Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

PENGRAJIN PATUNG TROWULAN MOJOKERTO

 

PATUNG TROWULAN

Hidup saya selalu dekat dengan yang namanya seni karena saya tinggal di kota yang telah diakui sebagai 

pusat furniture seluruh dunia. Saya sering bersinggungan dengan seni ukir, pahat, maupun pembuatan mebel yang penuh dinamika. Namun semua itu tak pernah menyurutkan saya untuk merasa kagum pada proses penciptaan suatu barang.
Saya percaya bahwa dengan latihan yang intensif siapapun akan mempu membuat sesuatu yang special. Blogger yang sering membuat essay akhirnya akan mampu membuat essay yang baik. Pemahat kayu akan mempu menghasilkan sesuatu yang indah dengan alat tatahnya. Dan pengrajin batu akan mampu menciptakan seni patung batu yang luar biasa. Namun tetap saja sulit membuang rasa kagum itu. Dan inilah yang saya rasakan ketika melihat step by step proses pembuatan kerajinan batu di Trowulan Mojokerto. Silahkan menikmati gallery saya. Koleksi foto pembuatan patung batu dari Trowulan serta videonya.







REOG PONOROGO SENI BUDAYA ASLI PONOROGO

  Sejarah Reog Ponorogo


Indonesia kaya akan keaneragaman kebudayaan, Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya.


 Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan.
Tari Reog adalah salah satu budaya bangsa Indonesia yang masih eksis dan terus di kembangkan agar budaya tersebut bisa dilestarikan dan sebagai warisan yang tidak ternilai bagi anak cucu.

Sejarah/ Asal-usul Tari Reog Ponorogo

Ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun cerita paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15.
Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni bela diri, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan
bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak.
Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan “sindiran” kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan ‘kerasukan’ saat mementaskan tariannya.

Alur Pertunjukan

Tari Reog modern sering dipentaskan dalam acara pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani.
Tari Reog Ponorogo - Sejarah - Alur Pertunjukan
Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu.
Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar. Adegan dalam seni reog tidak ada skenario karena selalu terjadi interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.
Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.

Kontroversi Tari Reog Ponorogo

Malaysia juga mempunyai Tarian sejenis Reog Ponorogo yang dinamakan Tari Barongan tetapi memiliki unsur Islam. Tarian ini juga menggunakan topeng dadak merak, yaitu topeng berkepala harimau yang di atasnya terdapat bulu-bulu merak. Deskripsi dan foto tarian ini ditampilkan dalam situs resmi Kementrian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia.
Tari Reog Ponorogo - Sejarah - Alur Pertunjukan
Kontroversi timbul karena pada topeng dadak merak di situs resmi tersebut terdapat tulisan “Malaysia”, dan diakui sebagai warisan masyarakat keturunan Jawa yang banyak terdapat di Batu Pahat, Johor dan Selangor, Malaysia.
Hal ini memicu protes berbagai pihak di Indonesia, termasuk seniman Reog asal Ponorogo yang menyatakan bahwa hak cipta kesenian Reog telah dicatatkan dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004, dan dengan demikian diketahui oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Ditemukan pula informasi bahwa dadak merak yang terlihat di situs resmi tersebut adalah buatan pengrajin Ponorogo. Ribuan seniman Reog sempat berdemonstrasi di depan Kedutaan Malaysia di Jakarta. Pemerintah Indonesia menyatakan akan meneliti lebih lanjut hal tersebut.
Pada akhir November 2007, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain menyatakan bahwa Pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim Reog Ponorogo sebagai budaya asli negara itu. Reog yang disebut “Barongan” di Malaysia dapat dijumpai di Johor dan Selangor, karena dibawa oleh rakyat Jawa yang merantau ke negeri tersebut.
Dengan kejadian tersebut hendaklah kita sebagai pemuda penerus bangsa harus melestarikan reog ponorogo. Karena budaya adalah kekayaan bangsa.
Semoga artikel yang membahas mengenai tari reog ponorogo di atas dapat menambah pengetahuan kamu mengenal budaya bangsa Indonesia.






GAMBAR ANEKA MUSIK TRADISIONAL DAERAH INDONESIA

 

  Alat Musik Tradisional Warisan Luhur Nenek Moyang Bangsa


Siapa yang pernah tahu berapa jumlah pasti alat musik tradisional Indonesia.  Sungguh sebuah kekayaan intelektual milik budaya Indonesia yang tak ternilai harganya.


 Namun dilain pihak banyak pula yang tidak mengetahui bahkan sama sekali belum pernah mendengar alat musik tradisional tersebut dimainkan, ditengah derasnya industri musik modern alat musik tradisional ini semakin terpinggirkan.
angklung

Angklung dari Jawa Barat

kulintang
Kulintang dari Sulawesi Utara
rebana_jawa
Rebana dari Jawa
tifa
Sasando dari NTT
Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula dari alat musik tradisional Indonesia ‘dicuri’ oleh negara lain  untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia.
Dan lebih mengkhawatirkan lagi adalah ketika alat musik tradisional tersebut sudah mulai dilupakan, tiba-tiba kita tersentak kaget saat negara lain dengan leluasa meng-klaim bahwa alat musik tradisional tersebut adalah milik mereka.  Ingat peristiwa Angklung. Meskipun kemudian Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia Indonesia dari UNESCO pada November 2010. Namun masih banyak lagi alat musik tradisional kita yang terancam ‘dicuri’ seperti Bonang, Calempong, Gambang, Kenong, Saron, dll oleh negara lain, bahkan tanpa malu-malu sudah mereka daftarkan seperti yang ada pada sebuah website.
Diklaim negara lain

Berikut 28 Jenis Alat musik tradisional Indonesia yang dikutip dari wikipedia antara lain meliputi: (Silahkan klik pada alat musik yang diinginkan untuk lebih detail)
Berikut Update Gambar Alat Musik Tradisional lainnya :

 
Bonang Barung dari Jawa
 
Kenong dari Jawa
 
Kendang dari Jawa
 
Rebab dari Jawa Barat
 
Saron dari Jawa Tengah

 
Siter


Terompet Reog dari Jawa Timur
 
Sampek dari Kalimantan


Rebab


Serunai


Kecapi Suling
Dan masih banyak lagi…..
Mari kenali alat musik tradisional Indonesia yang tersebar dari tataran Aceh hingga tanah Papua melalui link  e-BOOK ABCD  Alat Musik Tradisional Indonesia ini,  sebelum mereka ‘hilang’ atau menjadi punah ditelan waktu.

 

BUDAYA LAYANG LAYANG



Ingat lagu layang layang.
Begini Bunyinya : Ku ambil buluh sebatang. Ku potong sama panjang. Ku raut dan kutimbang dengan benang benang. Kujadikan layang layang. begilah sebagaian bunyi syair lagu tersebut. Memang bermain layang layang layang sangat menyenangkan. Apa lagi sedang hari libur. Atau memang liburan. Yah pokonya deh. Bermain di tengah tanah lapang bersama mereka yang gemar bermain layang layang. Bermain layang layang lazimnya pada musim kemarau dengan didukung hembusan angis yang cukup.
Tapi di musim hujan boleh juga yang penting tidak turun hujan. Nah mari kita lihat koleksi dari hasil kompetisi layang layang yang pernah ada, sesuai dengan seni dan kreasi jenis layang layang.

Kreasi layang layang :









GAMELAN JAWA KARYA SENI TRADISIONAL INDONESIA




Gamelan Jawa Seni Khas Budaya Bangsa Indonesia



Gamelan adalah musik yang tercipta dari paduan bunyi gong, kenong dan alat musik Jawa lainnya.

Irama musik yang lembut dan mencerminkan keselarasan hidup orang Jawa akan segera menyapa dan menenangkan jiwa begitu didengar.

Kemudian menurut om Wikipedia, gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel.

Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.





Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu sléndro, pélog, "Degung" (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan "madenda" (juga dikenal sebagai diatonis, sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa






Dalam pertunjukannya kemarin di London, para penonton yang memadati British Museum di BP Lecture Theater dibuat terpukau. Dalam pertunjukan tersebut menampilkan kesenian Gamelan Southbank London dan tarian Jawa yang dibawakan penari Ni Made Pujawati.

Mari kita beranjak ke Pulau Dewata atau Bali. Para seniman Bali mengadakan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang salah satu tujuannya adalah membangkitkan kembali kesenian dan tabuh jenis kuna yang hampir punah.

Salah satunya adalah Gambang yang merupakan Gamelan langka dan sakral. Gambelan Gambang yang ada di beberapa desa dan jumlahnya bisa dihitung dengan jari di Bali, kondisinya cukup memprihatinkan, karena kesakralannya dimainkan hanya untuk mengiringi upacara keagamaan. Di Bali tengah dan selatan gamelan ini dimainkan untuk mengiringi upacara ngaben.

Sementara di Bali Timur (Karangasem dan sekitarnya) Gambang juga dimainkan dalam kaitan upacara odalan di Pura-pura (tempat persembahyang bagi umat Hindu), yang penabuhnya hampir semua pria berusia lanjut akibat tidak ada regenerasi, kata Dewa Nurjana yang seniman tabuh ini.

Gamelan Gambang, berlaras Pelog (tujuh nada), dibentuk oleh enam buah instrumen berbilah. Yang paling dominan adalah empat buah instrumen berbilah bambu yang dinamakan gambang yang terdiri dari (yang paling kecil ke yang paling besar) pametit, panganter, panyelad, pamero dan pangumbang.










Setiap instrumen dimainkan oleh seorang penabuh yang mempergunakan sepasang panggul bercabang dua untuk memainkan pukulan kotekan atau ubit-ubitan, dan sekali-kali pukulan tunggal atau kaklenyongan. Instrumen lainnya adalah 2 tungguh saron krawang yang terdiri dari saron besar.

Ia mengatakan, para anak muda sekarang hampir tidak banyak mengenal gambelan gambang tersebut, akibat tidak ada yang mempelajarinya sehingga dikhawatirkan mempercepat kepunahannya, oleh sebab itu diharapkan lewat PKB anak-anak remaja mulai mengenalnya dan mencintai nantinya.






Para seniman asing yang pernah kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, justru banyak mempelajari seni gambelan gambang, dan nantinya akan dikolaborasikan dengan seni di negerinya. Mahasiswa yang mempelajari gambelan gambang ada dari Amerika, Eropa dan Jepang.