Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Wisata Mangrove. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Mangrove. Tampilkan semua postingan

Peringati Hari Bumi, Pelajar di Penajam Tanam Mangrove


Puluhan pelajar mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memperingati hari Bumi se-dunia 2016 dengan cara menanam "mangrove" atau bakau.

"Kegiatan yang melibatkan para pelajar ini untuk mengajak mereka mencintai lingkungan. Jadi, kami sengaja melibatkan para pelajar dengan langsung turun ke kawasan yang berlumpur dan berair untuk menanam bakau," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani, saat dihubungi di Penajam, Jumat.

Aksi tanam bakau yang digagas Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga bersama Kahati, Cinta Balikpapan, SKK Migas, PT Chevron dan guru serta pelajar itu dilaksanakan di sepanjang pesisir di wilayah Kelurahan Tanjung Tengah, Pejala, Tanjung Jumlai dan Kelurahan Kampung Baru.

Kegiatan menanam bakau tersebut lanjut dia, sebagai pembelajaran di luar sekolah untuk mengenal dan mengajarkan kepekaan serta pentingnya menjaga lingkungan khususnya kawasan "mangrove" kepada para pelajar.

"Kami berharap, batang-batang 'mangrove' yang ditanam itu dapat tumbuh besar dan menghijaukan wilayah pesisir," ucapnya.

Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara lanjut Marjani, akan menjadikan agenda rutin kegiatan tanam bakau tersebut, untuk menumbuhkan kesadaran pelajar dan warga sekitar agar lebih peduli terhadap lingkungan.

"Dengan lingkungan yang bersih, indah dan hijau tentu akan membuat lebih sejuk, sehat dan indah dipandang," tambahnya.

Selain menanam bakau, puluhan pelajar tersebut juga mengikuti kuis yang berhubungan dengan "mangrove" yang diadakan oleh panitia.

Sumber: Republika

Mengenal Manfaat Pohon Mangrove

Pohon Mangrove (https://www.kompasiana.com)

Mangrove adalah pepohonan atau komunitas tanaman yang hidup di antara laut dan daratan yang dipengaruhi oleh pasang surut. Habitat mangrove seringkali ditemukan di tempat pertemuan antara muara sungai dan air laut yang kemudian menjadi pelindung daratan dari gelombang laut yang besar. Sungai mengalirkan air tawar untuk mangrove dan pada saat pasang, pohon mangrove dikelilingi oleh air garam atau air payau.

Hutan mangrove tumbuh subur dan luas di daerah delta dan aliran sungai yang besar dengan muara yang lebar. Di pantai yang tidak ada sungainya, daerah mangrovenya sempit. Hutan mangrove mempunyai toleransi besar terhadap kadar garam dan dapat berkembang di daratan bersalinitas tinggi di mana tanaman biasa tidak dapat tumbuh.

Mangrove Lembongan (https://gc.ukm.ugm.ac.id)

Ekosistem hutan mangrove memberikan banyak manfaat baik secara tidak langsung (non economic value) maupun secara langsung kepada kehidupan manusia (economic vallues).

Beberapa manfaat yang tidak langsung sebagai konsumsi manusia antara lain adalah:

A. Manfaat pada Lingkungan

Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai

Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai (https://pllbfmipaunlam.wordpress.com)

Salah satu peran dan sekaligus manfaat ekosistem mangrove, adalah adanya sistem perakaran mangrove yang kompleks dan rapat, lebat dapat memerangkap sisa-sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari bagian daratan. Proses ini menyebabkan air laut terjaga kebersihannya dan dengan demikian memelihara kehidupan padang lamun (seagrass) dan terumbu karang. Karena proses ini maka mangrove seringkali dikatakan pembentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. 

Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Akar pohon mangrove juga menjaga pinggiran pantai dari bahaya erosi. Buah vivipar yang dapat berkelana terbawa air hingga menetap di dasar yang dangkal dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri.

Menjaga Kualitas Air dan Udara

Ilustrasi Menjaga Kualitas Udara (https://m.tempo.co)

Akar pernafasan (akar pasak) dari api-api dan tancang bukan hanya berfungsi untuk pernafasan tanaman saja, tetapi berperan juga dalam menangkap endapan dan bisa membersihkan kandungan zat-zat kimia dari air yang datang dari daratan dan mengalir ke laut. Air sungai yang mengalir dari daratan seringkali membawa zat-zat kimia atau polutan. Bila air sungai melewati akar-akar pasak pohon api-api, zat-zat kimia tersebut dapat dilepaskan dan air yang terus mengalir ke laut menjadi bersih. Banyak penduduk melihat daerah ini sebagai lahan marginal yang tidak berguna sehingga menimbunnya dengan tanah agar lebih produktif. Hal ini sangat merugikan karena dapat menutup akar pernafasan dan menyebabkan pohon mati.

Selain itu mangrove juga membantu alam dalam mendapatkan kualitas udara yang lebih baik dan bersih.

Mengawali rantai makanan

Mengawali rantai makanan (https://elfasangpencariilmu.blogspot.co.id)

Daun mangrove yang jatuh dan masuk ke dalam air. Setelah mencapai dasar teruraikan oleh mikro organisme (bakteri dan jamur). Hasil penguraian ini merupakan makanan bagi larva dan hewan kecil air yang pada gilirannya menjadi mangsa hewan yang lebih besar serta hewan darat yang bermukim atau berkunjung di habitat mangrove.

Melindungi dan Memberi Nutrisi

Melindungi dan Memberi Nutrisi (https://blendist.blogspot.co.id)

Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.

Sumber Pakan Ternak

Pohon mangrove juga bisa dijadikan sebagai alternatif pengganti makanan ternak. Pohon mangrove yang telah dihancurkan dan digiling menjadi bubuk pakan ternak mengandung nutrisi yang sangat baik untuk pertumbuhan ternak seperti sapi, kambing atau unggas.

Nutris seperti mineral, protein dan kalori akan meningkatkan perkembangan ternak. Selain itu pohon mangrove juga mengandung tanin dan bahan alami lain.

Mencegah Pemanasan Global

Mencegah Pemanasan Global (https://gc.ukm.ugm.ac.id)

Pemanasan global memang menjadi ancaman yang sangat serius untuk alam dan manusia. Salah satu cara untuk mencegah atau mengurangi dampak pemanasan global adalah dengan mengembangkan kawasan hutan mangrove. Tanaman mangrove menjadi salah satu penopang pemanasan dari perairan laut. Selain itu mangrove juga berperan untuk mengatasi masalah banjir pada kawasan pesisir.

Menjaga Iklim dan Cuaca

Ilustrasi kekeringan (https://news.okezone.com)

Perubahan iklim dan cuaca bisa terjadi karena berbagai macam faktor, salah satunya adalah kerusakan sistem dalam alam. Hutan mangrove menjadi sumber yang sangat jelas untuk menjaga ekosistem perairan antara laut, pantai dan darat. Selain itu, manfaat hutan mangrove juga akan membantu manusia dalam mendapatkan iklim dan cuaca yang paling nyaman yang menghindarkan diri dari bencana alam.

B. Manfaat Mangrove Bagi Manusia

Masyarakat daerah pantai umumnya mengetahui bahwa hutan mangrove sangat berguna dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pohon mangrove adalah pohon berkayu yang kuat dan berdaun lebat. Mulai dari bagian akar, kulit kayu, batang pohon, daun dan bunganya semua dapat dimanfaatkan manusia.

Beberapa kegunaan pohon mangrove yang langsung dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain adalah:

Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Hutan mangrove menjadi salah satu tempat untuk mengembangkan berbagai jenis ilmu pengetahuan dalam bidang kelautan, perikanan dan kimia. Banyak peneliti yang membutuhkan hutan mangrove dan dijadikan berbagai sumber penelitian. Hutan mangrove akan meningkatkan berbagai jenis penemuan yang bisa disebarkan ke seluruh dunia. Bahkan banyak peneliti asing yang di negaranya tidak memiliki hutan mangrove dan harus datang ke Indonesia. Harapan untuk menemukan manfaat yang lebih besar dari hutan Mangrove bisa dilakukan dengan metode ini.

Memberikan Dampak Ekonomi yang Luas

Pohon mangrove yang banyak ditanam pada hutan mangrove bisa dipanen seperti jenis tumbuhan lain. Manfaat hutang mangrove bagi manusia berguna untuk diolah menjadi berbagai benda hiasan atau kerajinan. Upaya ini sangat penting untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan standar ekonomi pada daerah tertentu.

Sumber Pendapatan Bagi Nelayan Pantai

Masyarakat yang tinggal dikawasan pantai biasanya banyak bekerja menjadi nelayan. Mereka mencari ikan dan berbagai sumber daya untuk menopang ekonomi keluarga. Manfaat kawasan hutan mangrove menjadi tempat yang paling sesuai untuk pembibitan ikan, udang dan berbagai potensi habitat laut lainnya. Kawasan hutan mangrove telah membantu menjaga ketersediaan sumber daya ikan di laut yang tidak akan habis.

Pengembangan Kawasan Pariwisata

Kawasan hutan mangrove bisa dikembangkan menjadi salah satu objek wisata. Dengan cara ini maka hutan mangrove akan menjadi tujuan wisata dari berbagai daerah maupun mancanegara. Pariwisata akan memberikan dampak ekonomi yang sangat baik untuk masyarakat di sekitarnya dan negara secara khusus.

Bahan Pembuat Obat-obatan

Kulit batang pohonnya dapat dipakai untuk bahan pengawet dan obat-obatan. Macam-macam obat dapat dihasilkan dari tanaman mangrove. Campuran kulit batang beberapa species mangrove tertentu dapat dijadikan obat penyakit gatal atau peradangan pada kulit. Secara tradisional tanaman mangrove dipakai sebagai obat penawar gigitan ular, rematik, gangguan alat pencernaan dan lainlain. Getah sejenis pohon yang berasosiasi dengan mangrove (blind-your-eye mangrove) atau Excoecaria agallocha dapat menyebabkan kebutaan sementara bila kena mata, akan tetapi cairan getah ini mengandung cairan kimia yang dapat berguna untuk mengobati sakit akibat sengatan hewan laut.

Air buah dan kulit akar mangrove muda dapat dipakai mengusir nyamuk. Air buah tancang dapat dipakai sebagai pembersih mata. Kulit pohon tancang digunakan secara tradisional sebagai obat sakit perut dan menurunkan panas. Di Kambodia bahan ini dipakai sebagai penawar racun ikan, buah tancang dapat membersihkan mata, obat sakit kulit dan di India dipakai menghentikan pendarahan. Daun mangrove bila di masukkan dalam air bisa dipakai dalam penangkapan ikan sebagai bahan pembius yang memabukkan ikan (stupefied).

Bahan Pengawet

Buah pohon tancang dapat dijadikan bahan pewarna dan pengawet kain dan jaring dengan merendam dalam air rebusan buah tancang tersebut. Selain mengawetkan hasilnya juga pewarnaan menjadi coklat-merah sampai coklat tua, tergantung pekat dan lamanya merendam bahan. Pewarnaan ini banyak dipakai untuk produksi batik, untuk memperoleh pewarnaan jingga-coklat. Air rebusan kulit pohon tingi dipakai untuk mengawetkan bahan jaring payang oleh nelayan di daerah Labuhan, Banten.


Hasil produk olahan Mangrove (https://www.kompasiana.com)

Daunnya banyak mengandung protein. Daun muda pohon api-api dapat dimakan sebagai sayur atau lalapan. Daun-daun ini dapat dijadikan tambahan untuk pakan ternak. Bunga mangrove jenis api-api mengandung banyak nectar atau cairan yang oleh tawon dapat dikonversi menjadi madu yang berkualitas tinggi. Buahnya pahit tetapi bila memasaknya hatihati dapat pula dimakan.

Bahan Bangunan

Batang pohon mangrove banyak dijadikan bahan bakar baik sebagai kayu bakar atau dibuat dalam bentuk arang untuk kebutuhan rumah tangga dan industri kecil. Batang pohonnya berguna sebagai bahan bangunan. Bila pohon mangrove mencapai umur dan ukuran batang yang cukup tinggi, dapat dijadikan tiang utama atau lunas kapal layar dan dapat digunakan untuk balok konstruksi rumah tinggal. Batang kayunya yang kuat dan tahan air dipakai untuk bahan bangunan dan cerocok penguat tanah. Batang jenis tancang yang besar dan keras dapat dijadikan pilar, pile, tiang telepon atau bantalan jalan kereta api. Bagi nelayan kayu mangrove bisa juga untuk joran pancing. Kulit pohonnya dapat dibuat tali atau bahan jaring.

Tempat Menambat Kapal

Daerah teluk yang terlidung seringkali dijadikan tempat berlabuh dan bertambatnya perahu. Dalam keadaan cuaca buruk pohon mangrove dapat dijadikan perlindungan dengan bagi perahu dan kapal dengan mengikatkannya pada batang pohon mangrove. Perlu diperhatikan agar cara tambat semacam ini tidak dijadikan kebiasaan karena dapat merusak batang pohon mangrove yang bersangkutan.

Sumber: Smallcrab

Taman Mangrove Pekalongan Jawa Tengah

Taman Mangrove Pekalongan yang belum selesai (https://www.cintapekalongan.com)

Taman Mangrove Pekalongan terletak di Kelurahan Kandang Panjang Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Propinsi Jawa Tengah, kawasan ini semula adalah lahan tambak udang milik Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Kota Pekalongan yang sudah tak produktif lagi dan akhirnya dikembangkan sebagai kawasan konservasi sekaligus tempat edukasi dan wisata alam.

Pada tahun 2013, Menteri Kehutanan RI telah meresmikan Pusat Restorasi dan Pengembangan Mangrove (PPRM) yang merupakan bagian dari pembangunan kawasan agrowisata yaitu Taman Mangrove Pekalongan. Taman Mangrove Pekalongan ini sebenarnya masih belum secara resmi dibuka untuk umum karena masih dalam proses pembangunan. Tapi pengunjung sudah diperbolehkan untuk masuk ke dalam area Ekowisata.

Gerbang utama Taman Mangrove Pekalongan

Begitu memasuki gerbang utama kawasan ini, pengunjung akan disambut pemandangan yang di dominasi oleh hamparan air yang dipenuhi bibit-bibit mangrove dalam bronjong / keranjang tanamnya. Setelah masuk ke lokasi, pengunjung disediakan beberapa pilihan kegiatan yang akan dilakukan terlebih dahulu, apakah akan mengunjungi kantor pusat Informasi Mangrove (PIM), berjalan-jalan (dan berfotoria) di shelter-shelter diatas air yang dihubungkan oleh area jalan kaki, atau berperahu menyusuri lorong-lorong pepohonan bakau.

Fasilitas

Fasilitas yang ada di Taman Mangrove Pekalongan antara lain:

1. Fasilitas edukasi berupa galeri ekosistem hutan mangrove dan kolam sentuh (kolam edukasi pembibitan dan penanaman mangrove)

Kantor Pusat Resorasi dan Pembelajaran Mangrove (https://ohelterskelter.com)

2. Fasilitas belajar berupa perpustakaan dan ruang diskusi

3. Lahan pembibitan dan persemaian tanaman mangrove, serta penanaman mangrove di tambak dengan sistem bronjong.

Penanaman mangrove di tambak dengan sistem bronjong (https://ohelterskelter.com)

4. Fasilitas kegiatan ekonomis produktif berupa budidaya kepiting soka, budidaya rumput laut dan silvofishery (tumpang sari antara ikan/udang dan mangrove)

5. Fasilitas penelitian dan pengembangan konservasi hutan mangrove

6. Gasebo dan shelter (gazebo apung)

7. Gedung PIM/PRPM (Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove)

Koleksi bakau yang ada di gedung PRPM (https://ohelterskelter.com)

8. Board walker (sarana tracking) berupa jembatan papan sepanjang lokasi PIM yang diatur menjangkau obyek-obyek fasilitas yang ada.

9. Green belt (sabuk hijau pantai) berupa hamparan hutan mangrove yang berada di samping bangunan fisik pelindung pantai.

10. Fasilitas gardu pandang berupa rehab gardu pandang yang telah ada dan penambahan gardu pandang pada lokasi tertentu.

Gedung pengelola dan menara pandang (https://ohelterskelter.com)

11. Penanaman berbagai vegetasi pantai yang disesuaikan dengan jenis lahannya.

12. Fasilitasi wisata kuliner makanan khas hutan bakau dan makanan lokal.

13. Fasilitasi arena wisata pemancingan ikan.

Penanaman

Salah satu jenis bakau yang ada di Taman Mangrove Pekalongan (https://ohelterskelter.com)

Pohon-pohon mengrove yang ada di tempat ini tidak hanya ditanam oleh pemerintah saja, tetapi juga oleh beberapa kalangan yang peduli terhadap lingkungan di Pekalongan. Pihak pengelola siap menerima siapa saja yang ingin ikut berpartisipasi menanam pohon mangrove. “Selain pembinaan dari DPPK Kota Pekalongan, Pengelola Pekalongan Mangrove Park juga bekerja sama dengan perguruan tinggi dan LSM seperti LSM Bintari dan LSM Pesisir untuk menanam mangrove dan pelestarian di kawasan pesisir pantai ini.

Hutan Mangrove Mojo Pemalang Jawa Tengah

Hutan mangrove Mojo, Pemalang, Jawa Tengah (https://saiki-com.blogspot.co.id)

Hutan Mangrove Mojo ini berada di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Propinsi Jawa Tengah, tepatnya di ujung kali Comal, aksesnya harus menggunakan kapal menyusuri sungai Comal sejauh kurang lebih 3 km, karena hutan mangrove ini terletak di ujung dari Kota Pemalang atau lebih enaknya pulau kecil yang berada di antara muara kali Comal.

Hutan mangrove Mojo, Pemalang, Jawa Tengah (https://sirla.menlh.go.id)

Tolani (38 tahun) menjadi sosok pelopor gerakan menyelamatkan muara sungai comal. Gerakan ini berawal dari langkah sederhana pada tahun 1997 Tolani menanam pohon bakau di sekeliling bekas tambak keluarganya di dekat muara comal, dengan niat ingin menandai tambak miliknya supaya tidak hilang tergerus abrasi laut. Sedikit demi sedikit Tolani menanam bakau hingga berhasil menanami seluruh tambaknya yang memiliki luas dua hektar. Dengan usaha tersebut akhirnya membuat Tolani bersama-sama warga membuat gerakan menanam pohon bakau di tambak-tambak pesisir comal yang lama terbengkalai sehingga area mangrove pun bertambah luas.

Hutan mangrove Mojo, Pemalang, Jawa Tengah (https://haryonoarif.wordpress.com)

Pada tahun 1999, pergerakan ini Tolani diajak bergabung dengan Organization for Industrial Spiritual and Cultural Advancement (OISCA), organisasi internasional yang berpusat di Jepang dengan banyak cabang di dunia. Hingga kini di Mojo telah terbentuk hutan mangrove seluas 72 hektar, keberhasilan dari OISCA mangrove program telah memperoleh ijin pengelolaan dari bupati melalui SK. Nomor 188.4/205.B/Dipertanhut. “Tentang pemberian ijin pengelolaan mangrove pada tanah timbul hasil sedimentasi dari DAS (Daerah Aliran Sungai) Comal di desa Mojo kec. Ulujami”. Kini salah satu sisi muara comal telah menjadi hijau dan mampu melindungi tambak dari gerusan ombak laut.

Hutan mangrove Mojo, Pemalang, Jawa Tengah (https://www.armatc.org)

Luas kawasan mangrove di kabupaten Pemalang, sekitar 2.350 ha. Terdiri dari hutan mangrove seluas 410 ha, dan mangrove di pertambakan 1.940 ha. Kawasan mangrove pola empang parit (di pertambakan) terdapat di Kecamatan Ulujami, Kecamatan Petarukan, Kecamatan Taman dan Kecamatan Pemalang. Hutan mangrove mempunyai potensi untuk pengembangan ekosistem mangrove, sedangkan dipertambakan mempunyai potensi wisata edukasi berupa budidaya kepiting dan ikan dengan pola silvo fishery.

Gardu pandang di Hutan mangrove Mojo, Pemalang, Jawa Tengah (https://saiki-com.blogspot.co.id)

Selain itu potensi wisata alam dikawasan pantai yang dapat dikembangkan kawawasan hutan pantai yang berupa sabuk hijau cemara laut (casuarina equisetifolia), luas hutan pantai sekitar 82 ha atau sepanjang 20,5 km. berada di desa Nyamplungsari, desa Kendalrejo, dan desa Pesantren. Hutan cemara laut tersebut sebagian sudah dikembangkangkan menjadi obyek wisata yang dikelola oleh kelompok tani karena secara visual tanaman cemara laut mempunyai bentuk yang indah.

Jenis Mangrove

Rhizophora mucronata (https://oryzss.wordpress.com)

Jenis mangrove yang ditemukan di hutan mangrove Mojo, antara lain Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Avicennia marina dan Sonneratia caseolaris. Rhizophora mucronata dan Avicennia alba terdapat di tiap tahun tanam sedangkan Avicennia marina dan Sonneratia caseolaris. Jenis mangrove yang lebih didominasi oleh Rhizophora mucronata.

Fauna

Kepiting mangrove (https://www.infopeternakan.com)

Jenis biota air antara lain yaitu peperek, layang, belanak, manyung, kembung, julung-julung, teri, tembang, layur, tongkol, peperek, bambangan, kakap, bawal hitam, tigawaja, cucut, pari, dan tenggiri.

Mangrove di pertambakan

Umumnya mangrove yang ditanam berada pada daerah pinggiran tambak dengan jenis kepiting lunak, udang dan bandeng. Untuk jenis komoditas unggulan tambak sylvofishery yaitu kepiting bakau.

Hutan Mangrove Pandansari Brebes Jawa Tengah

Hutan mangrove Pandansari dari kejauhan (https://jateng.tribunnews.com)

Hutan mangrove Pandansari terletak di kawasan pantai Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Propinsi Jawa Tengah. Pandansari adalah pedukuhan di daerah pesisir utara masuk Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes, dengan jarak sekitar 10 km dari Kota Brebes. Selain melihat rimbunnya pohon mangrove, juga dapat pergi ke Pulau Pasir, seluas kurang lebih 10 ha.

Baru sejak tahun 2008 salah seorang tokoh muda Mashadi dibantu Rusjan mantan Kepala Desa Kaliwlingi beserta kelompoknya KBL Mangrove Sari dengan telaten mencoba menanam kembali mangrove untuk mencegah parahnya abrasi. Mangrove juga ditanam sebagai upaya mengembalikan ekosistem biota laut.

Mashadi menerima hadiah dari Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE (https://akhmadsyaefudin04.blogspot.co.id)

Mashadi bersama kelompok binaan berhasil menanam 2.260.000 batang mangrove seluas 200 hektare. Selain itu, juga melakukan pemberdayaan masyarakat Lokal, pemanfaatan potensi lokal, pemanfaatan lahan kritis, kampanye penyadaran masyarakat dan pembelajaran lingkungan, perlindungan kawasan hutan mangrove dengan membentuk satuan tugas penjaga segara (SATGAS GARA) dan pertanian berkelanjutan.

Dari jerih payah Mashadi, telah mendapat penghargaan Kalpataru dari Presiden RI Joko Widodo pada Jumat 5 Juni 2015 di Istana Negara, dia juga mendapatkan hadiah tambahan Rp 5 juta dari Bupati Brebes.


Jenis Mangrove

Hutan mangrove Pandansari (https://indonesianchamp.blogspot.co.id)

Ada 3 jenis vegetasi mangrove yang dapat ditemui di wilayah pantai Dukuh Pandansari yaitu: Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Avicenniamarina. Jenis Rhizophora mucronata yang oleh penduduk setempat disebut bangka dan tersebar hampir merata dan mendominasi di sepanjang pantai, saluran air dan pematang tambak serta Rhizophora apiculata, dan Avicennia marina yang tidak selalu ditemui.

Avicennia marina merupakan pionir dalam komunitas mangrove dan ditemukan pada zona garis pantai terluar dari suatu daratan. Hal ini disebabkan oleh sistem perakaran Avicennia mampu menangkap sedimen sebagai media hidupnya sehingga dapat membentuk daratan. Penyebaran vegetasi mangrove berdasarkan jenis substrat tempat hidupnya menurut Bengen (2002), Rhizophora spp. dapat tumbuh dengan baik pada subtrat yang berlumpur dan dapat mentolerir tanah lumpur – berpasir sedangkan Avicennia spp. dapat tumbuh dengan baik pada subtrat pasir berlumpur.

Fauna

Burung bangau hinggap di pohon mangrove (https://brebesnews.co)

Untuk menunjang wisata ini, warga membuat tracking atau tempat berjalan bagi wisata yang ingin menyusuri dan melihat rimbunnya pohon bakau serta burung bangau yang kerap berada di rimbunan ranting atas pohon mangrove.

Hutan mangrove ini memang sangat cocok bila dijadikan tempat tujuan wisata. Dari fungsi biologisnya, hutan mangrove sebagai habitat satwa liar seperti burung, reptil liar, amphibi, udang, kerang darah dan ikan, sehingga bisa berfungsi sosial ekonomi. Bagi yang hobi memancing, lokasi tersebut bisa dianggap sebagai tempat favorit untuk melepas kepenatan. Mereka bisa menyalurkan kesenangannya itu diatas perahu sewaan.

Pulau Pasir

Pulau pasir di Hutan Mangrove Pandansari (https://www.mostlikedtags.com)

Dengan fasilitas perahu bermesin diesel, pelancong bisa menikmati dua pemandangan, yaitu hutan mangrove dan Pulau Pasir. Di sepanjang pantai, terlihat pula burung camar dan bangau, terbang di atas hutan dan kadang-kadang mematuk ikan yang tengah menari-nari. Selain pemandangan itu, berupa tambak warga yang sudah terkena abrasi. dapat menyaksikan warga Pandansari mencari kerang, udang, dan ikan, di bekas tambak yang tenggelam.

Ketika tiba di Pulau Pasir, terlihat Laut Jawa dengan airnya yang biru, serta kapal nelayan di tepi pantai. Sementara di sebelah barat, selatan, dan timur, terlihat hamparan tambak, rerimbun mangrove dan melihat anak-anak juga bisa menikmati mandi di laut yang berair jernih.

Hutan Mangrove Karangsong Indramayu Jawa Barat

Mangrove Trail atau Jogging track sepanjang 750 m, pengunjung dapat menikmati kelestarian ekosistem mangrove di kawasan ini (https://andromedocahyo.blogspot.co.id)

Hutan Mangrove Karangsong terletak di Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Propinsi Jawa Barat, Hutan mangrove ini memiliki luas sekitar 50 ha.

Hutan mangrove di indramayu terbagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu hutan mangrove di dalam kawasan hutan lindung yang tersebar di 10 Desa yaitu Desa Parean Girang Kecamatan Kandanghaur, Desa Cemara Kecamatan Losarang, Desa Cangkring dan Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi, Desa Babadan Kecamatan Sindang, Desa Karanganyar, Pasekan, Pagirikan, Totoran dan Pabeab Ilir Kecamatan Pasekan.

Hutan Mangrove Karangsong (https://andromedocahyo.blogspot.co.id)

Sedangkan hutan Mangrove di luar kawasan hutan tersebar di 22 Desa diantaranya yaitu Ujung Gebang Kecamatan Sukra, Desa ilir, Bulak dan Parean Girang Kecamatan Kandanghaur, Desa Cemara Kecamatan Losarang, Desa Cangkring dan Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi, Desa Brondong, Karanganyar, Totoran dan Pabeab Ilir Kecamatan Pasekan, Desa Pabean Udik, Karangsong dan Singaraja Kecamatan Indramayu, Desa Benda Kecamatan Karangampel, Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat, Desa Tanjakan, Kalianyar, Luwung Gesik, Krangkeng dan Singakerta Kecamatan Krangkeng.

Hutan Mangrove Karangsong mulai dirawat semenjak tahun 2008 dan berbenah menjadi ekowisata melalui progam CSR Pertamina RU VI Balongan yang dimulai dari tahun 2010 hingga 2014 serta dikelola oleh masyarakat lokal melalui kelompok Tani Lestari menjadikan tempat ini mulai dilirik wisatawan baik dari Indramayu sendiri ataupun dari luar kota.

Jenis Mangrove

Hutan Mangrove Karangsong (https://andromedocahyo.blogspot.co.id)

Khususnya di muara pantai karangsong indramayu ini umunya kebanyakan adalah jenisa dari mangrove seperti Avicennia spp. (A. alba Blume A. germinans L, A. marina Vierh), Bruguiera sp (B. cylindrica (L) Blume, B. gymnorrhiza (L) Lam.), Rhizophora sp. (R. apiculata Blume, R. harrisonii Leechman, R. mucronata Lam., R. racemosa G. Meyer, R. mangle L., R. stylosa Griff dan R. xselala (Salvoza) Tomlinson).

Fauna

Hewan-hewan yang terdapat dalam ekosisten mangrove di Pantai Karangsong Indramayu :
  • Reptile dan amphibian seperti, Biawak (menyawak), Ular pohon, Ular rawa, Ular sanca, Kadal, Iguana, Katak.
  • Burung, seperti Elang pantai, Burung bangau, Burung gereja, Burung jalak, Burung tekukur, Serta burung berkicau lainnya
  • Ikan, seperti Ikan gelodog, Ikan mujair, Ikan belanak, Ikan sembilang, Udang-udangan, Ikan-ikan kecil (wader, keting dan lain-lain)
  • Kerang-kerangan: Siput, Kerang kijing, dan lain-lain.
Penanaman

Perkembangan mangrove disini sangat pesat dari progam CSR Pertamina pada tahun 2010 penanaman 5000 bibit mangrove, tahun 2012 penanaman 10.000 bibit mangrove, dan untuk 2015 ini 1000 bibit diantaranya (600 bibit mangove, 400 bibit diantaranya cemara, ketapang, dan widuri laut), diperkirakan sekarang sudah ada lebih dari 50 ribu mangrove di kawasan ini dengan bibit yang tumbuh dengan sendirinya.

Hutan Mangrove Muara Gembong Bekasi Jawa Barat

Hutan Mangrove Muara Gembong Bekasi

Kabupaten Bekasi memiliki garis pantai 72 kilometer, yang berada di tiga kecamatan di wilayah utara dan membentang dari perbatasan Jakarta sampai perbatasan Karawang, ekosistem mangrove di Kabupaten Bekasi terdapat di tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Babelan, Muara Gembong dan Tarumajaya.

Hutan Mangrove Muara Gembong Bekasi (https://www.kaskus.co.id)

Hutan Muara Gembong terletak di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat. Di Kecamatan Muara Gembong ada enam desa yaitu Desa Pantai Bahagia, Pantai Mekar, Pantai Sederhana, Pantai Harapan Jaya, Desa Pantai Bakti, Desa Jaya Sakti.

Kawasan Hutan Gembong memiliki luas + 5.311,15 Ha. Kawasan hutan ini membentang di sepanjang pantai Ujung Krawang (Muara Gembong) yang terletak di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak antara 107º 00’ 00’’ BT sampai 107º 06’ 00’’ BT dan 5º 55’ 00’’ LS sampai 6º 05’ 30’’ LS.

Jenis Mangrove

Hutan Mangrove Muara Gembong Bekasi

Pada kawasan pesisir pantai hutan mangrove ditemukan jenis tumbuhan mangrove sejati terdiri dari 23 jenis yang didominasi oleh Api-api (Avicennia spp.), Bakau (Rhizophora spp.), Pedada (Sonneratia caseolaris). Sedangkan hutan mangrove ikutan terdiri dari 13 jenis yang didominasi oleh Bintan (Cerbera odollam), Kiser (Fimbristylis verruginea) dan Ketapang (Terminalia catappa). Adapun jenis tumbuhan di muara air tawar terdiri dari 11 jenis yang didominasi oleh Kiser (Fimbristylis verruginea) dan Nipah (Nypha fruticans).

Hutan Mangrove Muara Gembong Bekasi (https://www.menujujauh.com)

Fauna

Burung Kuntul (https://jakarta.panduanwisata.id)

Berdasarkan data sekunder, jenis burung yang ditemukan di Kawasan Hutan Lindung Ujung Krawang (Muara Gembong) sebanyak 158 jenis. Dari sejumlah jenis tersebut, 7 jenis merupakan kelompok endemik dan 6 jenis dilindungi berdasarkan kriteria IUCN. Jenis Raja-udang biru Alcedo coerulecens dan Layang-layang batu Hirundo tahitica ditemukan cukup banyak di sepanjang Sungai Citarum dan sungai Bungin. Di pantai bagian utara, terdapat beberapa jenis burung air diantaranya Kuntul Perak (Egretta intermedia), Kuntul Kecil (Egretta garzetta), dan Cangak Abu (Ardea cinerea).

Cikalang Christmas ( Fregata andrewsi) - https://alamendah.org

Burung-burung laut seperti Cikalang Christmas ( Fregata andrewsi) dan Dara-laut (Dara-laut jambul dan Dara-laut kecil) yang merupakan jenis burung migran, ditemukan di sekitar pantai. Sedangkan jenis burung Pecuk-padi hitam ditemukan di bagan-bagan di tengah laut.


Terdapat 15 jenis mamalia yang didominasi oleh Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan Surili (Presbitis cristata). Untuk jenis reptilia terdapat 6 jenis dan 3 jenis diantaranya masuk ke dalam Appendix CITES, antara lain Kura-kura Hutan dan Biawak (Varanus salvator). Jenis ikan yang banyak ditemukan di kawasan mangrove adalah Ikan blodok (Periophtalmus sp.) (Timdu, 2005).

Mencapai

Objek wisata bahari di Bekasi tersebut dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi. Dari Jakarta silakan ikuti rute menuju Bekasi lewat Tol Jakarta-Cikampek. Selanjutnya masuk ke Jalan Raya Karang Sartia. Ikuti jalan tersebut hingga Jalan Pasar Muara. Dengan mengikuti Jalan tersebut Anda akan sampai Jalan Raya Muara Gembong yang menyusuri tepian Sungai Citarum. Pantai yang Anda tuju ada di ujung jalan itu.

Informasi lebih lanjut hubungi

Muara Gembongku 
Website: https://www.muaragembongku.org
Twitter: @muaragembongku

Hutan Mangrove Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang Banten

Menyusuri sungai Cigenter mengilingi hutan mangrove dengan perahu, dan mengamati sejumlah satwa liar seperti banteng, rusa, atau Badak Jawa bila beruntung (https://nasional.republika.co.id)

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon secara administrative terletak di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Propinsi BANTEN. Secara geografis Taman Nasional Ujung Kulon terletak antara 102º02’32” - 105º37’37” BT dan 06º30’43” - 06º52’17” LS.

Pulau Handeuleum, Cigenter, Cihandeuleum. Pengamatan satwa (banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak badak Jawa dan berbagai macam jenis burung), menyelusuri sungai di ekosistem hutan mangrove.

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) - (https://www.nomadictrip.com)

Selain di bagian timur laut Semenanjung Ujung Kulon, kawasan hutan mangrove juga terdapat di sepanjang pantai dan sisi utara tanah genting Pulau Panaitan, dan sebelah barat laut Pulau Handeleum. Jenis bakau yang banyak ditemukan antara lain bogem (Sonneratia alba), pedada (Bruguiera spp.), Api-api (Avicena spp.), padi-padi (Lumnitzera racemosa), dan Bakau-bakau (Rhizophora).

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum TNUK (https://www.triptrus.com)

Pulau Handeuleum merupakan pulau terbesar, dengan luas 220 hektar, di antara gugusan pulau-pulau karang di teluk Selamat Datang Banten di sebelah timur laut semenanjung Ujung Kulon.

Pulau Handeuleum TNUK (https://www.triptrus.com)

Pulau Handeuleum memiliki sungai Cigenter, untuk menimati pesona alam yang asri dengan menelusuri sungai ini, dapat menggunakan perahu kecil. Pulau Handeuleum, wisatawan dapat melakukan trekking, menyusuri sungai dan hutan mangrove dengan perahu, dan mengamati sejumlah satwa liar seperti banteng, rusa, atau badak Jawa bila beruntung.

Jenis Mangrove

Mangrove Pulau Handeuleum TNUK (https://www.kaskus.co.id)

Jenis-jenis bakau yang paling umum terdapat ialah padi-padi (Lumnitzera racemosa), Api-api (Avicena spp.), Bakau-bakau (Rhizophora), Bogem (Sonneratia alba), Bogem (Bruguira sp), Daon (Nypa frusticans), Jaruju (Acanthus ilicifolius), Lamiding (Acrosticum eureum), Nipa (Nypa pructicanes), Pakis rawa (Acrostichum aureum) dan pedada (Bruguiera spp.).

Mangrove Pulau Handeuleum TNUK (https://www.bintang.com)

Kadang-kadang terdapat Nypa fructicans dan pakis rawa (Acrostichum aureum) di muara sungai payau. Hutan mangrove yang luas terdapat pada jalur yang luas sepanjang sisi utara tanah genting meluas ke arah utara sepanjang pantai sampai Sungai Cikalong dan Legon Lentah Pulau Panaitan.

Di atas sebelah barat laut Pulau Handeuleum dan kedua pulau kecil di sebelah selatan dekat Pulau Handeuleum terdapat hutan rawa Nypha yang tidak begitu luas, juga di muara Cijungkulon dan Cigenter di Pantai Utara Semenanjung Ujung Kulon.

Fauna

Badak Jawa (https://www.nomadictrip.com)

Fauna di kawasan Pulau Handeuleum ini banyak terdapat aneka jenis burung, biawak, babi hutan, badak jawa dan buaya atau dengan nama lain “penganten”. Sebutan buaya bagi masyarkat Ujung Kulon adalah “pengenten” hal tersebut dikarenakan sebutan yang selalu diajarkan turun temurun dari orang tua mereka sejak dulu.

Route

Perjalanan menuju kawasan wisata Taman Nasional Ujung Kulon memakan waktu seharian dari Jakarta. Setelah keluar dari pintu tol Cilegon Barat, dilanjutkan menyusuri Pantai Anyer ke Pantai Carita hingga berakhir di Desa Tamanjaya.

Tamanjaya merupakan desa terakhir yang bisa dilalui kendaraan mobil. Dari lokasi ini perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kapal carteran untuk menuju Pulau-Pulau yang ada di Ujung Kulon.

Reservasi

Mengingat kawasan Taman Nasional Ujung Kulon adalah kawasan penting dan dilindungi, wisatawan yang ingin melakukan aktivitas di dalam kawasan ini sangat disarankan untuk menginformasikan kepada petugas terlebih dahulu sebelum menuju taman nasional ini. Hal ini juga memudahkan dalam menyiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk mendukung aktivitas yang dilakukan seperti menyewa perahu, pemandu, serta kebutuhan lainnya.

Bagi wisatawan yang berasal dari luar negeri harus mendapatkan izin dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementrian Kehutanan di Jakarta. Sedangkan untuk yang wisatawan dari dalam negeri harus mendapatkan surat izin masuk konservasi dari Kantor Balai TNUK dibawah.

Informasi lebih lanjut hubungi

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK)
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 51, Labuan, Pandeglang 42264
Telp. (62) 253 801 731
Fax. (62) 253 804 651
Website: https://www.ujungkulon.org
E-mail : info@ujungkulon.org

Hutan Mangrove Taman Nasional Sembilang Musi Banyuasin Sumatera Selatan

Hutan Mangrove Taman Nasional Sembilang Musi Banyuasin Sumatera Selatan (https://imornesia.wordpress.com)

Kawasan Taman Nasional Sembilang terletak di pesisir timur Provinsi Sumatera Selatan, yang secara geografis berada pada 1040 14’ BT – 1040 54’ BT dan 10 53’ LS – 20 27’ LS . Secara administratif pemerintahan sebagian besar kawasan ini masuk wilayah Kecamatan Banyuasin II – Kabupaten Banyuasin, dan sebagian kecilnya masuk wilayah Kecamatan Lalan – Kab. Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Hutan Mangrove Taman Nasional Sembilang (https://www.daftartempat.com)

Taman Nasional Sembilang memiliki luas 202.896,31 hektar, kurang lebih 87.000 hektar di antaranya merupakan kawasan hutan mangrove. Kawasan mangrove yang kini telah meluas ke arah darat hingga + 35 kilometer ini merupakan kawasan manrove terluas di Indonesia bagian Barat.

MANGROVE TRAIL -- Staf pengawetan taman Nasional Sembilang Riza Kadarisman bersama Tim Survei Sripo-Tribun Sumsel dan Kompas TV mengamati sejumlah jenis tanaman mangrove di kawasan sungai Barong kecil kantor seksi pengelolaan taman Nasional mangrove trail Sembilang Banyuasin II, Senin (8/9).Tim melingtasi jembatan sepanjang 1.100 M yang membelah kawasan hutan mangrrov (https://sumsel.tribunnews.com)

Hutan mangrove yang lebat, sungai-sungai yang berliku-liku dan dataran lumpur yang luas tempat persinggahan dan mencari makan bagi burung-burung migran maupun burung penetap. Kunjungan ke hutan mangrove dan pengamatan satwa dapat dilakukan dengan menyusuri sungai-sunga di TN Sembilang.

Jenis Mangrove


Terdapat 20 jenis tanaman mangrove, mulai dari bakau, pedada, caselaris, aegiceras floridum, ceriops decandra, dan tagal. Selain itu ada puspa nasional, kandelia candel (pisang-pisang). Tumbuhan langka dan penyebarannya terbatas hanya di Sumsel dan Kaltim.

Hutan mangrove di sepanjang Sungai Sembilang, Terusan Dalam, dan hampir semua sungai yang bermuara di Terusan Sekanak/Teluk Benawang mempunyai tipe vegetasi yang didominasi oleh Rhizophora mucronata. Semakin arah daratan atau ke arah hulu Rhizophora mucronata akan berasosiasi dengan Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza dan Ceriops tagal. Vegetasi Nipah (Nypa fruticans) dapat dijumpai di hulu-hulu sungai.

Sedangkan pada pantai berlumpur vegetasi mangrove didominasi oleh genus Avicennia (Api-api). Jenis ini menyebar dari belakang pantai berlumpur sampai ke daerah yang digenangi oleh air laut pada saat pasang, dan berasosiasi dengan spesies lain seperti Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata atau Bruguiera gymnorrhiza. Pada tingkat tumbuhan bawah daerah yang digenangi air pasang dibelakang pantai berlumpur, umumnya merupakan spesies Acanthus illicifolius. Tipe habitat dan vegetasi ini dijumpai di Semenanjung Banyuasin.

Rawa Belakang (Backswamps)


Rawa belakang umum terdapat di belakang habitat hutan mangrove atau daerah hulu sungai dengan jenis yang dominan adalah spesies Xylocarpus granatum dan Nypa fruticans. Pada tempat yang relatif kering, ditemukan juga jenis Cerbera manghas dan Exoecaria agalocha.

Di rawa-rawa air tawar, ditemukan spesies indikator untuk habitat tersebut yaitu Oncosperma tigillarium (Nibung) dan Alstonia sp. (Pulai). Pada tingkat tumbuhan bawah spesies yang dominan adalah Nephrolepis sp. dan Pluchea indica suatu spesies yang termasuk mangrove ikutan yang cenderung berada di lokasi yang tawar. Rawa air tawar ini terdapat di Hulu Sungai Deringgo Besar dan yang lebih luas berada di Sungai Benu, yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Berbak. Rawa air tawar dan rawa bergambut di kawasan Sembilang ini sebagian besar terletak di luar kawasan Taman Nasional Sembilang.

Semak/Belukar

Selain berupa hutan, kawasan Sembilang juga mempunyai habitat yang bervegetasi semak/belukar, dengan vegetasi dominan Acrostichum sp. Tipe habitat ini terdapat di hulu anak Sungai Sembilang (Simpang Satu) dan Pulau Alanggantang sebelah utara. Melimpahnya Acrostichum erat kaitannya dengan anthropogenic disturbance (gangguan akibat kegiatan manusia). Termasuk diantaranya kegiatan pembukaan lahan (termasuk kebakaran hutan) yang akan memberikan peluang kepada jenis Acrostichum sp. untuk berkembang secara ekstensif.

Fauna

Burung pantai migran

Sedikitnya 112 spesies burung ditemukan di daerah mangrove Sembilang, yang mana 44 spesies menggunakan mangrove sebagai habitat utama mereka, sementara 22 spesies yang terikat dengan kawasan ini.

Ijin masuk

Bagi mereka yang berasal dari luar negeri harus mendapatkan izin dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementrian Kehutanan di Jakarta. Sedangkan untuk yang dari dalam negeri harus mendapatkan surat izin masuk konservasi dari Kantor Balai Taman Nasional di Jalan AMD, Talang Jambe, Palembang.

Informasi Lebih lanjut hubungi 

Balai Taman Nasional Sembilang
Jl. AMD Kelurahan Talang Jambi – Kecamatan Sukarami, Palembang 30152
Telp.: (62) 711 419737 atau 7839200
Fax.: (62) 711 419737
Email : mailtn@sembilang.org, mail.tnsembilang@gmail.com