Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pagelaran Wayang



Pagelaran Wayang - Diakui atau tidak, saat ini kita berada pada sebuah zaman yang disebut-sebut sebagai era modern. Di era ini, banyak sekali perubahan yang telah terjadi ditengah-tengah masyarakat. Salah satunya perubahan gaya hidup dan paradigma masyarakat dari tradisional dan modern. Tidah hanya di segi fashion, tetapi juga semua sektor kehidupan, seperti budaya, seni, sosial, dan lain-lain. Salah satu kesenian tradisional yang terancam adalah kesenian pagelaran wayang.
 Wayang merupakan seni budaya asli bangsa Indonesia yang telah mengakar kuat dalam mitologi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Wayang merupakan salah satu karya seni asli Indonesia yang sampai detik ini masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Hal itu terbukti dari perkembangan dan eksistensi wayang dari waktu ke waktu. Wayang sendiri berasal dari kata wayangan atau bayangan, yang berarti sumber ilham. Yang dimaksud ilham di sini adalah ide dalam menggambarkan wujud tokohnya.
Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli dari Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah masuk ke pulau Jawa berabad-abad sebelum agama Hindu masuk. Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indonesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Erlangga. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa prasasti pada masa itu yang menyebutkan kata Wayangan dan aringgit yang berarti pertunjukan wayang. Meskipun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adatapsi dari karya sastra India, yakni Ramayana dan Mahabharata, namun kedua cerita itu dalam pewayangan banyak mengelami perubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.
Ada beberapa buku yang meyebutkan jika wayang berasal dari India karena dikaitkan dengan cerita yang sama dan bersumber dari Ramayana dan Mahabharata. Bahkan ada pula yang menyebutkan wayang barasal dari China karena sekitar tahun 140 SM pada pemerintahan Kaizan Wu Ti pernah ada pertunjukan bayangan-bayangan sama seperti wayang. Sebenarnya tiap-tiap negara di Timur Tengan dan Asia Tenggara memiliki wayang dengan nama yang berbeda, di Timur Tengah wayang disebut Karagbeuz,di Thailand wayang disebut Nang Yai & Nang Talun, di Camboja wayang di sebut Nang Sbek & Nang Koloun, dan di Malaysia wayang disebut wayang siam. Namun demikian, pada 7 November 2003 UNESCO (badan PBB di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan) telah menetapkan bahwa wayang Indonesia sebagai warisan budaya dunia nonbenda (Masterpiece of Oral and Intangible Haritage of Humanit ) yang perlu dilestarikan. Penetapan itu menyiratkan pengakuan bahwa wayang Indonesia adalah budaya yang autentik indigenous bangsa Indonesia.  
Salah satu alasan mengapa kesenian wayang tetap eksis di era modern ini adalah mungkin bukan karenasudah diakuinya wayang oleh UNESCO sebagai kebudayaan milik Indonesaia, tapi karena wayang bukan hanya sekedar pagelaran yang bersifat menghibur, tetapi juga sarat akan nilai-nilai falsafah hidup. Bagaimana tidak, di dalam cerita wayang, tiap-tiap tokohnya merupakan refleksi atau representasi dari sikap, watak, dan karakter manusia secara umum. Ada yang baik dan jahat, ada kebatilan dan keburukan, ada belas kasihan, kasih sayang, cinta, benci, hasut, serakah dan lain-lain. 
Tokoh-tokoh dalam kesenian wayang ada banyak sekali. Mungkin yang sering kita dengar adalah Arjuna, Abimanyu, Antasena, Arimbi, Nakula, Sadewa, dan lain-lain yang merupakan tokoh-tokoh Pandawa dan Kurawa. Ada juga tokoh-tokoh seperti Anggada, Anoman, Barata, Bukbis, Indrajit, Jatayu, dan lain-lain yang merupakan tokoh-tokoh Ramayana. Untuk dewa-dewinya, wayang memiliki tokoh seperti Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Ismaya, Batara Bayu, Batara Guru, Batara Indra, dan kawan-kawannya. Itulah sederet tokoh-tokoh wayang yang memiliki karakteristik dan riwayat serta silsilah yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Orang yang melihat atau menonton pertunjukan wayang pasti akan dibuat terlarut dalam ceritanya. Karena begitu dahnyatnya nilai-nilai yang terkandung dalam wayang inilah, maka tak heran jika Wali Songo menggunakannya sebagai media dakwah penyebaran agama Islam di tanah air. Dan, terbukti bahwa wayang merupakan salah satu media dakwah yang paling efektif. Tidak heran juga pagelaran wayang salah satu Seni Pagelaran yang masih digandrungi masyarakat Indonesia sampai sekarang.

Tegs : #Seni Pertunjukan #Wayang #Artikel Wayang #Pengartian dan Sejarah Wayang

Sejarah Permainan Gulat Tradisional Benjang


Permainan gulat tradisional bernama Benjang, yang sudah ada sejak abad ke 18 atau sekitar 300 tahun yang lalu. Menurut Andang Segara Ketua Harian Benjang Jawa Barat, bahwa olahraga Benjang ini tercipta akibat keterbatasan masyarakat Bandung, yang tidak diperbolehkan melakukan aktivitas adu kekuatan fisik pada jaman penjajahan Belanda.

Adanya kebijakan tersebut memaksa sejumlah pemuda, untuk bermain dogongan atau saling dorong badan, bergelut dan saling membanting satu sama lainnya hingga terjatuh.

Nama Benjang sendiri diambil dari dua singkatan kata yaitu Silibeunyi dan Genjang. Silibeunyi berarti saling tarik menarik, sedangkan Genjang mencoba menjatuhkan lawan. Dari dua kata itulah maka tercipta nama Benjang, yang berarti kegiatan tarik menarik badan untuk menjatuhkan lawannya.

Alat Berjuang

Di era kemerdekaan benjang jadi alat perjuangan. Benjang jadi sarana terselubung latihan fisik para pejuang. Ujung Berung adalah basis para pahlawan di kota. Tak heran Ujung Berung sebagai kota kelahiran benjang menjadi pusat para pejuang. Saat ini benjang menjadi seni atraksi yang menarik.

Perkembangan Jaman


Seiring dengan perkembangan jaman, maka olahraga gulat tradisional Benjang dipengaruhi sebagian nilai-nilai modernisasi. Salah satunya, teknik bergulat yang berkolaborasi dengan gulat free style. Jika dahulu sistem penilaian Benjang hanyalah ditentukan dengan jatuhnya lawan akibat bantingan dalam posisi terlentang, maka sekarang sudah berubah berdasarkan peraturan gulat nasional. Jika berhasil membanting lawan dalam keadaan terjatuh, maka mendapatkan nilai tiga. Apabila sebelum membanting sempat mengangkat tubuh lawannya, maka memperoleh nilai lima.

Walaupun terjadi perkembangan modernisasi, namun nilai-nilai tradisional gulat tradisional Benjang asal Bandung ini masih terus dilestarikan. Misalkan saat perayaan panen padi, maka gulat Benjang diadakan di atas lumpur. Atau jika ada syukuran salah satu warga, maka diadakan pagelaran Benjang secara tradisional, diiringi alunan musik khas Jawa Barat dengan menggunakan perangkat gendang, kecrekkan, suling, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat Kota Bandung, Benjang adalah warisan nenek moyang yg sampai saat ini terus dilestarikan, dan menjadi kebanggaan mulai tingkat nasional hingga Internasional.

Sumber: Fornasindonesia

Permainan Tradisional Sumpitan

Wanita-wanita perkasa penyumpit dari Kalimantan Timur (https://fornasindonesia.wordpress.com)

Salah satu permainan tradisional Indonesia yang telah menjadi permainan olahraga yang dilestarikan adalah sumpitan atau menyumpit, menyumpit atau sumpit pada jaman dahulu digunakan oleh suku-suku tertentu di pedalaman khususnya kalimantan, sebagai senjata, baik untuk berburu atau mempertahankan diri, biasanya sumpitan ini memiliki mata anak sumpit tajam yang diberi racun untuk melumpuhkan segera binatang buruannya. Berikut peraturan dari permainan tradisional sumpitan ini:

Permainan

Permainan dapat beregu dan dapat pula perorangan, jumlah anggota regu disesuaikan dengan keadaan.

Peralatan

a. Sumpitan

Terbuat dari kayu atau bambu dan panjang 150 - 175 cm.

b. Kaliber

Kaliber sumpit tidak ada standarnya tergantung kepada besar kecilnya besi untuk boor/ besar kecilnya lobang bambu, biasanya sebesar pensil.

c. Pisir


Untuk meluruskan pembidikan, di sisi atas dari ujung batang sumpit dipasang sepotong kawat yang sejajar dengan batang sumpit. Kawat tersebut berfungsi sebagai pisir pada seperti pada senjata api yang meluruskan tembakan peluru. Pisir biasanya diikat dengan menggunakan rotan.

d. Anak sumpitan

Panjang 25 cm terbuat dari bambu atau kalam (lidi enau).

e. Gabus


Pada pangkal anak sumpit dipasang gabus yang dibuat berbentuk kerucut. Besarnya gabus harus dapat masuk pada kaliber sumpit. Gabus ini berfungsi untuk meluruskan jalannya anak sumpit.

Cara penyumpitan

a. Cara memegang sumpit


Karena batang sumpit cukup panjang, maka batang sumpit dipegang dengan kedua tangna pada pangkal sumpitan, kedua tangan menghadap ke atas. Hal ini untuk menjaga agar sumpitan tidak goyang. Ini tentunya disesuai kan dengan kemampuan dan kekuatan masing-masing orang.

b. Memegang sumpitan tidak dibenarkan menggunakan alat bantu.

c. Memasukan anak sumpit. Anak sumpit dimasukan kedalam kaliber sumpit satu persatu. Sebelum dimasukan ke dalam kaliber sumpit, anak sumpit diperhatikan dahulu kalau belum lurus sebaiknya diluruskan dahulu.

d. Cara meniup

Setelah anak sumpit dimasukan ke dalam kaliber sumpit, kemudian sumpit diangkat diarahkan ke sasaran dengan pertolongan pisir. Mulut ditempelkan ke kaliber sumpit, dengan konsentrasi dan menyiapkan udara sebanyak-banyaknya dari rongga dalam mulut dan rongga dada dengan meniupkan ke kaliber sumpit sehingga memungkinkan anak sumpit terlepas dengan kencang meninggalkan sumpitan.

Sasaran


Sasaran adalah sebagaimana sasaran pada memanah. Berbentuk lingkaran dengan penilaian jika mengenai lingkaran paling tengah memperoleh nilai 10, kemudian 9, 8 dan seterusnya pada lingkaran paling luar nilai satu. Lingkaran-lingkaran tersebut dibuat berwarna-warni sehingga menarik dan memudahkan fokus mata pada sasaran yang menjadi target.

Jenis pertandingan

a. Posisi berdiri
b. Posisi jongkok

Jarak

Jarak tembak dengan sasaran disesuaikan dengan keadaan setempat misalnya :

a. Putera

- Jarak 15 meter
- Jarak 25 meter
- Jarak 35 meter

b. Puteri

- Jarak 10 meter
- Jarak 15 meter
- Jarak 25 meter

Banyak anak sumpitan yang digunakan dalam satu seri adalah 5 (lima) buah. Jadi nilai dihitung berdasarkan jumlah poin yang didapat dari 5 (lima) buah anak sumpitan dengan lima kali tembakan pada sasaran.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas tembakan.

a. Kemahiran menyumpit

- Kemampuan meniup
- Kemampuan tangan untuk memegang batang sumpit agar tidak bergerak
- Kemahiran membidik

b. Anak sumpit Kehalusan membuat anak sumpit berikut gabus, sangat berpengaruh terhadap laju tidaknya lari anak sumpit.

c. Pengaruh angin karena anak sumpit yang sudah ada gabusnya tersebut adalah benda yang ringan, maka pengaruh akan angin sangat besar terhadap lurus tidak larinya anak sumpit terutama angin dari samping.

d. Batang sumpit

Yang paling efektif batang sumpit adalah sepanjang sedepa ditambah sejengkal dari masing-masing penyumpit. Ini berarti sumpit yang bukan pegangannya sangat berpengaruh terhadap hasil maksimal tembakan. Besar kecilnya kaliber sumpit akan berpengaruh terhadap besar kecilnya gabus, sehingga bersar kecilnya gabus akan berpengaruh terhadap besar kecilnya tiupan. Sedangkan besar kecilnya batang sumpit akan berpengaruh terhadap berat ringannya sumpit, dimana akan berpengaruh juga pada pembidikan.

e. Halus tidaknya lobang sumpitan

Lobang yang halus buatannya dan baik pemeliharaannya akan melancarkan jalannya anak sumpit. Oleh karena itu mata boor yang digunakan untuk mengebor batang sumpit harus mata boor satu jenis saja agar lobangnya tetap sama dan konsisten ukurannya dari ujung yang satu sampai ujung yang lain.

Wasit dan pembantu wasit

a. Wasit

- Melakukan undian dalam menentukan seri
- Memimpin jalannya pertandingan - menentukan pemenang

b. Pembantu wasit

- Mengawasi penyumpit sesuai dengan jarak yang ditentukan
- Meneliti perkenaan yang sebenarnya
- Melaporkan hasil kepada pencatat nilai

c. Pencatat (Scorer) Mencatat hasil/nilai yang diperoleh penyumpit atas laporan pembantu wasit.

Sumber: Visiuniversal

Permainan Tradisional Ayunan Kayu

Permainan Tradisional Ayunan Kayu (https://fotokita.net)

Desa Wisata Adat Tenganan adalah salah satu desa kuno di Bali penduduknya yang disebut dengan Bali aga atau Bali asli. Jika anda suka dengan wisata tradisi dan budaya nampaknya wisata ke Desa Tenganan ini wajib anda kunjungi jika berlibur ke Bali.

Tradisi yang terkenal disini adalah perang pandan yang sudah sangat dinanti-natikan oleh wisatawan mancanegara (Wisman) maupun Domestik (Wisnus), di sela-sela Perang Pandan juga menampilkan tradisi unik lainya yaitu bermain ayunan tradisional yang menjadi warisan leluhur.

Permainan Tradisional Ayunan Kayu (https://bali.tribunnews.com)

Ayunan dimainkan oleh delapan orang daha (wanita) gadis-gadis ini mengenakan kain rangrang berwarna kuning ke-emasan para gadis kemudian menempati tempat duduk di dalam ayunan yang terpasang di halaman desa.

Sedangkan di sisi kanan dan kiri tiang ayunan dua orang petugas dari pemuda desa telah siap untuk memutar ayunan yang diisi oleh delapan orang daha tersebut. Arah putaran nya pun tidak boleh sembarangan yaitu tiga kali ke arah selatan dan tiga kali ke arah utara, begitulah cara kerja permainan ayunan ini masing-masing minimal harus dilakukan tiga kali putaran.

Sumber: Actiontourbali

Sejarah Permainan Tradisional Cublak-Cublak Suweng

Cublak-cublak Suweng (https://phinemo.com)

Permainan Cublak-cublak suweng, salah satu karya Sunan Giri (1442 M), seorang ulama sekaligus budayawan yang sangat hebat. Dakwahnya tidak memaksa namun justru menjadikan rasa untuk hanyut didalamnya. Metode ini ternyata sangat ampuh untuk menjadikan daya tarik orang-orang jawa awam terhadap Islam. Melalui seni budaya yang berupa gamelan, tembang, ataupun karya sastra lainnya menjadikan Sunan Giri sebagai sosok yang dikagumi hingga kini.

Permainan

Cublak-cublak suweng merupakan permainan yang dimainkan minimal 3 orang, dan akan semakin menarik jika dimainkan oleh 7 hingga 8 orang. Permainan ini dimulai dengan menentukan salah satu dari peserta permainan untuk menjadi Pak Empo, tokoh utama dalam permainan ini. Pak Empo bertugas mencari sebuah kerikil, atau batu kecil (diibaratkan suweng) yang akan disembunyikan peserta lain. Sebelumnya Pak Empo berbaring telungkup di tengah-tengah peserta, kemudian peserta lain menaruh telapak tangannya menghadap ke atas di punggung Pak Empo.

Cara bermain

Hom pimpah gambreng (https://permainantradisional-indonesia.blogspot.co.id)

Pertama kali dimulai dengan Gambreng, yang kalah menjadi Pak Empo. Dia berbaring telungkup di tengah, anak-anak lain duduk melingkar. Buka telapak tangan menghadap ke atas dan letakkan di punggung Pak Empo. Salah satu anak memegang biji kerikil dan dipindah dari telapak tangan satu ke telapak tangan lainnya diiringi lagu Cublak-Cublek Suweng.

"Cublak cublek suweng. Suwenge ting gelenter. Mambu ketundung gudel. Pak empo lirak-lirik. Sapa ngguyu ndhelikake. Sir-sir pong dele gosong. Sir-sir pong dele gosong.", dinyanyikan bersama, biasanya dilakukan 2 atau 3 kali.

Sambil bernyanyi, kerikil atau biji dipindahkan dari tangan satu pemain ke tangan pemain berikutmya, setelah kalimat (bait terakhir) "Sir-sir pong dele gosong" serahkan biji atau kerikil ke tangan seorang anak untuk disembunyikan dalam genggaman. Di akhir lagu, semua anak menggenggam kedua tangan masing-masing, pura-pura menyembunyikan kerikil, sambil menggerak-gerakkan tangan. Pak Empo bangun dan menebak di tangan siapa biji atau kerikil disembunyikan. Bila tebakannya benar, anak yang menggenggam biji atau kerikil gantian menjadi Pak Empo. Bila salah, Pak Empo kembali ke posisi semula dan permainan diulang lagi.

Manfaat

Anak belajar menyanyi, mencocokkan ritme lagu dengan gerakan tangan, mengenal bahasa Jawa, melatih motorik halus, belajar mengikuti aturan, latihan kerja sama dan belajar menyimpan rahasia.

Makna

Lagu dolanan anak-anak di Jawa karya Sunan Giri ini ternyata mengandung makna luhur tentang nilai-nilai keutamaan hidup manusia, makna yang mengajarkan tindak anti korupsi atau anti Keserakahan. Berikut ini Makna lagu dolanan Cublak-Cublak Suweng.

1. Cublak-cublak suweng

Cublak Suweng = tempat Suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa. Jadi, Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau Harta Sejati.

2. Suwenge teng gelenter

Suwenge Teng Gelenter = suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia.

3. Mambu ketundhung gudel

Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (anak Kerbau). Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati.

4. Pak empo lera-lere

Pak empo (bapak ompong) Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan Harta Sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.

5. Sopo ngguyu ndhelikake

Sopo ngguyu (siapa tertawa) Ndhelikake (dia yg menyembunyikan). menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan Tempat Harta Sejati atau kebahagian sejati. Dia adalah orang yang tersenyum-sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah.

6. Sir-sir pong dele kopong

Sir (hati nurani) pong dele kopong (kedelai kosong tanpa isi). Artinya di dalam hati nurani yang kosong. Maknanya bahwa untuk sampai kepada Tempat Harta Sejati (Cublak Suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari kecintaan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam Sir-nya atau hati nuraninya.

Kesimpulan

Untuk mencari harta janganlah menuruti hawa nafsu tetapi semuanya kembali ke hati nurani yang bersih. Tidak dipengaruhi hawa nafsu.. Dengan hati nurani akan lebih mudah menemukannya, tidak tersesat jalan hingga lupa akan akhirat.

Fakultas Teknik Terbaik di Cianjur



Fakultas Teknik Terbaik di Cianjur - Dengan perkembangan zaman yang serba modern seperti sekarang ini teknologi sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, bahkan ada sebagian orang tidak bisa dipisahkan dari salah satu teknologi tersebut. Perkembangan teknologi dimasa ini sangat berkembang sangat pesat, dan akan selalu berkembang disetiap waktunya. Salah satu teknologi yang paling berkembang saat ini adalah teknologi informasi.
Dengan berkembangannya teknologi Informasi ini menjadikan tujuan para sebagian pelajar untuk bisa berkerja atau berkarya di bidang informasi tersebut. Peluang yang cukup besar dan menjanjikan untuk bekerja diperusahaan-perusahaan besar menjadikan Jurusan Teknik khususnya Fakultas Teknik Informatika tentunya banyak diminati oleh para pelajar atau mahasiswa, tidak terkecuali pelajar dan mahasiswa di wilayah Cianjur.
Cianjur adalah salah satu Kabupaten yang memiliki penduduk berbanyak di Provinsi Jawa Barat. Dengan identitas tersebut, pada tahun 1987 Prof DR. Hj. Yuyun Moeslim, SH. melalui Yayasan Pendidikan Putra Indonesia (YPPI) mendirikan sebuah sekolah tingkat tinggi yang kelak untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) menjadi masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan memperkaya khasanah ilmu. Seiring dengan meningkatnya jumlah Mahasiswa serta telah dilakukannya pengembangan dalam kegiatan pendidikan, sehingga pada tanggal 26 September 2001 YPPI ditingkatkan statusnya dengan nama Universitas Putra Indonesia atau biasa di singkat menjadi UNPI.
 Universitas Putra Indonesia (UNPI) ini adalah salah satu Universitas terkemuka di kota Cianjur. Universitas yang beralamat di Jl. Dr. Muwardi No 66, By Pass Cianjur ini memiliki 6 Fakultas, diantaranya Fakultas Teknik, Sastra, Ekonomi, dan Ilmu Komunikasi. Dengan para pengajar yang sangat kompeten di bidangnya masing-masing, khususnya di bidang Informasi dan Pemprograman serta ditunjang fasilitas-fasilitas yang tentunya memadai membuat Fakultas Teknik Cianjur disiapkan untuk mencetak lulusan-lulusan yang berkualitas, unggul, dan tidak kalah dengan lulusan universitas-universitas di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
https://albantanipro.blogspot.com/b/post-preview?token=bo5jm1EBAAA.qGT0skEH2IdrsDkelGYvsWTJOCH4btOh6FWHMnUd3bQICWLRcTsTdzhfgOWkw5pJET2IMozhpL6bx9u5nGFxYw.e1nZPAViAGeNiqJZ-CFhXw&postId=1995695813311221618&type=POST
Salah satu sosok lulusan terbaik dari Universitas Putra Indonesia adalah lulusan Fakultas Teknik Infomatika, ia adalah seorang web master atau blogger Tutorial Photoshop yang sudah cukup banyak pengunjung dan terkenal di dunia pengguna internet, khususnya para pecinta edit photo, beliau bernama Rysa Syahrial. Melalui web nya yaitu photoshopku.net kang Rysa (Beliau biasa dipanggil) ingin memberikan ilmu tentang turorial-tutorial cara mengedit photo sesuai yang di inginkan pengunjung blognya. Tidak hanya sebagai web master, kang Rysa juga menekuni di sistem Android, dengan nama Aliendroid didalam Play Store beliau memiliki aplikasi-aplikasi yang cukup terkenal, seperti Test IQ dan Kepribadian, Belajar Photoshop, Soal UN SMA dan SBMPTN, dan masih banyak lagi aplikasi-aplikasi lainnya.
Terbukti dengan hadirnya beliau menjadikan bahwa Fakultas Cianjur khususnyaFakultas Teknik di Universitas Putra Indonesia adalah Fakultas Teknik Terbaikyang ada di Cianjur serta Fakultas Cianjur mampu bersaing dengan Fakultas teknik di kota-kota besar. Dengan ini pula lah jika kalian ada yang berniat melanjutkan pendidikan di Jurusan Teknik Infomatika, pastinya Universitas Putra Indonesia bisa menjadi tujuan belajar untuk kalian menuntut ilmu tentang dunia informasi khususnya dunia aplikasi android dan dunia web pastinya.

Tags : #Universitas Cianjur #Teknik Informatika Cianjur #Teknik Cianjur #Informatika Cianjur #Kuliah di Cianjur #Kuliah Kelas Karyawan Cianjur

Permainan Masak-Masakan

Oleh Lara Ahmad

Masak-Masakan (https://www.satujam.com)

Sebagai anak perempuan tulen, tentu di masa kecil aku suka bermain masak-masakkan. Tapi jangan tanya sekarang apakah aku bisa masak atau tidak. Yang namanya masak-masakkan, pasti cuma masak bohong-bohongan maka wajar bila di masa dewasa tetap tidak bisa masak.

Peralatan Memasak

Bermain masak-masakkan tentu membutuhkan peralatan memasak dan bahan masakan yang juga bohongan alias tiruan. Peralatan masak-masakan memang bisa dibeli di toko-toko terdekat. Alat masak-memasak ini dibuat mirip dengan aslinya dalam berbagai warna serta bentuk yang lebih mini. Namun, sebagai anak kampung di suatu dusun di daerah Boyolali, aku dan teman-teman masa kecilku jarang menggunakan peralatan mainan yang dijual di toko. Kami lebih sering menggunakan peralatan bekas seperti berbagai macam botol, batok kelapa, kaleng susu, tutup kaleng roti, atau wadah-wadah lain yang sudah tidak terpakai. Jadi, ternyata sejak kecil kami sudah diajarkan sederhana, hemat, juga mendaur ulang sampah atau barang-barang yang sudah tak terpakai.

Bahan Masakan

Sementara untuk bahan masak-masakannya, kami menggunakan bahan alami yang dengan mudah bisa diperoleh di sekeliling tempat tinggal kami. Kami biasa mencari bahan masakan di kebun, di belakang rumah, di kali, di sawah, atau di dalam rumah. Semuanya alami, tanpa bahan pengawet atau bahan pewarna. Namun, tetap berbahaya bila dimakan sungguhan. Ya iyalah, namanya juga masak-masakkan.

Tempe

Buah Nangka bahan pembuat Tempe, jangan yang masak (tua) nanti di marahi Emak 

Untuk membuat tempe-tempean, kami menggunakan buah nangka yang kecil-kecil. Kira-kira besarnya seukuran ibu jari orang dewasa. Buah nangka ini bisa diperoleh di bawah pohon nangka karena buah akan jatuh tak jauh dari pohonnya. Buah ini selanjutnya dikupas, dipotong kecil-kecil, lalu dibungkus daun pisang dan ditali dengan rafia atau tali yang berasal dari batang pohon pisang yang kering. Beberapa hari kemudian, potongan buah nangka tadi akan berfermentasi mirip seperti tempe yang dibuat dari kedelai.

Minyak Goreng

Daun bunga Sepatu, bahan pembuat minyak goreng

Sementara, untuk pengganti minyak, kami biasanya menumbuk daun bunga sepatu lalu diperas dengan air. Tumbukan daun dibuang, lalu air perasan disaring dan dimasukkan ke dalam botol. Jadilah minyak goreng mainan, yang warna dan kentalnya mirip minyak sungguhan.

Sirup

Daun pohon Jati, bahan pembuat Sirup (https://srigirsang.blogspot.co.id)

Kemudian untuk sirup, kami menumbuk daun jati muda dan juga diperas dengan air lalu air perasan dimasukkan ke botol. Jadilah sirup rasa frambozen atau stroberi. Untuk rasa-rasa lainnya, kami tinggal mencocokkan dengan warnanya. Misalnya, untuk melon, kami akan mencari tumbuhan yang bila ditumbuk akan menghasilkan perasan berwarna hijau, begitu seterusnya. 

Es Batu

Batu Padas, bahan pembuat Es Batu, cari yang kecil aja ya

Sementara untuk es batunya, kami mengakali dengan batu padas. Ketahuilah, setiap batu padas dicemplungkan kedalam air maka akan menimbulkan bunyi mendesis seperti es sungguhan.

Kerupuk

Daun Nangka bahan pembuat Kerupuk (https://9manfaatdaun.blogspot.co.id)

Ada pun untuk pengganti kerupuk adalah daun nangka yang kekuning-kuningan yang dipotong kotak-kotak. Lalu kerupuk-kerupukan itu digoreng dengan minyak goreng mainan tadi.

Ikan

Pelepah Pisang bahan pembuat Ikan (https://www.kaskus.co.id)

Selanjutnya untuk ikan-ikanan, kami menggunakan pelepah daun pisang yang telah diambil daunnya. Lalu pelepah pisang ini dipotong-potong secara miring dan tipis sehingga menghasilkan potongan yang mirip ikan, lebih tepatnya kepala ikan. Kami sering menyebutnya gereh petek (ikan petek) untuk ukuran yang agak besar. Sedang ukuran yang kecil, kami anggap sebagai gereh teri (ikan teri).

Bakso

Biji pohon Jati, mirip ya dengan Bakso? (https://agromart.wordpress.com)

Untuk bola bakso, kami bisa menggunakan biji atau buah dari pohon jati yang bentuknya bulat itu atau dengan batu atau bisa juga dengan tanah lempung yang sudah dibentuk bulat-bulat. 

Mie

Tali Putri, bahan pembuat Mie (https://rynari.wordpress.com)

Sementara untuk mie, Tali Putri semacam tanaman pengganggu yang memiliki bentuk dan warna seperti mie kuning ini tumbuh di antara tanaman tetean.

Gula Merah (Gula Kelapa)

Tumbukan Batu bata, bahan pembuat Gula Merah (https://tavip1708.wordpress.com)

Ada lagi, untuk bahan gula merah kami menggunakan bekas bata merah atau genting yang telah kami tumbuk. Mengapa harus ditumbuk? Tentu saja ditumbuk, karena batu tidak bisa meleleh seperti gula merah sungguhan bila dimasukkan ke air. Sedang untuk gula putihnya, kami menggunakan batu padas yang ditumbuk. Untuk garamnya, kami menggunakan biji bunga “pukul tujuh”. Biji bunga ini berbentuk bundar kecil berwarna hitam seukuran mutiara. Jika dibuka di dalamnya ada semacam tepung putih.

Sayur Mayur

Daun Jambu, bahan Sayur Mayur (https://pondokibu.com)

Lalu untuk sayur mayur, bukan hal yang sulit bagi kami. Banyak sayur sungguhan yang bisa digunakan seperti bayam, singkong, pepaya, atau kangkung yang banyak terdapat di kebun atau sawah. Untuk sayuran lain, kami juga bisa menggunakan daun jambu, belimbing, lamtoro (biasa kami sebut mlanding) dan daun-daun lain.

Surprisenya, sewaktu kecil aku menemui tanaman yang memiliki kemiripan dengan sayuran sungguhan yang biasa digunakan memasak oleh ibu-ibu kita. Seperti tanaman seledri misalnya, sayuran ini memiliki aroma khas, biasa digunakan untuk pelengkap masakan, ternyata ada tumbuhan yang mirip sekali dengan seledri tapi bukan seledri. Di tempatku biasa disebut seledri-seledrian. Akhiran "-an" cukup untuk menekankan bahwa tumbuhan ini hanya mirip seledri saja. Aroma seledri-seledrian pun sangat beda dengan seledri asli.

Selain sayuran, ada pula tanaman yang kami sebut suroh-surohan. Suroh atau dalam bahasa Indonesia disebut sirih biasanya dipakai untuk bahan pengobatan atau jamu tradisonal. Dipakai juga oleh nenek-nenek di kampungku sebagai pelengkap kinangan (bersirih). Suroh-surohan tadi juga cukup mirip dengan sirih namun bentuknya agak kecil.

Nasi

Ampas Kepala sebagai nasi, mirip ya? (https://blogobat.com)

Bagaimana dengan menu utama, yaitu nasi? Nah, ini dia yang aku sendiri tidak puas. Seringnya kami menggunakan tanah atau pasir sebagai pengganti nasi. Padahal kami tahu betul dari warnanya saja beda sekali. Nasi berwarna putih sementara tanah atau pasir hitam. Namun terkadang jika sedang beruntung, kami bisa menggunakan ampas kelapa sebagai pengganti nasi. Dari tekstur dan warnanya, ampas kelapa lebih mirip nasi ketimbang tanah ataupun pasir.

Makanan Penutup

Lidah buaya dikupas dan dicuci, sebagai bahan pembuat makanan penutup

Bagaimana dengan makanan penutup? Untuk pengganti agar-agar, kami bisa menggunakan lidah buaya yang sudah dikupas dan cuci. Teksturnya yang kenyal sangat mirip dengan agar-agar atau jely. Oya, getah lidah buaya yang kental bisa digunakan sebagai minyak goreng mainan tanpa perlu menumbuk daun bunga sepatu.

Mendadak aku tersadar, bahwa Pencipta Dunia ini sangat adil. Anak-anak pun mendapat kasih sayang dan perhatian yang luar biasa dari Sang Pencipta dengan adanya berbagai macam tumbuhan, tanaman, pohon serta lain-lain sebagai sarana bermain anak-anak. 

Sayangnya anak-anak sekarang ini jarang bermain di alam dengan sarana yang telah disediakan oleh alam, mereka lebih sering di depan televisi, di depan komputer atau sibuk dengan tombol-tombol ponsel.

Sumber: Beritasatu