saat ini. Suku yang berada di Kabupaten Lebak Provinsi Banten ini masih terisolasi dari dunia luar yang sudah semakin berkembangnya teknologi dan media-media informasi. Meskipun begitu, kita patut berbangga karena Suku Baduy juga mampu menghasilkan batik dengan motif-motif yang tidak kalah cantik dan unik dari motif-motif batik yang sudah ada. Batik tersebut adalah Batik Baduy.
Tidak ada informasi banyak tentang sejak kapan batik ini ada atau pertama kali dihasilkan, namun sekarang ini Batik Baduy menjadi salah satu batik yang digandrungi oleh masyarakat Indonesia khusunya masyarakat Banten. Ciri khas yang menjadi identitas batik ini adalah warnanya yang didominasi oleh warna hitam dan biru yang terang. Warna-warna tersebut memiliki makna dan arti tersendiri bagi masyarakat Suku Baduy yaitu sebagai cintanya kepada alam. Namun sekarang ini warna-warna lainnya pun sudah ada untuk menambah ragam motif-motif Batik Baduy.
Menurut PemKab Lebak, sekarang ini Batik Baduy baru memiliki 11 motif yang disesuaikan dengan khas komunitas masyarakat Baduy, namun motif tersebut akan terus dikembangkan agar menambah keragaman motif dari Batik Baduy. Motif-motif tersebut diantaranya Motif Tapak Kebo, Motif Merak, Motif Keong, Motif Kupu-Kupu dan masih banyak lagi motif lainnya. Sesuai dengan namanya, setiap motif Batik Baduy sangat memcerminkan tentang alam dan kehidupan mereka yang sebagian besar adalah bercocok tanam.
Berikut ini adalah sebagian motif-motif Batik Baduy :








Sekarang ini Batik Baduy ini masih terus dikembangkan oleh masyarakat dan PemKab setempat untuk mendapatkan perhatian bagi pecinta Batik atau Fashion di dalam maupun luar Indonesia. Dan dengan adanya Badik Baduy ini juga memperkaya lagi ragam Motif Batik Indonesia yang memang sudah di akui dunia. Untuk melihat motif Batik Baduy lainnya silahkan Kunjungi di Instagram Balada Batik Banten.

Batik Cikadu Tanjung Lesung



Batik Cikadu Tanjung Lesung - Kalau ngomongin batik tidak akan pernah ada habisnya, mulai dari berbagai motif, daerah penghasil, sampai harga yang tergolong sangat terjangkau oleh setiap kalangan. Sejak di akui sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia, batik sekarang ini banyak sekali bermunculan motif-motif baru yang menambah pula daerah-daerah baru penghasil batik tersebut.
Mungkin biasanya yang kalian tahu daerah penghasil batik yaitu Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon atau daerah-daerah lainnya di indonesia. Saat ini ada daerah baru yang menghasilkan batik yang tidak kalah bagus dan unik dengan daerah-daerah yang sudah disebutkan tadi, daerah tersebut terdapat di bagian barat pulau Jawa, yaitu dari Pandeglang lebih tepatnya di Kampung Cikadu, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang Banten.
Batik Cikadu Tanjung Lesung adalah sebuah motif batik baru yang dihasilkan oleh sebuah sanggar yang pertama kali digagas oleh Bapak Toto Rusmaya. Bersama warga masyarakat setempat, akhirnya berhasil menghasilkan motif-motif baru yang indah dan unik pun bisa kita lihat sekarang.
Seperti motif batik lainnya, Motif Batik Cikadu Tanjung Lesung sangat beragam, di sanggar ini memiliki 40 motif yang menggangkat ke khasaan daerah tersebut mencerminkan kehidupan warganya dan di dituangkan lewat motif-motif Batik Cikadu Tanjung Lesung yang sangat indah seperti Badak bercula satu, debus, gunung krakatau, ikan lele, rumah adat, lesung padi, dan masih banyak lagi.
Mesti belum secara spesifik setiap motif batik mempunyai nama, namun batik Cikadu Tanjung Lesung sudah cukup banyak diminati oleh pecinta batik, tidak hanya pecinta di Banten saja tapi juga seluruh Indonesia. Terbukti Motif Batik Cikadu Tanjung Lesung sudah dipakai oleh para desainer-desainer Indonesia untuk menjadikan Motif Batik Cikadu Tanjung Lesung sebagai bahan desain rancangannya untuk pagelaran Fashion Show. Dan tidak hanya itu, di salah satu kontes pageant pria bertaraf dunia yang diadakan di Indonesia pun menggunakan Batik Cikadu Tanjung Lesung untuk salah satu pemotretan profil para kontestannya.
Dengan adanya  Batik Motif Cikadu Tanjung Lesung ini kita patut berbangga, karena ada lagi karya anak bangsa yang ingin ikut melestarikan kebudayaan Indonesia lewat sebuah kain yang memang sudah di akui UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi yaitu batik, dan dengan motif batikini juga menambah lagi keberagaman motif-motif batik yang Indonesia miliki.
Berikut adalah beberapa Motif Batik Cikadu Tanjung Lesung :





Dan berikut Batik Cikadu Tanjung Lesung dalam kontes pageant pria.

Batik Cianjur

Batik Cianjur - Semenjak di akui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009, Batik semakin banyak digandrungi oleh semua orang, tidak hanya kalangan orang dewasa tapi para remaja pun sudah banyak menyukai segala motif batik yang ada di indonesia ini. Kali ini admin akan sedikit mengenalkan motif batik yang tidak kalah unik dengan motif-motif batik yang lainnya, yaitu Motif Batik Cianjuran.
Cianjur terkenal dengan beras dan ayam pelung yang menjadi ciri khasnya. Dari situ lah para pengrajin batik cianjur menjadikan beras dan ayam pelung inspirasi dan menuangkannya dalam bentuk motif batik, yaitu Motif Batik Beasan dan Motif Batik Hayam Pelung. Selain kedua motif batik itu, ada pula motif batik yang menjadi ciri khas motif cianjur yaitu Motif Batik Pencak Silat atau Maenpo dan Motif Batik Kecapi Suling atau Mamaos.
Menurut sejarah keberadaan motif dicianjur sudah ada sejak tahun 1920. Motif dan warna-warna kainnya bernuansa tumbuhan yang ada di sekitar Cianjur. Umumnya mendekati warna tanah, daun atau bulir padi. Bahan-bahan pewarna tersebut didapat dari tanaman-tanaman, seperti Buah Arben, Jambu Biji, Pohon Ketapang, Kulit Manggis, Mengkudu, Kulit Ekstra Mahoni, dan Ekstrak Kunyit, bahkan sebagian dari badan tumbuhan pun dapat digunakan untuk warna batik, seperti Kulit Kayu, Batang Kayu, Akar Kayu, Bunga, Biji dan Getah Kayu. Wah semunya asli dari alam nya?? Dari pada penasaran ini lah motif battik cianjuran yang sudah disebutkan tadi.
Berikut adalah beberapa motif Batik Cianjuran :
Motif Beasan
Motif Hayam Pelung
Motif Pencak Silat atau Maenpo
Motif Kecapi Suling atau Mamaos
        Dan itu lah motif batik cianjuran. Dengan adanya motif batik cianjuran ini menambah keragaman lagi Motif Batik yang ada di Indonesia. Dan semoga dengan dengan Artikel ini dapat menambahkan pengetahuan kita tentang motif batik agar kita lebih mencintai lagi hasil karya anak bangsa yang sudah diakui Dunia.
Tags : #Motif Batik #Batik Cianjur #Motif Batik Cianjuran #Batik Indonesia

Batik Motif Kawung


Batik Motif Kawung - Pada Oktober 2009 dengan bangga Batik mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Dari situ lah batik mulai dilihat oleh seluruh dunia. Di Indonesia sendiri banyak sekali motif-motif batik yang indah serta memiliki filosofi-filosofi yang menarik. Di post pertama tentang motif batik ini admin sangat tertarik akan motif batik yang satu ini, motif batik itu adalah batik motif kawung.
Motif kawung berasal dari jawa, motif ini berupa 4 lingkaran atau lonjongan mengelilingi lingkaran kecil sebagai pusat dengan susunan memanjang menurut garis diagonal miring ke kiri dan ke kanan berselang seling. Melambangkan 4 arah mata angin atau sumber tenaga yang megelilingi yang berporos pada satu kekuatan. Empat lambing arah mata angin itu adalah timur (matahari terbit melambangkan sumber kehidupan), utara (gunung melambangkan temat tinggal para dewa, tempat roh/kematian), barat (matahari terbenam melambangkan turunnya keberuntungan), selatan (zenith melambangkan puncak segalanya).   
Kata kawung sendiri bisa dihubungkan kata kwangwung, yakni sejenis serangga yang berwarna coklat mengkilap dan indah. Kata kawung bisa juga bermakna sebagai sejenis pohoh palem, aren atau buah dari pohon aren (kolang-kaling).  Bentuknya merupakan penampang lintang (irisan) dari buah tersebut yang memperlihatkan bentuk oval dari keempat bijinya. Beberapa berpendapat komposisi biji buahnya itu merupakan penyederhanaan dari 4 kelopak bunga lotus (teratai) yang sedang mekar atau juga merupakan pengembangan dari sisik ikan.
Jaman dahulu, batik motif kawung hanya dikenakan dikalangan kerajaan. pejabat kerajaan yang mengenakan batik motif kawung mencerminkan pribadinya sebagai pemimpin yang mampu mengendalikan hawa nafsu serta menjaga hati nurani agar dapat seimbang dalam perilaku kehidupan manusia. Filosofi batik ini sebagai lambing keperkasaan dan keadilan. Tetapi setelah Negara Mataram dibagi menjadi dua yaitu Surakarta dan Yogyakarta, maka batik kawung dikenakan oleh golongan yang berbeda. Di Surakarta batik kawung dipakai oleh golongan pangakat punakawan dan abdi dalem jajar priyantaka, sedangkan di Yogyakarta batik kawung dipakai oleh sentana dalem.
Biasanya motif-motif kawung diberi nama berdasarkan besar kecilnya bentuk bulat lonjong yang terdapat dalam suatu motif tertentu. Misalkan kawung pacis adalah motif kawung yang tersusun olh bentuk bulatan kecil. Sedangkan kawung yang bentuknya bulat lonjong lebih besar disebut kawung sen.
Pada dasarnya bahwa batik klasik dapat menunjukan tanda-tanda bagi seseorang tentang statusnya. Pada batik kawung tanda tersebut berupa gambaran motif dan warna yang mengandung arti filosofis. Oleh karena itu untuk mengetahui peranan semiotik pada batik kawung perlu kiranya mengkaji berdasarkan aspek-aspek yang terdapat pada ketiga hubungannya, yaitu objek, media dan interpretasi.
Objek
Pada batik kawung terdapat aspek symbol, yaitu sistem tanda yang mengarah kepada suatu pengertian yang terkait dalam konvensi tertentu pada waktu itu. Symbol pada batik kawung dapat diartikan sebagai suatu wujud dari bentuk yang mempunyai maksud tertentu dalam menyatakan hal-hal yang tidak nampak. Maksud dan tujuan dari penciptaan motif pada batik kawung adalah didasar kan adanya "rasa nembah" (bersujud), mendidik berbuat sabar, hati-hati, teliti, tekun dan berbuat baik.
Media
Pada batik kawung terdapat aspek quali-sign, yaitu penampilan kualitas fisik dari bentuk motif kawung dan warnanya serta bahan yang digunakan. Pengertian motif pada batik kawung didasari oleh pohon aren yang buahnya disebut "kolang-kaling", dan bunga teratai yang mempunyai buah bentuknya bulatan lonjong sebanyak empat buah ditambah satu titik ditengahnya sebagai pusat. Warnanya terdiri dari tiga warna, yaitu putih yang berarti kejujuran, coklat berarti sabar dan biru wedel berarti keluhuran. Bahannya terbuat dari mori halus sebagai kain sinjangan yang dalam bahawa Jawa disebut jarit.
Interpretasi
Pada batik kawung terdapat aspek disent yang memberikan tanda sebagai arti kepada sesuatu yang boleh dan tidak boleh. Hal ini berhubungan dengan pemakaian batik kawung, yaitu yang berhak mengenakannya adalah para abdi dalem keraton yang kinasih, artinya abdi yang dekat dengan raja atau keluarga raja. Mulai abdi rendahan (emban dan punakawan) sampai yang berkedudukan tumenggung, dan dipakai dalam kegiatan tertentu seperti upacara ritual dan resepsi perkawinan.